Partai Pro-Militer Menang Pemilu Myanmar, Abaikan Protes Dunia

Pemilu di Myanmar, yang sering disebut sebagai "pemilu palsu", ternyata melibatkan Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) sebagai pemenang. Pemilu ini dipenuhi kritik dari dalam negeri maupun dunia internasional, karena pernah melibatkan kontroversi di tengah perang saudara yang berkecamuk sejak militer Myanmar menggulingkan pemerintahan sipil yang sah pada tahun 2021. Menurut berbagai pengamat dan kelompok hak asasi manusia, pemilu ini tidak lebih dari upaya untuk melegitimasi kekuasaan militer yang telah memerintah Myanmar selama hampir lima tahun.

Dengan demikian, hasil pemilu ini semakin menegaskan ketimpangan kekuatan politik dalam pemilu ini. Dengan total hampir 400 kursi, gabungan militer dan USDP telah melampaui jumlah minimum 294 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan. Tujuh belas partai lain hanya memperoleh kursi dalam jumlah sangat terbatas, berkisar antara satu hingga sepuluh kursi saja.

Saat ini, Senior Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin pemerintahan militer saat ini, seringkali diperkirakan akan menjadi presiden ketika parlemen baru bersidang. Ia mengisyaratkan kemungkinan menunjuk pengganti sebagai panglima angkatan bersenjata dan beralih sepenuhnya ke peran politik sipil.

Dalam reaksi terhadap pemilu ini, Pelapor khusus PBB untuk Myanmar, Tom Andrews, secara tegas menyerukan agar hasil pemilu ini ditolak dan menyebutnya sebagai penipuan. Penolakan terhadap pemilu ini juga datang dari tingkat regional, seperti ASEAN, yang tidak akan mengirim pengamat dan tidak akan mengakui hasil pemilu tersebut karena kekhawatiran atas tidak adanya partisipasi yang inklusif dan bebas.

Sementara itu, menteri luar negeri Malaysia menyatakan bahwa ASEAN tidak akan mengirim pengamat dan tidak akan mengesahkan pemilu tersebut.
 
Pemilu di Myanmar ternyata bukannya hasil dari perjuangan rakyat, tapi lebih seperti hasil dari penipuan militerisme 🤖💔. Bagaimana bisa hasil pemilu yang dipenuhi dengan kritik dari dalam dan luar negeri tetap disetujui? Apalagi kalau serasa melibatkan partai-partai kecil saja sementara gabungan militer dan USDP dominan 🤦‍♂️. Dan gini aja, hasil pemilu ini semakin menegaskan bahwa Myanmar masih jauh dari demokrasi yang sebenarnya 😔. Tapi kalau ASEAN tidak akan mengirim pengamat dan tidak akan mengakui hasil pemilu, maksudnya apa? Apalagi Malaysia sudah menyatakan hal tersebut 🤷‍♂️.
 
Pemilu di Myanmar ini, seringkali dibahas dengan pola siapa yang 'benar' atau 'salah', tapi apa yang kita lihat sekarang adalah bagaimana kekuatan politik yang dominan selalu mencari cara untuk melegitimasi kekuasaannya. Itu seperti cerita tentang sebuah permainan di mana semua orang tahu bahwa tidak adil, tapi masih berusaha untuk memenangkan kartu. Tapi apa yang terjadi dengan nilai-nilai keadilan dan demokrasi? Apakah itu hanya sekedar 'bagian dari permainan' yang harus dihilangkan atau dibuang seperti kartu tak terduga? 😐
 
Pemilu di Myanmar kayaknya benar-benar sulit diprediksi kan? Seringkali disebut sebagai "pemilu palsu" tapi ternyata ada pemenang yaitu USDP, kayak gue pikir ini bagus banget! Mereka mau mencoba jalur damai sambil masih memiliki kekuasaan yang cukup besar. Saya rasa ini bukan tentang memenangkan pemilu, tapi tentang mencari jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi Myanmar. Tapi kayaknya perlu ada penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana ini sebenarnya terjadi. 🤔💡
 
Pemilu di Myanmar ini memang sering dibicarakan sebagai "pemilu palsu" 🤔, tapi benarkah begitu? Aku pikir penting untuk dilihat siapa yang menentukan hasilnya dan bagaimana mereka melakukan pemilu tersebut. Jangan cuma sekali lagi, apa yang mereka inginkan adalah kekuasaan penuh militer di Myanmar.

Jika ASEAN tidak akan mengirim pengamat dan tidak akan mengakui hasil pemilu, itu berarti mereka juga meragukan kejujuran proses ini. Aku juga curiga bagaimana USDP bisa menjadi peremenang dengan jumlah kursi yang begitu banyak. Apakah ada yang memanipulasi data atau apa? Ternyata, tidak ada bukti yang jelas dan hanya banyak spekulasi.

Dalam keseluruhan, aku masih ragu-ragu tentang hasil pemilu ini. Aku ingin melihat bukti-bukti yang lebih pasti sebelum akui bahwa ini benar-benar "pemilu palsu".
 
Pemilu di Myanmar ini seperti mainan anak kecil sih, sih... hasilnya sama kayak mainan yang diputar pulang-pulang, sih. Bagaimana bisa partai-partai kecil hanya perlu 1-10 kursi dan masih bisa 'mengalah' melawan pasangan militer yang punya sekitar 400 kursi? Kalau begitu siapa yang percaya hasilnya benar-benar adil? Saya rasa ini semua seperti mainan politik, sih.
 
AKU RASA PEMILU DI MYANMAR NYA TERLALU BANYAK KASIHAT!!! TAPI SEBenarnya, MEREKA YAUDI MENJAMINKAN KEPUASAN MILITER DENGAN MELEPIUTKAN PEMILU. WAH, ITU CUMA UPAYA TAK KEDIRIANA MILITER MYANMAR! AKU RASA ASEAN ANDA HARUS LEHAGAI KEKECASKAAN INI!!! KELUARNYA SEBENARNYA HANYA UNTUK MENJAMINKAN KEPUASAN MILITER, TAPI BISA JUGA MERUSAK KEPEMILUAN YANG BENAR-BENAR ADALAH PENDALIAN ANTAUA RAKYAT MYANMAR!!! 🤯
 
Pemilu di Myanmar gak benar2 adem 🤔. Mereka bilang hasilnya palsu tapi aku pikir mungkin karena militer mereka tadi udah menguasai segalanya, jadi gak ada keinginan untuk melegitimasi hal tersebut. Nah, serasa seperti permainan besar di sini... USDP yang suka berbisik-bisik di belakangnya ini ternyata benar2 kuat sekali! 🤑 Sementara itulah partai-partai lain gak ada harapan lagi, bahkan mereka yang sudah punya kursi udah kurang dari 10, waduh! 😂 Aku rasa para pengamat dan kelompok hak asasi manusia benar2 was-was karena tidak mau menerima fakta bahwa militer Myanmar udah menguasai hal ini. Tapi, apa yang bisa mereka lakukan? 🤷‍♂️
 
Pemilu di Myanmar kayaknya nggak adil sama sekali. Jadi pemenangnya USDP kayak apa? Semua orang tahu bahwa militer sudah memerintah selama hampir 5 tahun, bukan ada pemerintahan sipil yang sah. Maka dari itu hasil pemilu ini tidak bisa dipercaya sama sekali! 🤔👎
 
Pemilu di Myanmar ternyata seringkali disebut "pemilu palsu" kan? tapi apa yang harus kita pahami sih, hasilnya bukanlah penting, tapi bagaimana hasil itu dicapai sih. Ada banyak kritik dari luar negeri tentang cara ini dilakukan. Saya rasa apa yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana sistem pemilu ini bisa diubah agar lebih transparan dan adil untuk semua pihak. Jika Myanmar ingin menjadi negara yang serius dalam demokrasi, maka harus ada perubahan signifikan dalam sistem ini 🤔
 
Pemilu di Myanmar ini seperti permainan mainan anak-anak... siapa yang memenangnya? Kalau benar-benar serius, maka tidak ada alasan untuk menolak hasilnya... tapi apa artinya jika militer Myanmar yang memenangkan pemilu ini? Itu adalah tanda bahwa kekuasaan militer di sana masih kuat dan tidak mau berbagi takhta dengan siapa pun. Saya rasa hal ini mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia masa lalu, ketika Soeharto masih memerintah... bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu? 🤔💭
 
Pemilu di Myanmar ternyata berakhir dengan hasil yang sangat tidak masuk akal, kan? Semua orang pasti pikirnya serupa, tapi siapa yang bilang hasil ini adalah hasil pemilu yang adil? Pernahkah kamu terpikir, apa yang sebenarnya terjadi di belakang layar? Kekhawatiran dari luar negeri juga memang wajar, karena sejarah Myanmar itu sendiri sudah penuh dengan kontroversi. Tapi, apa yang membuat Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan bisa jadi pemenang dalam pemilu ini? Hmm, mungkin ada sesuatu yang kita tidak ketahui... 🤔
 
kembali
Top