Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kopenhagen, Denmark, masih menganggap Greenland sebagai wilayah yang dapat ditaklukkan. Meskipun Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen telah menegaskan bahwa pihaknya tidak mau melepaskannya ke tangan AS.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, delegasi Amerika Serikat bertemu dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland di Washington. Namun, pembicaraan berlangsung alot dan tidak mencapai hasil yang signifikan. Frederiksen mengatakan bahwa dia berhasil menyampaikan posisi Kerajaan Denmark kepada kedua menteri AS.
Frederiksen menambahkan bahwa masih ada perbedaan pendapat antara pihaknya dan AS, khususnya terkait dengan rencana AS untuk menguasai Greenland. Pemerintah Denmark akan terus bekerja untuk mencegah AS mencaplok wilayah mereka.
AS tetap berpura-pura ingin menguasai Greenland sebagai bagian dari strategi keamanan nasional dan untuk mempertahankan "dunia bebas" dari China dan Rusia. Namun, otoritas Denmark dan Greenland menolak dan meminta AS menghormati keutuhan wilayah mereka.
Pada tahun 1953, Greenland menjadi koloni Denmark dan sejak 2009 telah mendapatkan otonomi luas untuk memerintah dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri. Pihak Denmark tidak mau melepaskannya ke tangan AS, apalagi setelah Amerika Serikat telah mengambil alih Venezuela.
Pemerintah Denmark akan menyampaikan perkembangan terkini tentang pembicaraan ini kepada parlemen pada Jumat mendatang. Sementara itu, AS terus berusaha untuk mendapatkan wilayah yang dianggap memiliki potensi strategis untuk keamanan nasional mereka.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, delegasi Amerika Serikat bertemu dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland di Washington. Namun, pembicaraan berlangsung alot dan tidak mencapai hasil yang signifikan. Frederiksen mengatakan bahwa dia berhasil menyampaikan posisi Kerajaan Denmark kepada kedua menteri AS.
Frederiksen menambahkan bahwa masih ada perbedaan pendapat antara pihaknya dan AS, khususnya terkait dengan rencana AS untuk menguasai Greenland. Pemerintah Denmark akan terus bekerja untuk mencegah AS mencaplok wilayah mereka.
AS tetap berpura-pura ingin menguasai Greenland sebagai bagian dari strategi keamanan nasional dan untuk mempertahankan "dunia bebas" dari China dan Rusia. Namun, otoritas Denmark dan Greenland menolak dan meminta AS menghormati keutuhan wilayah mereka.
Pada tahun 1953, Greenland menjadi koloni Denmark dan sejak 2009 telah mendapatkan otonomi luas untuk memerintah dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri. Pihak Denmark tidak mau melepaskannya ke tangan AS, apalagi setelah Amerika Serikat telah mengambil alih Venezuela.
Pemerintah Denmark akan menyampaikan perkembangan terkini tentang pembicaraan ini kepada parlemen pada Jumat mendatang. Sementara itu, AS terus berusaha untuk mendapatkan wilayah yang dianggap memiliki potensi strategis untuk keamanan nasional mereka.