Pedagang Pasar Jatinegara keluhkan sepinya pembeli jelang Ramadhan

Pedagang di Pasar Jatinegara mengeluhkan kesepian menjelang bulan suci Ramadhan ini. Mereka merasa aktivitas perdagangan belum menunjukkan peningkatan signifikan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ada pedagang yang mengatakan, tahun ini berbeda dengan biasanya, di mana pasarmu berramai sejak beberapa pekan sebelum puasa.

Menurut Endah (65), salah satu pedagang cabai dan bawang, kondisi pasar tradisional kini cenderung lesu. "Biasanya kalau Ramadhan, ada yang stok cabai, bawang, mulai ramai tiga atau dua minggu sebelum puasa. Cuma sekarang kan gitu, sepi," ujar Endah.

Ahmad (47), pedagang lainnya, juga mengeluhkan keadaan pasar tradisional semakin sepi menjelang bulan suci ini. Dia percaya, maraknya pedagang online adalah salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya jumlah pembeli. "Apalagi semenjak ada pedagang online, jadi sepi dagangan di pasar. Itu ngaruh banget, karena kan orang banyak beli di online, diam di rumah," tutur Ahmad.

Pedagang lainnya mengatakan harga bahan pokok pada platform online terkadang lebih murah dibandingkan di pasar tradisional. Namun, dia juga menilai kualitas barang yang dibeli secara daring belum tentu sesuai dengan harapan pembeli. "Harga kadang lebih murah dari di pasar, tapi kualitas barang belum tentu bagus. Namanya beli online, barang bisa enggak sesuai," ungkap Ahmad.

Di sisi lain, harga cabai rawit di Pasar Jatinegara mulai menunjukkan kenaikan menjelang Ramadhan ini. Harga cabai rawit naik mencapai Rp70 ribu per kg, sedangkan harga cabai keriting dan cabai merah besar terpantau relatif lebih rendah.
 
Mau tahu apa yang membuat Pasar Jatinegara begitu sepi saat Ramadhan? Belum lagi, ada yang bilang pasar tradisional ini masih banyak sekali kenaikan harga di bulan suci ini 🤑🤦‍♂️. Nah, kalau ingin tahu, cabai rawit di sini kayaknya sudah mulai 'jatuh' dari langit... sekitar Rp 70 ribu per kg 🌿. Maksudnya, masih mahal banget! Yang salah sih harga bahan pokok online kenaikan, tapi kualitas barang belum tentu sesuai, kan? Biar jangan salah pilih, kan?
 
yaudah aja, tosok kenaikan harga cabai rawit di pasar jatinegara ini... kayaknya lagi-lagi pedagang tidak bisa menjaga harga yang stabil, kan? apa kalo bukan karena maraknya pedagang online, tapi mungkin ada faktor lain, misalnya cuaca atau musim yang tidak menyenangkan. tapi ayo, kalau harga cabai rawit naik, itu beda!
 
ini kayaknya kalau semua pedagang bawa barang ke online, pasarmu berramai dulu, tapi kemudian kembali ke tempat. sepertinya masih ada masalah lain yang tidak tertera di sini, misalnya apakah konsumen lebih berpikir tentang harga daripada kualitas? saya penasaran apa peran media sosial di kalangan masyarakat saat ini...
 
Pokonya pasarmu lagi sepi sama gitu! biasanya sih kalau Ramadhan ini pasar Jatinegara akan ramai banget, tapi ini tahunnya berbeda aja. mungkin karena online shopping makin populer, sih orang banyak beli di online. tapi aku rasa tolongan pasarmu lagi ada cara lain bisa meningkatkan penjualan, misalnya dengan membuat promo-promo khusus buat pelemahan puasa ini 🤔. apa kalau ada ide bagus, aku senang sekali membantu!
 
pasar jatinegara keren banget! tapi tahun ini aku rasanya kesepian aja menjelang bulan suci ini. aku biasa lihat ramai sekali sebelum puasa, tapi tahun ini udah macet banget. aku rasa ada pedagang online yang bikin semua orang beli di rumah, dan kualitas barangnya belum tentu sesuai. tapi aku seneng dengan harga cabai rawit yang naik, mungkin aku bisa mendapatkan stok enak untuk buat bakso atau sambal! 😊👍
 
Makasih bro, aku rasa kesepian di Pasar Jatinegara ini bukan karena ada yang salah sama-sama. Kalau kita tonton cara pedagang online berjalan, kayaknya masih banyak yang beli makanan ringan dan lain-lain. Aku pikir apa yang harus diubah adalah jadwal Ramadhan, kalau bisa pindah waktu puasa ngerasa lebih santai, bro.
 
mending jangan ngirimping sih, tapi apa yang bisa di lakukan? kalau pedagang online kayak gitu, mungkin harus ada regulasi yang lebih ketat soal kegiatan iya... tapi, sepertinya banyak orang yang suka beli online, gitu aja. harga cabai rawit nggak mau naik, tapi rasanya kayak di pasar tradisional sih... mah, tolong tahu, mungkin ada solusi yang bisa dicoba aja...
 
Belum ada yang jelas sih... apa salahnya lagi pasar tradisional ini? Kalau orang suka beli online, kenapa harus ada pasar tradisional lagi kayaknya? Di masa lalu, pasarmu berramai sejak beberapa pekan sebelum puasa, tapi sekarang cenderung lesu. Saya rasa perlu ada konsultasi dengan pedagang-pedagang dan masyarakat untuk menemukan solusi yang tepat, nggak?
 
ya mantu, tolong coba telusuri apa sih masalahnya sih. mungkin ada yang salah kita pahami dari dulu. pasarmu itu masih banyak banget kan? siapa yang bilang pasarmu sepi? aku pikir kalau online aja tidak bisa menggantikan pasar, tapi di sisi lain juga kayaknya ada yang lebih baik lagi yaa. misalnya pasar digital, di mana semua pedagang dan pembeli terhubung secara langsung. jadi siapa yang punya stok barangnya bisa langsung jual ke orang yang tahu kalau dia butuh. tapi aku rasa itu juga masih jauh dari apa yang sekarang kita lakukan yaa, tolong cari ide lain. 🤔
 
Hmm kayaknya pasar tradisional kayak gak bisa kalah dengan online ya... kalau mau banyak banget beli online sih, tapi di pasar gak ada keaslian, gimana aja? dan harga gak pasti terjamin juga... tapi kalau di pasar ini, kabari harga cabai rawit naik aja, itu kayaknya bakal bikin ramadhan lebih seru lagi! 🤔👀
 
ini kayaknya kabar baik untuk pedagang tradisional kan? harga cabai rawit mulai menanjak, itu artinya konsumen tidak sabar mau masuk puasa dengan rasa makan yang lebih enak 🤔. tapi gini aja, kalau ada peningkatan harga bahan pokok di pasar online, apa artianya? kalau kualitas barang belanjaan juga nggak terjamin, itu bikin konsumen tidak nyaman buat memilih produk mana yang bagus banget 🤷‍♂️. sepertinya ada perubahan gaya belanja masyarakat Indonesia yang lebih online sekarang ini, tapi itu apa sih keuntungan dan kerugian? 🤔
 
Pasar Jatinegara ini udah seru banget.. kalau tahun-tahun sebelumnya, di bulan suci Ramadhan, pasarmu berramai kan? tapi sekarang, ada yang bilang penjual online itu kapa mempengaruhi turunnya banyak pembeli. aku rasa pasar tradisional ini udah ketinggalan zaman, kalau ingin diintegrasikan dengan teknologi.. mungkin ada caranya agar pedagang bisa berbagi informasi lebih baik, atau membuat promosi online juga. tapi masih ada yang bilang harga bahan pokok online lebih murah, itu nggak salah kan? aku rasa perlu diperhatikan pula kualitas barang yang dibeli secara daring.
 
kaya gini, pasar Jatinegara udah sepi banget, mungkin karna banyak orang nge-jump online buat beli barang. tapi apa ya salahnya kalau ada online? kalau mau ngambil risiko udah jelas, kalau udah ngambil risiko, udah pakai yang sesuai aja. pas market online kan bisa nyaman banget untuk cari barang dan urusan lainnya. siapa yang bilang pasar tradisional lebih baik dari online?
 
Pasaran ini kayaknya tidak enak banget lagi... Kalau tahun-tahun lalu, pasarmu selalu ramai sejak beberapa pekan sebelum Ramadhan, tapi sekarang cuma 2-3 minggu aja yang ramai. Saya pikir ada pedagang online yang bikin semua orang beli di online, jadi dagangan di pasar semakin sepi. Dan kalau harga bahan pokok online lebih murah, itu juga bikin banyak pedagang tradisional merasa kesepian. Tapi kalau pasarmu kayaknya ramai lagi sejak beberapa pekan sebelum puasa, tapi kemudian lagi sepi... Saya rasa ada masalah yang lebih dalam dari ini, tapi saya tidak tahu apa itu... 🤔
 
🤔 Pasar Jatinegara yang sepi di bulan suci ini kayaknya bikin aku penasaran sih... apa salahnya kalau banyak orang beli online banget? 📊 Banyak pedagang online, tapi kayaknya belum bisa menggantikan pesan pasar tradisional. Harga bahan pokok mungkin lebih murah, tapi kualitas barangnya nggak pasti bagus. Aku rasa ada solusi, seperti kamu punya toko online, tapi masih jaga fasilitas pasar tradisional. Dengan demikian, orang bisa beli secara daring, tapi juga bisa nikmati suasana pasar yang "warm" 😊 dan bisa melihat langsung hasil kerja pedagang.
 
Oleh karenanya aja sih, pasaran tradisional jadi lesu nih.. kalau tahun lalu di pasar Jatinegara, banyak belanjaan di bulan suci Ramadhan ini, tapi sekarang terasa sibuk dan ramai sekitar 2 minggu sebelum puasa aja. ituuu, mungkin pedagang online jadi pilihan utama banget kalau buka-bukaannya online, jadi banyak lagi yang memilih tidak mengunjungi pasar tradisional nih 🤔
 
Pokoknya, pasarmu aku suka banget di musim Ramadhan... tapi tahun ini aku merasa aneh banget. Aku suka mencari stok cabai rawit di pasarmu, tapi tahun ini aku harus tunggu hingga 2 minggu sebelum bisa beli. Sebelumnya aku bisa cari stok seminggu sebelum puasa. Aku rasa online juga tidak menjadi alternatif yang baik, harga terkadang lebih murah tapi kualitas barang gak jelas. Tapi aku punya ide, apa jika kami pedagang di pasarmu buat konsultasi dengan pedagang online? Mungkin kita bisa memberikan tips kepada mereka tentang harga dan kualitas barang yang bisa membuat mereka lebih serius dalam bisnisnya...
 
Makasih kalo ada informasi tentang Pasar Jatinegara ini. Pertanyaan yang muncul di pikiranku, kenapa pasar tradisional seperti ini makin sepi? Mungkin kalau ada peningkatan aktivitas online di pasar, itu akan membuat banyak orang jadi pembeli online, bukan di pasar. Nah, aku pikir jika ada solusi untuk meningkatkan penjualan di pasar, pasti harusnya ada cara untuk membuat pasar ini lebih menarik, seperti yang bikin orang bersemangat untuk datang dan beli. Tapi, mungkin aku salah, aku hanya tech skeptic, aja 😐.
 
Mereka yang suka ngeluh dulu, tapi mungkin kalau diawasi dengan baik, pasar Jatinegara bisa jadi semakin ramai. Saya pikir ada yang salah, pedagang online juga boleh, tapi kalau pedagang online mau bekerja sama dengan tradisional aja, tidak terpaksa kompetisi dengan online aja, bisa jadi makin banyak penjual di pasar. Dan tentu saja, penjual punya kualitas barang yang lebih baik aja, bukan hanya harga murah.
 
kembali
Top