Pembebasan PPN Tak Berefek ke Penjualan Apartemen, Ini Sebabnya

Pajak Pertambahan Nilai untuk Apartemen Tidak Berdampak, Ini Kenapa

Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang diberlakukan bagi sektor properti masih belum memberikan dampak yang kuat terhadap penjualan apartemen. Menurut hasil survei dari Colliers Indonesia, pola penerapan kebijakan ini yang hanya diperpanjang setiap tahun membuat pengembang kewalahan.

Kepala Departemen Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto menjelaskan bahwa PPN DTP kurang berdampak pada apartemen karena sifat kebijakan yang tidak permanen. "PPN DTP ini selalu dikeluarkan setiap tahun. Jadi setiap tahun dia diperpanjang sampai periode tertentu, nanti habis itu diperpanjang lagi," kata Ferry dalam media briefing daring.

Hal ini menjadi masalah karena pengembang hanya dapat menikmati insentif pajak ini selama setahun. Padahal, proyek pembangunan apartemen membutuhkan waktu yang tidak singkat, sekitar 2-3 tahun untuk siap jual.

Sekarang jika aturan tidak diperpanjang, pengembang tidak dapat mengejar manfaat dari insentif pajak tersebut. Sebaliknya, mereka enggan memproduksi stok apartemen yang bisa diserap pasar. "Jadi kira-kira itulah yang membuat kalau di apartemen itu penjualannya tidak terlalu kencang walaupun ada PPN DTP. Karena itu tadi, kan syaratnya harus ready stock," ujar Ferry.
 
Mungkin karena kita sedang berbicara tentang kebijakan yang tidak permanen, aku ini pikir apa yang penting adalah bagaimana kita bisa jaga keseimbangan antara kebutuhan pengembang dan kepentingan masyarakat. Kalau PPN DTP diperpanjang setiap tahun, pasti hanya menikmati insentif itu selama 1 tahun saja. Tapi apa jika kebijakan ini tidak berubah? Aku rasa kita harus berpikir tentang bagaimana membuat sistem pajak yang lebih stabil dan tidak mengganggu keseimbangan ekonomi. Jadi, mungkin kita perlu melihat dari sudut pandang pengembang dan masyarakat sekaligus, bukan hanya fokus pada aspek keuangan saja... 🤔
 
Gampang aja ya, pemerintah jangan terburu-buru menetapkan aturan lagi. Saya rasa kalau ganti dengan sistem lain yang lebih fleksibel, bisa membuat pengembang lebih siap dan tidak kewalahan. Tapi saya juga tidak keberatan, karena ini semua tentang ekonomi aja. Kalau orang-orang ingin bekerja keras, tidak apa-apa. Yang penting adalah ada kemudahan untuk mereka menikmati insentif pajak. Saya masih berharap bahwa satu hari nanti bisa membuat sistem yang lebih baik lagi 🤔
 
huhu, apa sih tujuannya buat PPN DTP kalau tidak berdampak sama sekali di apartemen? seperti apa kebijakan ini punya tujuannya? kayaknya cuma buat pengembang kewalahan aja. karena mereka harus terus memperpanjang setiap tahun dan itu bikin nggaes. mesti ada cara lain untuk membuat proyek pembangunan apartemen lebih efisien, jadi siapa punya stok apartemen bisa terus dijual ya 😒
 
Gue pikir PPN DTP ini bikin kerugian buat pengembang apartemen. Mereka hanya bisa menikmati insentif pajak selama setahun aja, lalu apa? Kalau tidak diperpanjang lagi, apa yang mereka lakukan? Gue berpikir kalau jika PPN DTP ini jadi permanen, pengembang apartemen lebih cenderung menghasilkan stok banyak-banyak, sehingga penjualannya lebih kencang. Sama-sama aja, biar kita semua bisa menikmati fasilitas apartemen yang nyaman dan cukup banyak.
 
Hehe, aku pikir pemerintah malah membiarkan orang-orang yang suka mengambil insentif pajak nanti gak bisa dipikirin lagi 😂. Apalagi karena proyek pembangunan apartemen membutuhkan waktu yang panjang. Saya pikir biar insentif pajak itu berdampak, pemerintah harus memberikan jeda yang lebih lama atau bahkan tahun-tahun, sehingga pengembang bisa menikmati manfaatnya 🤔.

Aku rasa kalau gantungnya setiap tahun itu membuat pengembang malas memproduksi stok apartemen. Mereka malah lebih fokus pada menjual yang sudah ada, bukan membuat stok baru lagi 😅. Jadi, kalau mau insentif pajak itu berdampak, aku pikir harus memberikan konsekuensi jika tidak diperpanjang, seperti biaya lain yang harus ditanggung 🤑.
 
Makasih bro, aku rasa kebijakan ini sengaja buatan pemerintah untuk menghemat biaya pajak, tapi malah bikin pengembang kewalahan. Aku pikir kalau insentif PPN DTP harus berdasar pada proyek pembangunan yang sudah selesai dan siap dijual, jadi pengembang tidak perlu khawatir tentang biaya pajak setiap tahun. Jika aturan ini diperpanjang, mungkin ada kemungkinan penjualan apartemen akan lebih kencang bro 😐.
 
aku nggak percaya kalau ini adalah hasil survei dari Colliers Indonesia... siapa aja yang punya waktu luang untuk ngisi formulir survei? dan apa yang dibicarakan di acara media briefing daring itu, sih bule-bule yang sering ikut bicara? tapi sepertinya pengembang apartemen kenyak, kalo PPN DTP tidak diperpanjang, apa aja yang mau jualin apartemen lagi... kalau ada insentif pajak, kalau tidak...
 
hehe, sih PPN DTP itu banyaan banget kan? kalau pengembang gak bisa menikmati insentif pajak itu selama setahun, apa artinya punya biaya tambahan yang lebih banyak lagi walaupun jangka waktu pembangunan apartemen cuma 2-3 tahun aja. aku pikir kalau ini perlu dipertimbangkan oleh pemerintah agar dapat meningkatkan efisiensi pembangunan properti 🤔. tapi sih, setiap orang gak bisa terima, kan? hehe
 
Pajak ini kayak apa sih? Kalau nggak di perpanjang pengembang gak bisa menikmati insentifnya 🤔. Saya rasa pemerintah harus coba lagi caranya. Mungkin ada solusi yang lebih baik daripada begitu aja berulang tahun 📆.

Saya setuju dengan Ferry, kalau PPN DTP ini tidak permanen pengembang akan enggan memproduksi stok apartemen. Kalau mau banyak stok harusnya bisa menikmati insentif pajak ini lebih lama 🕰️. Tapi siapa tahu ada yang bisa memberikan solusi baru, kayak apa kalau PPN DTP diatur untuk jangka panjang? 🤝

Saya pikir pemerintah harus berbicara dengan pengembang dan investor untuk cari solusi yang tepat. Kalau tidak bisa menemukan solusi yang tepat, mungkin saja penjualan apartemen akan tetap tidak kencang 👎.
 
Pajak ini kayaknya ga berdampak apa-apa deh... kalau jangka waktunya diulangi setiap tahun, pengembang tak akan bisa menikmati insentif itu lama-langing... dan kayaknya aku tidak bisa paham siapa yang bakal menanggung biaya ini, sih... mungkin gak ada jaminan bahwa pajak ini akan berlaku selanjutnya juga... kalo gini, apa lagi kita buat untuk menarik investor?
 
kembali
Top