IHSG Terus Membuat Jalan Sederhana, Dengan Sentimen Negatif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguasai perdagangan hari ini, meskipun dengan sentimen negatif yang melimpah. Perdagangan Selasa (20/1/2026) membawa IHSG ke level 9.134,7, meningkatkan nilai sebesar 0,827 poin atau 0,01 persen.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 9.156,19 dan berhasil mencapai level tertinggi 9.174,47. Namun, pada paruh kedua perdagangan, sentimen negatif mulai muncul, membuat IHSG mengalami koreksi tajam hingga menurut level terendah 9.120,15.
Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi mencapai 71,85 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,53 triliun. Sementara itu, indeks JII melemah 1,21 persen menuju posisi 614,43.
Penurunan IHSG hari ini tergolong sebagai penguasaan yang terkontrol dan jelas. Dari sisi sektoral, emiten energi dan infrastruktur menjadi salah satu pemberi tekanan utama pada IHSG. Keduanya mencatatkan penurunan sebanyak 0,32 persen dan 0,05 persen.
Tren bullish IHSG hari ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Namun, tren tersebut masih menjadi perdebatan antara para analis, dengan beberapa berpendapat bahwa trend peningkatan IHSG pada saat rupiah keok tidak dapat dijelaskan secara rinci.
Dalam wawancara cegat, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meminta Bank Indonesia (BI) untuk memberikan penjelasan tentang pelemahan rupiah. "Soal itu, Anda harus tanya bank sentral, karena saya enggak tahu," ujarlah Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguasai perdagangan hari ini, meskipun dengan sentimen negatif yang melimpah. Perdagangan Selasa (20/1/2026) membawa IHSG ke level 9.134,7, meningkatkan nilai sebesar 0,827 poin atau 0,01 persen.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 9.156,19 dan berhasil mencapai level tertinggi 9.174,47. Namun, pada paruh kedua perdagangan, sentimen negatif mulai muncul, membuat IHSG mengalami koreksi tajam hingga menurut level terendah 9.120,15.
Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi mencapai 71,85 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,53 triliun. Sementara itu, indeks JII melemah 1,21 persen menuju posisi 614,43.
Penurunan IHSG hari ini tergolong sebagai penguasaan yang terkontrol dan jelas. Dari sisi sektoral, emiten energi dan infrastruktur menjadi salah satu pemberi tekanan utama pada IHSG. Keduanya mencatatkan penurunan sebanyak 0,32 persen dan 0,05 persen.
Tren bullish IHSG hari ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Namun, tren tersebut masih menjadi perdebatan antara para analis, dengan beberapa berpendapat bahwa trend peningkatan IHSG pada saat rupiah keok tidak dapat dijelaskan secara rinci.
Dalam wawancara cegat, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, meminta Bank Indonesia (BI) untuk memberikan penjelasan tentang pelemahan rupiah. "Soal itu, Anda harus tanya bank sentral, karena saya enggak tahu," ujarlah Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).