Pembentukan Kopdes Merah Putih Jadi Syarat Pencairan Dana Desa

Pemerintah membuat persyaratan yang lebih ketat untuk mendapatkan pencairan Dana Desa. Jika desa belum memiliki Kopdes Merah Putih, maka dana desa tidak akan bisa dipanangkan. Kepada siapa pun yang ingin membeli aset Kopdes Merah Putih ini harus melakukan pembayaran cicilan di bulan Juni, dan di bulan April untuk pencairan tahap II.

Menteri Keuangan (Menkeu) menyesatukan, dia mengatakan bahwa sebagian dana desa dibawa untuk bayar cicilan Kopdes Merah Putih.
 
Maksudnya apa sih? Membuat persyaratan yang ketat lagi, tapi apa manisnya itu? Kalau asep desa belum punya Kopdes Merah Putih, berarti apa kalau dana desanya tidak bisa dipanjangin? Apakah biar bisa membeli aset-aset yang dibutuhkan, tapi ternyata malah justru membantu siapa siji yang ingin membelinya aja?

Dan apa sih dengan pembayaran cicilan di bulan Juni dan April? Seperti kalau ada sesosiasinya antara orang desa dan Menkeu aja? Kalau dulu kira bahwa dana desa itu untuk kepentingan masyarakat, tapi ternyata malah dipinjam aja. Saya tidak punya jawaban sih...
 
Aku pikir ini salah keputusan banget! 🤦‍♂️ Kita desa yang sibuk dengan rutinitas harian, tapi pemerintah lagi-lagi meminta kita melakukan hal-hal yang nggak perlu. 🙄 Kopdes Merah Putih itu nggak penting sama sekali! 🚫

Aku rasa ini cuma cara pemerintah untuk mendapatkan uang lebih 🤑. Dan Menteri Keuangan siapa lagi? 😒 Dia yang bilang kita harus membayar cicilan, tapi giliran kita nggak bisa memanangkan dana desa! 🤯

Kita desa sibuk dengan kegiatan sosial dan pembangunan, tapi pemerintah lagi-lagi mengganggu. 🤦‍♂️ Kita butuh lebih fokus pada kebutuhan sehari-hari, bukan hanya membayar cicilan Kopdes Merah Putih! 💸
 
ini gini, kalau pemerintah mau bikin persyaratan yang lebih ketat lagi kayak gitu, apa artinya? masyarakat desa tidak bisa fokus pada hal penting seperti pembangunan infrastruktur atau sekedar harus bayar-bayar cicilan aja. menkeu nggak jelas sih, kalau dana desa dipakai buat apa sini? tapi kalau memang dibutuhkan untuk bikin aset Kopdes Merah Putih, maka pemerintah harus jelas menginformasikan itu semua di awal. kayaknya harus ada transparansi yang lebih baik, biar masyarakat desa bisa fokus pada hal yang penting aja
 
Gue rasa ini kayaknya salah strategi, menehi desa yang kurang mampun dengan biaya lebih banyak lagi. Kalau gue paham benar, sekarang desa harus membayar cicilan Kopdes Merah Putih sambil masih harus pakai dana untuk kegiatan desa yang penting, kayaknya makin sulit desa untuk berkembang, 🤔
 
ini adegan yang bikin perasaan berantakan ya... kalau mau membeli aset Kopdes Merah Putih, harus bayar cicilan di bulan Juni dan April, tapi apa itu logika sih? kalau dana desa sudah ada, kenapa harus dibawa untuk bayar cicilan lain lagi? ini seperti bermasalah dengan dana desa sendiri. mungkin ini caranya pemerintah ingin mengontrol aset-aset penting di desa, tapi gak usah bikin perasaan desa kekurangan dana. harusnya ada penyesuaian dulu ya...
 
kaya banget pemerintah ini, mau buat desa- desa sulit juga deh 🤯. apa sih maksudnya harus punya Kopdes Merah Putih terlebih dahulu sebelum bisa panjangin dana desa? itu seperti harus naik chariot terlebih dahulu sebelum bisa naik kereta api, kayak mana caranya? dan apa yang bedanya cicilan bulan Juni dengan tahap II lagi deh? ini semua cara kriminal pemerintah buat jadi kaya.
 
Paham kan kalau gini ada, pemerintah memperketat syaratnya sih, apa lagi kayak gini? Mereka bilang aset Kopdes Merah Putih itu penting dan harus dipanjangin, tapi ari sini sih, bagaimana kalau desa kita yang belum punya Kopdes nggak bisa mendapatkan dana? Gak adil banget! Bayar cicilan apa lagi kayak gini? Nanti orang desa harus khawatir bawa dana untuk bayar utangnya sendiri. Menteri keuangan itu sih jujur dia bilang sebagian dana desa dibawa untuk bayar cicilan, tapi itu jadi kesalahpahaman ya. Saya rasa pemerintah harus lebih transparan dan jelas kayak gini.
 
🤔 aku pikir ini salah paham banget! apalagi kalau mau membeli aset Kopdes Merah Putih harus pembayaran cicilan di bulan Juni dan April... siapa yang bisa ngatur schedule like itu? 🕰️ apa kira-kira desa kecil itu ada sumber dana lain untuk membayar cicilan ini? dan apa dengan siapa nanti kita jual aset Kopdes Merah Putih kalau sudah dibeli? ini bikin aku khawatir... 😟
 
Aku bingung banget sama kebijakan ini 🤔. Aset Kopdes Merah Putih itu kayaknya cuma biaya tambahan yang harus dipenuhi oleh desa, tapi sekarang ternyata ada pembayaran cicilan juga? Makin akrab sih kira-kira desa mau bayar uang lagi 😩. Sementara itu, aku rasa Menkeu itu nggak jelas apa yang dia maksudkan dengan "sebagian dana desa dibawa untuk bayar cicilan Kopdes Merah Putih". Jika begitu, maka apa punya arti sih jika desa belum memiliki Kopdes Merah Putih? 🤷‍♂️. Aku harap kira-kira desa bisa memahami situasi ini dan buat rencana yang tepat untuk menangani biaya tambahan itu 💡.
 
Gini gitu, pemerintah makin sulit aja buat desa kecil-kecilan ini. Mereka harus nanti lagi membeli aset yang sama kayak gini. Dan siapa yang nantinya tidak bisa membayar cicilan, apa lagi? 😐 Dan apa yang dibawa dana desa itu, ya? Semua bayar cicilan Kopdes Merah Putih aja, bukan untuk kepentingan masyarakat ya? 🤔 Nah, ini juga bikin ketergantungan terhadap aset milik pemerintah, sih... #KepentinganDesa #AsetPemerintah
 
Aku pikir ini bikin kesulitan deh bagi desa-desa kecil, apa kabarin siapa yang mau menerima uang dari dana desa? Mereka harus berpura-pura punya Kopdes Merah Putih aja, tapi di baliknya apa lagi mereka ambil biaya? Bauan mengecek aset sebelum ngerasa perlu juga biar jelas siapa yang mau nampung uang.
 
Aku pikir ini masalah besar deh, kalau desa gak punya dana apa lagi sih? Menteri Keuangan juga kalah logis, kalau mau cari pencairan Dana Desa dia harus bisa jelasin apa aja yang dibawa oleh dana itu. Saya rasa ini cara pemerintah untuk mengontrol banyak desa yang gak mampat bayar utangnya.
 
Gini caranya pemerintah kita malah jadikannya sulit sekali bagi para petani dan pedagang kecil untuk mendapatkan Dana Desa. Aset Kopdes Merah Putih ini apa yang penting? Bayar bayan cicil aja, siapa yang punya uang banyak bisa mewariskan. Nah kalau dana desa harus bayar dulu, tentu saja banyak petani dan pedagang kecil yang sulit bisa mendapatkan. Ini malah membuat kita rasa tidak adil sama sekali... 🤔
 
Gue rasa ini aneh banget! Kalau aset Kopdes Merah Putih itu penting juga, kenapa harus dipanjangkan pembayaran? Gue pikir dana desa itu untuk digunakan untuk kemajuan masyarakat, bukan untuk membeli barang-barang yang tidak perlu. Apalagi kalau ada Menteri Keuangan yang bilang salah, itu kan membuat penipuan terjadi... 🙄
 
Wah ini kabar gembira buat siapa pun yang suka mobil, tapi aku sengaja membeli mobil Honda Beat tahun 2018 sekarang ini 🚗😊. Aku suka banget dengan mobil ini, tapi aku penasaran kenapa pemerintah memutuskan membuat persyaratan seperti ini untuk mendapatkan pencairan Dana Desa? Aku rasa ini bikin ribet buat siapa pun yang ingin mendapatkan dana desa, apalagi jika kamu tidak memiliki Kopdes Merah Putih. Aku rasa pemerintah harus membuat kelas menengah muda seperti aku dengan mempermudah cara mendapatkan Dana Desa 😅.
 
Gini kabarnya! Kita sih harus khawatir kalau Dana Desa kita bisa dipindahkan nanti. Kalau desa belum punya Kopdes Merah Putih, itu artinya dana desa kita tidak bisa ditambuhin. Dan Menkeu ini benar-benar mencoba menyesatkan kita, bukannya dibawa untuk bayar cicilan Kopdes Merah Putih, tapi memang sih ada yang diterima sebagai pengeluaran biaya operasional, sih 🤔💸
 
Wahh, ini kalau terus terjadi aja siapa yang mau ngerasa nyaman banget duduk di desa dengan uang yang tidak bisa dipanjangkan? Menkeu ini paling senang-senang banget, dia bilang dana desa digunakan untuk bayar cicilan Kopdes Merah Putih, tapi apa itu benar? Siapa tahu dia sendiri yang punya aset Kopdes Merah Putih ini dan mau ngerasa korup sih. Dan kalau gak bisa membayar cicilan di bulan Juni, apa aja yang terjadi duduk desa nanti? Kalau tidak mau pembayaran tahap II di April, apakah mereka akan disepuh ke luar desa juga? Ini kalau tidak adil sama sekali!
 
Hahaha, sepertinya kabinet ini lagi-lagi membuat masalah semakin kompleks. Kok bisa ngerasa kalau ada persyaratan lebih ketat lagi? Siapa yang tahu apa maksud dari "pencairan Dana Desa" itu? Nantinya siapa yang ikut cicilannya? Kalau kita already capek ngurus-nerjuk, tapi kabinet ini bawa lagi beban. Apakah sebenarnya dia minta agar desa lebih sukses atau apa?
 
Gak percaya sih dengan kebijakan ini 🤔. Minta akses ke Dana Desa, tapi harus bukti punya Kopdes Merah Putih? Gak adanya kemampuan desa, kapan seseorang bisa memiliki aset yang mahal? 🤑 Menkeu justru memberikan alasan bahwa sebagian dana desa dibawa untuk bayar cicilan, tapi apa artinya itu? Mereka juga bikin pembayaran cicilan di bulan Juni dan April. Kalau benar, itu berarti kita harus kambuh gada waktu, sih 🕰️. Gak masuk akal, gak jelas, gak adil.
 
kembali
Top