Tiga orang penipu yang bergerak di platform online, yaitu Timothy Ronald dan dua orang lainnya bernama Kalimasada, dituduh menipu ribuan korban. Pasangan keluarga yang berkepentingan dengan penipu tersebut akhirnya terekspos dan menghadapi pemeriksaan dari lembaga kepolisian di Jakarta.
Keluarga itu memang punya bukti yang cukup untuk mendukung klaim mereka. Mereka membawa 16 bukti yang terdapat di dalam grup Discord milik Academy Crypto, tempat penipu bergerak. Bukti-bukti tersebut adalah foto-foto yang menunjukkan kerugian para korban. Mereka juga punya bukti bahwa ada 26 orang yang mengaku mengalami kehilangan uang karena berinvestasi di platform tersebut.
Namun, keluarga penipu itu terus memperkuat klaim mereka dengan cara lain. Mereka mengatakan bahwa penipu menjanjikan hasil investasi sebesar 90 persen kepada para korban. Mereka juga punya bukti bahwa ada promosi koin ilegal yang dilakukan oleh penipu. Koin tersebut tidak memiliki izin di Indonesia, dan penipu mempromosikannya dengan dalih keuntungan lebih besar.
Keluarga penipu itu akhirnya dituduh melakukan tindakan ilegal karena bergerak tanpa izin dalam menjalankan platform investasi online. Pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga kepolisian menunjukkan bahwa mereka menghadapi 43 pertanyaan dari penyidik.
Keluarga itu memang punya bukti yang cukup untuk mendukung klaim mereka. Mereka membawa 16 bukti yang terdapat di dalam grup Discord milik Academy Crypto, tempat penipu bergerak. Bukti-bukti tersebut adalah foto-foto yang menunjukkan kerugian para korban. Mereka juga punya bukti bahwa ada 26 orang yang mengaku mengalami kehilangan uang karena berinvestasi di platform tersebut.
Namun, keluarga penipu itu terus memperkuat klaim mereka dengan cara lain. Mereka mengatakan bahwa penipu menjanjikan hasil investasi sebesar 90 persen kepada para korban. Mereka juga punya bukti bahwa ada promosi koin ilegal yang dilakukan oleh penipu. Koin tersebut tidak memiliki izin di Indonesia, dan penipu mempromosikannya dengan dalih keuntungan lebih besar.
Keluarga penipu itu akhirnya dituduh melakukan tindakan ilegal karena bergerak tanpa izin dalam menjalankan platform investasi online. Pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga kepolisian menunjukkan bahwa mereka menghadapi 43 pertanyaan dari penyidik.