Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf telah menyatakan dukungannya terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Langkah Konkret untuk Bantu Gaza. Keputusan ini dianggap sebagai langkah tepat bagi Indonesia dalam menjaga komitmen dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina.
Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam forum internasional semacam itu merupakan bagian dari upaya mencari jalan paling efektif untuk mendukung masa depan Palestina. Gus Yahya percaya bahwa keputusan Presiden untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian ini tepat berdasarkan komitmen abadi untuk membantu Palestina.
Gus Yahya juga menyadari bahwa partisipasi Indonesia di forum tersebut kemungkinan dipandang kontroversial oleh sebagian pihak. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti mencari cara untuk membantu Palestina di tengah situasi global yang kompleks.
Dia menyoroti bahwa dinamika geopolitik saat ini diwarnai persaingan kepentingan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan negara-negara Eropa. Dalam situasi tersebut, menurutnya, kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional menjadi penting.
Gus Yahya percaya bahwa keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian membuat Indonesia tidak sekadar menjadi pengamat dalam proses internasional yang berdampak pada masa depan Palestina. Kehadiran Indonesia dinilai memberi peluang untuk menyuarakan kepentingan Palestina secara langsung.
Dia juga menyadari bahwa di dalam forum tersebut terdapat beragam kepentingan, termasuk dari Israel dan Amerika Serikat. Justru karena itu, kata dia, suara Indonesia diperlukan agar kepentingan Palestina tetap terwakili. Gus Yahya menyatakan dukungannya agar Presiden Prabowo Subianto menjalankan peran tersebut secara konsisten.
Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam forum internasional semacam itu merupakan bagian dari upaya mencari jalan paling efektif untuk mendukung masa depan Palestina. Gus Yahya percaya bahwa keputusan Presiden untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian ini tepat berdasarkan komitmen abadi untuk membantu Palestina.
Gus Yahya juga menyadari bahwa partisipasi Indonesia di forum tersebut kemungkinan dipandang kontroversial oleh sebagian pihak. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti mencari cara untuk membantu Palestina di tengah situasi global yang kompleks.
Dia menyoroti bahwa dinamika geopolitik saat ini diwarnai persaingan kepentingan antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, dan negara-negara Eropa. Dalam situasi tersebut, menurutnya, kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional menjadi penting.
Gus Yahya percaya bahwa keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian membuat Indonesia tidak sekadar menjadi pengamat dalam proses internasional yang berdampak pada masa depan Palestina. Kehadiran Indonesia dinilai memberi peluang untuk menyuarakan kepentingan Palestina secara langsung.
Dia juga menyadari bahwa di dalam forum tersebut terdapat beragam kepentingan, termasuk dari Israel dan Amerika Serikat. Justru karena itu, kata dia, suara Indonesia diperlukan agar kepentingan Palestina tetap terwakili. Gus Yahya menyatakan dukungannya agar Presiden Prabowo Subianto menjalankan peran tersebut secara konsisten.