Gue pikir apa yang bikin PDIP menolak usul pilkada melalui DPRD itu, adalah karena gue rasa usul ini terlalu elite dan tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat rakyat. Kalau Pilkada lewat DPRD, bukan berarti masyarakat bisa langsung menyuarakan pendapatnya, tapi lebih fokus pada partai-partai yang ada di DPR. Gue pikir itu nggak adem, karena demokrasi harus melibatkan semua rakyat, bukan hanya elite atau orang-orang yang punya akses ke DPR.
Dan gue juga curiga kalau usul ini hanya sekedar cara agar partai-partai bisa terus berkuasa di DPR, bukan untuk membenarkan proses demokrasi yang seharusnya. Gue rasa itu nggak adil, karena masyarakat harus memiliki pengaruh yang lebih besar dalam proses pemerintahan, bukan hanya sekedar menunggu kebijakan dari partai-partai di DPR.
Gue harap Partai Demokratis dapat melakukan refleksi yang serius tentang posisi mereka, dan tidak hanya sekadar memperjuangkan kepentingan partai. Masyarakat perlu melihat siapa yang benar-benar peduli dengan kebutuhan mereka, bukan hanya orang-orang yang punya akses ke DPR.
Dan gue juga curiga kalau usul ini hanya sekedar cara agar partai-partai bisa terus berkuasa di DPR, bukan untuk membenarkan proses demokrasi yang seharusnya. Gue rasa itu nggak adil, karena masyarakat harus memiliki pengaruh yang lebih besar dalam proses pemerintahan, bukan hanya sekedar menunggu kebijakan dari partai-partai di DPR.
Gue harap Partai Demokratis dapat melakukan refleksi yang serius tentang posisi mereka, dan tidak hanya sekadar memperjuangkan kepentingan partai. Masyarakat perlu melihat siapa yang benar-benar peduli dengan kebutuhan mereka, bukan hanya orang-orang yang punya akses ke DPR.