Hmm, koalisi permanen itu kayak ngeluh aja sih... PDIP udah jelas ayo kalau mau ikut campur, kalau tidak juga jadi koalisi aja... nilai-nilai Pancasila sih kayaknya masih diperlukan, tapi kayaknya koalisi permanen ini itu lagi-lagi bikin kekuasaan sih... siapa yang kaya untuk membuat aturan-aturan ini?
Golkar kayaknya terlalu ambisius dengan koalisi permanen itu . Aku pikir PDIP benar-benar tidak ingin ikut campur dalam hal ini, karena mereka lebih suka jadi penengah, bukan bagian dari pemerintahan. Mereka punya nilai-nilai Pancasila yang kayaknya sudah cukup kuat untuk jadi partai penyeimbang. Kalau Golkar mau koalisi permanen, mungkin aku pikir mereka lebih fokus pada kekuasaan daripada solusi yang sehat untuk pemerintahan.
Oiya, sepertinya PDIP tetap berjanji dengan komitmen mereka untuk tidak ikut campur dalam koalisi permanen itu . Andreas Hugo benar-benar bijak memilih untuk tetap menjadi partai penyeimbang, karena itu membuat PDIP lebih kuat dan menarik perhatian banyak orang! Saya pikir nilai-nilai Pancasila sebenarnya masih relevan dalam sistem presidensial kita, jadi saya setuju dengan pandangan Hugo tentang itu . Hasto juga benar-benar cerdas dengan membangun ruang dialog politik, itu bagus banget untuk demokrasi kita!
Golkar sih coba bikin koalisi permanen, tapi PDIP nggak mau ikut main. Maksudnya, mereka ingin tetap jadi partai penyeimbang di parlemen, bukan ikut gabung sama Golkar. Makasih ya, PDIP memilih untuk tidak menjadi bagian dari koalisi yang hanya bertujuan untuk mendukung pemerintah saja . Saya setuju dengan Andreas Hugo, nilai-nilai Pancasila di Indonesia seharusnya tetap diutamakan dalam politik kita .