PDIP mengutuk gagasan koalisi permanen yang diusulkan oleh Golkar, menentang partai oposisi. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo menyatakan tidak ingin ikut campur dalam wacana koalisi permanen itu. Dia mengatakan bahwa PDIP memilih tetap berada di luar pemerintahan dan memposisikan diri sebagai partai penyeimbang dalam sistem politik presidensial yang berlaku saat ini.
Hugo juga menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sejalan dengan sikap PDIP tersebut. Dia mengatakan bahwa koalisi permanen dikenal dalam sistem pemerintahan parlementer, tetapi Indonesia menerapkan sistem presidensial multipartai.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan PDIP tetap membuka ruang dialog politik dengan berbagai fraksi dan partai di DPR RI, meski berada di luar pemerintahan. Dia mengatakan bahwa komunikasi politik merupakan bagian dari fungsi penyeimbang dalam demokrasi.
Koalisi permanen disebut oleh Golkar untuk membangun kerja sama politik guna memastikan kebijakan strategis pemerintah mendapatkan dukungan politik.
Hugo juga menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sejalan dengan sikap PDIP tersebut. Dia mengatakan bahwa koalisi permanen dikenal dalam sistem pemerintahan parlementer, tetapi Indonesia menerapkan sistem presidensial multipartai.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan PDIP tetap membuka ruang dialog politik dengan berbagai fraksi dan partai di DPR RI, meski berada di luar pemerintahan. Dia mengatakan bahwa komunikasi politik merupakan bagian dari fungsi penyeimbang dalam demokrasi.
Koalisi permanen disebut oleh Golkar untuk membangun kerja sama politik guna memastikan kebijakan strategis pemerintah mendapatkan dukungan politik.