PDI Perjuangan Gelar Perayaan Natal Nasional di Tapanuli Tengah, Melibatkan Bantuan untuk Korban Banjir
Menggelar Perayaan Natal Nasional 2026 bersama korban bencana banjir, PDI Perjuangan melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan dan penguatan moral masyarakat Tapanuli Tengah yang masih terdampak banjir.
Ketua Panitia Natal Nasional Marinus Gea mengatakan bahwa Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, memerintahkan agar pelaksanaan Natal ini dilaksanakan secara sederhana dan merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara di Tapanuli Tengah.
Esensi Natal menurut Marinus adalah kehadiran Tuhan Yesus yang membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia melalui kesederhanaan dan pengorbanan. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam sikap saling menolong, terutama kepada sesama yang sedang mengalami kesusahan.
Selain perayaan Natal, PDI Perjuangan juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Bantuan tersebut meliputi pengembalian dana yang hilang, memberikan dukungan bagi gereja-gereja yang rusak dan mengadakan kegiatan pendidikan bagi anak-anak di sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir.
Menggelar Perayaan Natal Nasional 2026 bersama korban bencana banjir, PDI Perjuangan melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan dan penguatan moral masyarakat Tapanuli Tengah yang masih terdampak banjir.
Ketua Panitia Natal Nasional Marinus Gea mengatakan bahwa Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, memerintahkan agar pelaksanaan Natal ini dilaksanakan secara sederhana dan merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara di Tapanuli Tengah.
Esensi Natal menurut Marinus adalah kehadiran Tuhan Yesus yang membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia melalui kesederhanaan dan pengorbanan. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam sikap saling menolong, terutama kepada sesama yang sedang mengalami kesusahan.
Selain perayaan Natal, PDI Perjuangan juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Bantuan tersebut meliputi pengembalian dana yang hilang, memberikan dukungan bagi gereja-gereja yang rusak dan mengadakan kegiatan pendidikan bagi anak-anak di sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir.