Pekan Ini Langkah BI Diuji Serangan Data AS, Jepang Hingga China

Rupiah Terjebak dalam Bawah Garuda, Investasi Asing Berpotensi Meluncur. Kondisi Geopolitik Meningkatkan Tekanan.

Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang rupiah telah menyentuh posisi terendah sepanjang masa, yaitu Rp16.865/US$, ketika tekanan terhadapnya menjadi paling besar. Selama ini, investor asing banyak yang keluar dulu ambil untung, mengakibatkan penurunan nilai tukar rupiah secara signifikan.

Menurut ekonomin Maybank Indonesia Myrdal Gunarto, tekanan terhadap mata uang turut dipicu oleh arus keluar dana asing atau "hot money flow" khususnya dari pasar Surat Utang Negara (SUN). Kondisi geopolitik global yang belum kondusif mendorong investor bersikap lebih defensif, sehingga mereka memilih menabung ke dalam aset yang aman seperti dolar AS.

"Banyak sekali investor asing keluar dulu ambil untung, dan tidak hanya rupiah, mata uang Asia lain juga melemah terhadap dolar," kata Myrdal kepada CNBC Indonesia Rabu (14/1/2026).

Namun, peneliti ini menilai tekanan terhadap rupiah masih berada dalam batas yang dapat dikelola. Ia mengatakan bahwa Bank Indonesia memiliki amunisi kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen intervensi di pasar keuangan.

Sementara itu, fenomena penurunan nilai rupiah ini turut dipicu oleh kenaikan harga jual dolar AS. Pada perdagangan Kamis lalu, harga jual dolar AS menembus angka keramat Rp17.000. Di beberapa money changer utama di Jakarta, kurs jual tercatat berada di rentang yang mengkhawatirkan, yaitu Rp16.930 hingga Rp17.010 per Dolar AS.

Beralah ke pasar obligasi, tekanan terhadap rupiah masih meresap dalam bentuk penurunan harga. Pada pekan lalu berakhir di posisi 6,23% untuk yield surat utang acuan RI dengan tenor 10 tahun (ID10Y). Dari posisi tersebut, ID10Y sudah menguat selama dua pekan beruntun.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasar obligasi juga terkena dampak dari penurunan nilai tukar rupiah. Perlu diingat bahwa pergerakan yield dan harga dalam pasar obligasi berlawanan arah, sehingga ketika yield meningkat, maka harga dapat menurun.
 
Rupiah terjebak bawah garuda kaya gitu, investor asing langsung keluar dulu ambil untung. Sama-sama kena tekanan dari pasar Surat Utang Negara, investor asing tidak ingin risiko, pilih dolar AS aja.

Mau cari ciri khas rupiah yang terjebak, sama saja dengan masa 1997-98, nilai tukar turun, investor keluar dulu ambil untung. Tapi kali ini jangan asyik ya, Bank Indonesia punya amunisi kebijakan untuk stabilisasi nilai tukar.

Mau cari kesan pasar obligasi yang terkena dampak dari penurunan nilai rupiah, sama saja dengan masa 2008-09, pasar obligasi juga terkena dampak dari krisis. Tapi kali ini jangan asyik ya, pasar obligasi masih stabil aja.

Rupiah terjebak bawah garuda, tapi tidak usah khawatir, karena Bank Indonesia punya kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar πŸ™
 
aku punya pendapatnya, kalau gak ada investasi asing, rupiah aja bisa stabil deh πŸ˜…. tapi kalo ada, rupiah itu akan terjebak dalam bawah garuda seperti sekarang. aku paham kan, investor asing ini lebih suka ambil untung dari pasar Surat Utang Negara (SUN) dan dollar AS, bukan nih uang rupiah πŸ€‘. tapi aku masih percaya kalau Bank Indonesia bisa ngelola kebijakan yang tepat, sehingga tidak terlalu parah deh πŸ’Έ. kalau gak punya amunisi, mungkin itu karena kenaikan harga jual dollar AS yang membuat rupiah terguncang 🀯. tapi aku masih yakin kalau pasar obligasi ini bisa menguat 😊.
 
ya, rupiah kaget-kaget, terus jebak dalam bawah garuda ya.. investor asing banget yang keluar ambil untung, membuat rupiah pun takut aja.. kalau kondisi geopolitik global belum kondisif, investor asing akan jadi lebih defensif, memilih tabung dulu di dolar.. tapi peneliti Maybank Indonesia Myrdal katakan masih ada amunisi kebijakan yang cukup untuk stabilisasi nilai tukar, jadi rupiah tidak perlu khawatir terlalu banyak..
 
rupiah kembali jebak lagi... apa sih yang salah kita? investor asing udh keluar dulu ambil untung, tapi berasal dari mana nih? kalau benar kalau ada investasi asing berpotensi meluncur, maka biar rupiah stabil aja gue suka. tapi sekarang apa yang bisa dilakukan bank indonesia? kembali lagi ke kebijakan moneter apa?
 
πŸ˜…πŸ€” Rupiah ini terjebak dalam bawah garuda sebenarnya karena banyak investor asing keluar dulu ambil untung ya πŸ€‘. Tapi jangan khawatir, Bank Indonesia punya amunisi kebijakan yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar πŸ“ˆ. Kita harus sabar dan tidak terburu-buru menanamkan investasi, tapi juga harus berhati-hati karena pasar obligasi juga terkena dampak dari penurunan nilai rupiah 😬. Selamat untuk mereka yang sudah memiliki rekening saham dan tidak terlalu bergantung pada rupiah πŸŽ‰.
 
aku pikir nanti rupiah akan stabil kembali, tapi kalau investor asing terus keluar dulu ambil untung, aku khawatir nilai tukar rupiah bakal turun lebih jauh lagi 😬. perlu nih bank indonesia yang pintar banget cara mengelola tekanan ini dengan menabur uang di pasar obligasi dan instrumen lainnya πŸ€‘. tapi aku masih setuju bahwa kondisi geopolitik global yang tidak kondusif ini memang membuat investor asing lebih khawatir πŸ˜•.
 
πŸ€£πŸ“‰ Rupiah terjebak di bawah Garuda, tapi siapa yang bilang kalau itu bukan karena kita jago memasak nasi goreng? πŸœπŸ‘€

πŸ“ŠπŸš€ Investasi asing berpotensi meluncur, tapi apakah itu bisa menghentikan tekanan terhadap rupiah? πŸ€”πŸ’Έ

πŸŒŽπŸ—ΊοΈ Kondisi geopolitik meningkatkan tekanan, tapi siapa yang bilang kalau kita tidak already knew itu? πŸ˜‚πŸ™„

πŸ“ˆπŸš¨ Bank Indonesia punya amunisi kebijakan yang memadai, tapi apakah itu cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar? πŸ€·β€β™‚οΈπŸ’Έ
 
kira-kira apa yang terjadi dengan rupiah, kan? selama ini banyak investor asing keluar dulu ambil untung, jadi nilai rupiah turut jatuh, walaupun saya pikir Bank Indonesia punya trik untuk mengatur nilai tukar, tapi sepertinya masih dalam tekanan dari pasar. harga dolar AS naik, itu memang membuat nilai rupiah terjebak di bawah garuda πŸ˜…. apalagi dengan kondisi geopolitik yang tidak kondusif, investor asing makin khawatir, jadi mereka coba cari tempat lain untuk investasi yang lebih aman πŸ€”.
 
gak percaya kayak gini rupiah bisa jatuh begitu murung... aku rasa itu karena investasi asing keluar dulu ambil untung a? tapi aku sori sih, aku gak paham bagaimana caranya investor asing tahu kalau mau keluar atau tidak... aku udah suka kumpul online, tapi aku still gak paham apa itu geopolitik πŸ˜…. aku rasa saya lebih suka membicarakan tentang gampangnya membuat sate ayamπŸ—, aku yang punya resep sempurna!
 
Rupiah terjebak dalam bawah garuda, ya... 🀯. Ini memang serius, mata uang kita sudah turun begitu parah. Mungkin karena kondisi geopolitik global yang belum kondusif, investor asing keluar dulu ambil untung. Tapi, penurunan nilai rupiah ini masih berada dalam batas yang dapat dikelola, ya? Bank Indonesia pasti punya amunisi kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui instrumen intervensi di pasar keuangan. πŸ“ˆ
 
rupiah ini kayak kambing hitam deh 🐐 mata uang Indonesia selalu mengalami tekanan karena apa lagi? investor asing ini kayak gila keluar dulu ambil untung, kemudian kembali lagi berinvestasi di rupiah πŸ˜’. tapi sepertinya peneliti yang dikitalkan di CNBC masih optimis, kata dia bisa mengendalikan tekanan ini dengan berbagai instrumen kebijakan... tapi aku masih ragu-ragu kok 😐. dan apa sih with pasar obligasi ini? sekarang nilai tukar rupiah lagi jadi benda berharga, kayaknya lagi kambing hitam πŸ™„.
 
rupiah ini terjebak dalam bawah garuda deh 🀯 kenaikan dolar as dan pengeluaran dana asing yang banyak memang membuat rupiah turun. tapi masih ada peluang banget utk rupiah meningkat lagi jika bank indonesia giliran menyerang dengan kebijakan yang tepat πŸ’Έ semoga bank indonesia bisa ngelola tekanan ini dengan baik 🀞
 
Rupiah terjebak dalam bawah garuda? eh kiras kan? sesebenarnya apa yang bikin investor asing keluar dulu ambil untung sih? mungkin karena kenaikan harga jual dolar AS, tapi apa itu sebenarnya? sih kan hanya alat pembayaran internasional, tapi bagaimana bisa bikin rupiah terjebak dalam bawah garuda? πŸ€”

dan sih apa dengan pasar obligasi yang turut dipicu oleh penurunan nilai tukar rupiah? seharusnya tidak, kan? pasar obligasi harus stabil kan? tapi ternyata juga terkena dampak dari penurunan nilai tukar rupiah. eh kiras kan?

maksudnya apa? kita harus sabar dan menunggu Bank Indonesia untuk mengambil kebijakan yang tepat agar stabilitas nilai tukar diperoleh. tapi sih bagaimana caranya nih? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Maksudnya siapa lagi kalau mata uang kita jadi terlalu mudah jebak? πŸ€” Seperti siapa yang tahu, geografis Indonesia itu sendiri diantara Amerika Selatan dan Australia. Makanya kalau investor asing mau keluar dulu ambil untung, itu nggak aneh banget ya? πŸ€‘ Tapi apa yang bisa dilakukan pemerintahnya? Maksudnya, kan Bank Indonesia punya kebijakan untuk mengontrol inflasi dan stabilkan nilai tukar. tapi bagaimana caranya nih kalau investor asing mau bergerak keluar?

Aku penasaran juga kalau apa yang bisa dilakukan pemerintah agar investasi asing ini tidak jadi meluncur? πŸ€” Mungkin perlu ada kebijakan yang lebih baik dari sebelumnya, atau mungkin ada cara lain yang belum kita pikirkan. aku ingin tahu apa opini Anda! πŸ€—
 
rupiah benar-benar jebak banget! kayaknya harus nol jadi satu aja 🀣 tapi siapa tahu bank indonesia bisa menangani giliran rupiah ini πŸ’Έ kalau tidak, mungkin harus beli dolar AS untuk menghemat uang πŸ˜‚
 
rupiah benar-benar terjebak ya, investor asing lagi keluar, kini harus lihat apakah biar rupiah bisa bangkit 🀞
saya pikir kalau BI harus jadi yang berani untuk mengatur nilai tukar, tapi aku juga paham karena investor asing yang serius sih ga suka terjebak dalam bawah garuda πŸ˜…
 
ini gajuran rupiah banget, siapa saja yang mau investir ke Indonesia sekarang? πŸ˜… mata uang kita sudah terjebak di bawah garuda, harus lihat di mana kita bisa ambil solusi dari situasi ini. saya berpikir Bank Indonesia harus jadi lebih berani mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan nilai rupiah, apalagi kenaikan harga dolar AS makin makin membuat investor kaget. πŸ€‘
 
kembali
Top