Investor asisten rumah tangga Neeltgen Cornelis yang berniat membeli saham IPO VOC pada Agustus 1602. Pada saat itu, VOC adalah sebuah perusahaan Belanda yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) untuk memperluas modal dan mempertahankan posisinya di pasar timur Jawa.
Neeltgen sendiri tidak memiliki pengalaman dalam investasi saham, namun ia disarankan oleh majikannya Dirck van Os untuk berinvestasi. Ia kemudian memutuskan untuk menggunakan tabungannya untuk membeli saham VOC, meskipun harus mengorbankan penghasilan sebesar 50 sen per hari.
Investasinya pada saat itu relatif kecil, yaitu sebesar 100 gulden. Namun, jika ia mempertahankan kepemilikan saham tersebut hingga Oktober 1603, nilai investasinya berpotensi berkembang menjadi ribuan gulden.
Keberuntungan Neeltgen terungkap ketika ia menjual sahamnya pada bulan itu dan mendapatkan keuntungan yang signifikan. Ia bahkan dapat memperoleh dividen dalam bentuk rempah-rempah, seperti yang diterima oleh pemegang saham lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa investasi saham VOC pada saat itu sangatlah berisiko. Pada masa itu, transaksi saham masih dilakukan secara manual dan dicatat di atas kertas. Oleh karena itu, Neeltgen harus sangat hati-hati dalam mengelola investasinya.
Meskipun demikian, keberuntungan Neeltgen menunjukkan bahwa investasi saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan dan mencapai tujuan finansial.
Neeltgen sendiri tidak memiliki pengalaman dalam investasi saham, namun ia disarankan oleh majikannya Dirck van Os untuk berinvestasi. Ia kemudian memutuskan untuk menggunakan tabungannya untuk membeli saham VOC, meskipun harus mengorbankan penghasilan sebesar 50 sen per hari.
Investasinya pada saat itu relatif kecil, yaitu sebesar 100 gulden. Namun, jika ia mempertahankan kepemilikan saham tersebut hingga Oktober 1603, nilai investasinya berpotensi berkembang menjadi ribuan gulden.
Keberuntungan Neeltgen terungkap ketika ia menjual sahamnya pada bulan itu dan mendapatkan keuntungan yang signifikan. Ia bahkan dapat memperoleh dividen dalam bentuk rempah-rempah, seperti yang diterima oleh pemegang saham lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa investasi saham VOC pada saat itu sangatlah berisiko. Pada masa itu, transaksi saham masih dilakukan secara manual dan dicatat di atas kertas. Oleh karena itu, Neeltgen harus sangat hati-hati dalam mengelola investasinya.
Meskipun demikian, keberuntungan Neeltgen menunjukkan bahwa investasi saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan dan mencapai tujuan finansial.