Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah memperpanjang status tanggap darurat bencana yang berlalu hingga 6 Februari. Perpanjangan ini dilakukan agar penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berlangsung maksimal, karena dampak banjir dan tanah longsor masih terasa di beberapa wilayah.
Pada awalnya, status tanggap darurat berlalu hingga 23 Januari. Namun, setelah melakukan peninjauan ulang, pemerintah daerah memutuskan untuk memperpanjang perjanjian tersebut. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa perpanjangan ini dilakukan karena kabupaten masih terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Pada awalnya, lebih dari 100 desa di Kabupaten Pati terkena dampak bencana. Namun, sekarang hanya sebanyak 51 desa yang terkena dampak. Meskipun demikian, ancaman bencana masih tinggi.
Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengucapkan terima kasih kepada aparatur sipil negara, tim gabungan SAR, TNI, Polri, serta relawan yang telah bekerja keras di lapangan untuk membantu penanganan bencana. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, seperti Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang memberikan bantuan senilai Rp100 juta.
Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa Kabupaten Pati termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi di Jawa Tengah. Beberapa kawasan bahkan mengalami banjir berulang, sehingga memerlukan penanganan jangka panjang.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Pati berharap dapat mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk upaya penanganan banjir yang bersifat berulang dan berkelanjutan.
Pada awalnya, status tanggap darurat berlalu hingga 23 Januari. Namun, setelah melakukan peninjauan ulang, pemerintah daerah memutuskan untuk memperpanjang perjanjian tersebut. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa perpanjangan ini dilakukan karena kabupaten masih terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Pada awalnya, lebih dari 100 desa di Kabupaten Pati terkena dampak bencana. Namun, sekarang hanya sebanyak 51 desa yang terkena dampak. Meskipun demikian, ancaman bencana masih tinggi.
Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengucapkan terima kasih kepada aparatur sipil negara, tim gabungan SAR, TNI, Polri, serta relawan yang telah bekerja keras di lapangan untuk membantu penanganan bencana. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, seperti Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang memberikan bantuan senilai Rp100 juta.
Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa Kabupaten Pati termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi di Jawa Tengah. Beberapa kawasan bahkan mengalami banjir berulang, sehingga memerlukan penanganan jangka panjang.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Pati berharap dapat mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk upaya penanganan banjir yang bersifat berulang dan berkelanjutan.