Danantara Indonesia meluncurkan rencana pembangunan kompleks haji di Mekkah, Arab Saudi. Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer, pengembangan ini dilakukan melalui dua jalur secara bersamaan untuk menghindari gangguan keamanan.
Pertama, proyek ini diintegrasikan dengan penguatan fondasi di kawasan Thakher yang memiliki luas 4,4 hektare. Kawasan tersebut terletak sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Menurut Pandu, kawasan ini digunakan sebagai fondasi awal karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan.
Kemudian, Danantara Indonesia meluncurkan mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk mengatur proyek ini. RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah.
Pandu menyebutkan bahwa pengembangan kompleks haji ini digunakan sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang sejalan dengan master plan Mekkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC. Proses lelang tersebut mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
Kompleks haji ini diharapkan dapat meningkatkan akses ke layanan bagi jemaah Indonesia setiap tahunnya. Kawasan Thakher dirancang untuk berkembang hingga 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen total jemaah haji Indonesia.
Pertama, proyek ini diintegrasikan dengan penguatan fondasi di kawasan Thakher yang memiliki luas 4,4 hektare. Kawasan tersebut terletak sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Menurut Pandu, kawasan ini digunakan sebagai fondasi awal karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan.
Kemudian, Danantara Indonesia meluncurkan mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk mengatur proyek ini. RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah.
Pandu menyebutkan bahwa pengembangan kompleks haji ini digunakan sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang sejalan dengan master plan Mekkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC. Proses lelang tersebut mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
Kompleks haji ini diharapkan dapat meningkatkan akses ke layanan bagi jemaah Indonesia setiap tahunnya. Kawasan Thakher dirancang untuk berkembang hingga 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen total jemaah haji Indonesia.