Dua belas kabupaten/kota di Aceh telah berangsur pulih dari dampak bencana, menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Pemetaan kondisi dilakukan setelah fase tanggap darurat, yang pertama-tama melibatkan 15 hari penanganan darurat.
Kondisi wilayah tersebut masih tergolong berangsur pulih meskipun beberapa daerah masih memerlukan perhatian khusus karena sejumlah kehilangan dan kerusakan parah. Dalam fase ini, daerah-daerah tersebut tetap di bawah kendali tanggap darurat.
Sementara itu, pemulihan infrastruktur dasar mulai berjalan dengan baik. Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi tersebut sudah kembali terhubung. Selain itu, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten/kota terus dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Pendataan rumah rusak akibat bencana juga sedang berlangsung untuk mempercepat penyaluran bantuan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda.
Kondisi wilayah tersebut masih tergolong berangsur pulih meskipun beberapa daerah masih memerlukan perhatian khusus karena sejumlah kehilangan dan kerusakan parah. Dalam fase ini, daerah-daerah tersebut tetap di bawah kendali tanggap darurat.
Sementara itu, pemulihan infrastruktur dasar mulai berjalan dengan baik. Hampir seluruh ruas jalan nasional di tiga provinsi tersebut sudah kembali terhubung. Selain itu, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten/kota terus dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Pendataan rumah rusak akibat bencana juga sedang berlangsung untuk mempercepat penyaluran bantuan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda.