PBNU Pernah Patah Diri Terlibat Dalam Pelaporan Pandji Pragiwaksono, Tetapi Dibantah Kembali!
Pada 8 Januari 2026, Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AN-MU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan pelanggaran terhadap komika stand up comedy oleh Pandji Pragiwaksono kepada Polda Metro Jaya. Namun, tidak lama kemudian, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla membantah kembali klaim tersebut.
Ulil menegaskan bahwa AN-MU bukanlah bagian dari organisasi PBNU. "Tapi sejak dulu, banyak orang membuat ini itu atas nama NU," katanya. Ia menjelaskan bahwa karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka memungkinkan siapa saja untuk membentuk lembaga yang mengatasnamakan NU.
Ulil juga menilai bahwa adanya pelaporan tersebut sangat tidak tepat, karena humor tetap penting di tengah kehidupan masyarakat. "Kita butuh banyak tertawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat. Humor adalah kunci," ucapnya.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, juga menilai bahwa Pandji telah mencemari nama baik organisasi Islam dalam materi stand up yang dia bawakan. "Telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah," katanya.
Rizki berharap laporannya dan temuannya segera mungkin untuk ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya. "Kalau bisa secepatnya untuk dipanggil untuk diklarifikasi, dan kalau ada memang bukti-bukti yang kita lampirkan bisa ditindaklanjuti secepatnya," ucap dia.
Namun, seperti yang dibantah oleh Ulil, klaim tersebut ternyata tidak bermakna. Kembali lagi, PBNU memberitahu bahwa organisasi itu tidak terlibat dalam pelaporan tersebut.
Pada 8 Januari 2026, Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AN-MU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan pelanggaran terhadap komika stand up comedy oleh Pandji Pragiwaksono kepada Polda Metro Jaya. Namun, tidak lama kemudian, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla membantah kembali klaim tersebut.
Ulil menegaskan bahwa AN-MU bukanlah bagian dari organisasi PBNU. "Tapi sejak dulu, banyak orang membuat ini itu atas nama NU," katanya. Ia menjelaskan bahwa karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka memungkinkan siapa saja untuk membentuk lembaga yang mengatasnamakan NU.
Ulil juga menilai bahwa adanya pelaporan tersebut sangat tidak tepat, karena humor tetap penting di tengah kehidupan masyarakat. "Kita butuh banyak tertawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat. Humor adalah kunci," ucapnya.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, juga menilai bahwa Pandji telah mencemari nama baik organisasi Islam dalam materi stand up yang dia bawakan. "Telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah," katanya.
Rizki berharap laporannya dan temuannya segera mungkin untuk ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya. "Kalau bisa secepatnya untuk dipanggil untuk diklarifikasi, dan kalau ada memang bukti-bukti yang kita lampirkan bisa ditindaklanjuti secepatnya," ucap dia.
Namun, seperti yang dibantah oleh Ulil, klaim tersebut ternyata tidak bermakna. Kembali lagi, PBNU memberitahu bahwa organisasi itu tidak terlibat dalam pelaporan tersebut.