Kemajuan pembangunan kompleks Haji di Mekkah, Arab Saudi, dilakukan melalui dua jalur. Danantara Indonesia membangun proyek ini secara bertahap. Penguasaan fondasi awal dilakukan melalui kawasan Thakher dengan luas 4,4 hektare lahan pengembangan yang terletak di sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.
Novotel Thakher Makkah merupakan bagian penting dari proyek ini. Hotel ini memiliki 1.461 kamar dan tiga menara. Kawasan ini juga dilengkapi dengan kurang lebih 14 plot lahan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
Pengembangan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai 22.000 jemaah atau sekitar 10 persen total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya. Selain itu, kawasan Thakher juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, termasuk fasilitas ritel, dukungan logistik, dan berbagai layanan penunjang lainnya.
Danantara Indonesia menyiapkan investasi secara bertahap dengan penguasaan aset awal serta belanja modal untuk pengembangan Kawasan Thakher. Dalam proyeksi awal, operasional hotel tambahan diperkirakan berlangsung pada 2029. Fokus utama dari proyek ini adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent dan memberi manfaat jangka panjang.
Selain itu, langkah kedua pembangunan kompleks haji melalui mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah. Proses lelang melibatkan tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
Kemajuan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia terus berkomitmen untuk membangun kompleks Haji sebagai proyek strategis lintas generasi.
Novotel Thakher Makkah merupakan bagian penting dari proyek ini. Hotel ini memiliki 1.461 kamar dan tiga menara. Kawasan ini juga dilengkapi dengan kurang lebih 14 plot lahan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
Pengembangan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai 22.000 jemaah atau sekitar 10 persen total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya. Selain itu, kawasan Thakher juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, termasuk fasilitas ritel, dukungan logistik, dan berbagai layanan penunjang lainnya.
Danantara Indonesia menyiapkan investasi secara bertahap dengan penguasaan aset awal serta belanja modal untuk pengembangan Kawasan Thakher. Dalam proyeksi awal, operasional hotel tambahan diperkirakan berlangsung pada 2029. Fokus utama dari proyek ini adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent dan memberi manfaat jangka panjang.
Selain itu, langkah kedua pembangunan kompleks haji melalui mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah. Proses lelang melibatkan tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
Kemajuan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia terus berkomitmen untuk membangun kompleks Haji sebagai proyek strategis lintas generasi.