Paus Leo XIV menyerukan kepada kardinal-kardinal untuk mengakui keberadaannya korban pelecehan seksual dalam Gereja Katolik. "Tidak ada yang dapat mematikan lecet ini," kata Paus tersebut dalam pernyataan yang diputar oleh Vatican News pada Minggu (11/1/2025). Paus Leo XIV mengakui bahwa isu pelecehan terhadap korban anak-anak dan orang dewasa menyebabkan luka yang dalam, yang dapat mempengaruhi seumur hidup.
Paus tersebut menekankan bahwa permasalahan ini sering kali tidak diakui oleh Gereja Katolik. Paus Leo XIV mengatakan bahwa pintu bagi para korban pelecehan seksual harus terbuka untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang sebenarnya perlu.
"Para korban merasa tersakiti ketika keluhan mereka tidak didengarkan oleh para Uskup," kata Paus tersebut. Oleh karenanya, Paus menekankan pentingnya mendengarkan para korban menjadi hal yang sangat penting dalam mengatasi masalah ini.
Dalam pengalamannya, Paus Leo XIV menyebut bahwa ada beberapa kasus dimana para korban merasa tidak disambut atau didampingi oleh para pendeta. Oleh karenanya, Paus menyarankan agar Gereja Katolik harus lebih proaktif dalam mendampingi para korban pelecehan seksual.
Pertemuan konsistori akan diadakan pada Juni mendatang untuk membahas arah Gereja di masa depan. Paus Leo XIV menyatakan bahwa pertemuan ini akan dilakukan selama dua hari dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual dalam Gereja Katolik.
"Paus mendorong adanya pendampingan dari pihak Gereja kepada korban pelecehan seksual," ujarnya.
Paus tersebut menekankan bahwa permasalahan ini sering kali tidak diakui oleh Gereja Katolik. Paus Leo XIV mengatakan bahwa pintu bagi para korban pelecehan seksual harus terbuka untuk mendapatkan bantuan dan dukungan yang sebenarnya perlu.
"Para korban merasa tersakiti ketika keluhan mereka tidak didengarkan oleh para Uskup," kata Paus tersebut. Oleh karenanya, Paus menekankan pentingnya mendengarkan para korban menjadi hal yang sangat penting dalam mengatasi masalah ini.
Dalam pengalamannya, Paus Leo XIV menyebut bahwa ada beberapa kasus dimana para korban merasa tidak disambut atau didampingi oleh para pendeta. Oleh karenanya, Paus menyarankan agar Gereja Katolik harus lebih proaktif dalam mendampingi para korban pelecehan seksual.
Pertemuan konsistori akan diadakan pada Juni mendatang untuk membahas arah Gereja di masa depan. Paus Leo XIV menyatakan bahwa pertemuan ini akan dilakukan selama dua hari dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual dalam Gereja Katolik.
"Paus mendorong adanya pendampingan dari pihak Gereja kepada korban pelecehan seksual," ujarnya.