Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa lima prajurit yang terlibat dalam pengeroyokan seorang guru di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akan diproses hukum. Ia memastikan TNI tidak ragu menindak tegas mereka yang melakukan pelanggaran.
Pengaruh minuman keras yang salah menjadi penyebab kesalahpahaman yang terjadi pada malam Kamis (22/1/2026). Korban mengalami luka-luka dan situasi menjadi tidak kondusif. Sebagai respons, Dery menyampaikan permohonan maaf kepada warga Melonguane.
Agus menekankan bahwa institusi TNI tidak menoleransi pelanggaran disiplin dan hukum yang dilakukan prajurit. Setiap anggota yang terbukti melakukan kesalahan akan ditindak tegas. Ia juga menegaskan bahwa ada banyak prajurit yang baik, namun harus mematuhi aturan.
Bentuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada para prajurit tersebut masih belum diketahui. Agus menyatakan bahwa keputusan terkait hukuman masih menunggu hasil proses hukum yang berjalan.
Pengaruh minuman keras juga terbuka-buka di dalam insiden tersebut, yang akhirnya menyebabkan warga menjadi korban pemukulan.
Pengaruh minuman keras yang salah menjadi penyebab kesalahpahaman yang terjadi pada malam Kamis (22/1/2026). Korban mengalami luka-luka dan situasi menjadi tidak kondusif. Sebagai respons, Dery menyampaikan permohonan maaf kepada warga Melonguane.
Agus menekankan bahwa institusi TNI tidak menoleransi pelanggaran disiplin dan hukum yang dilakukan prajurit. Setiap anggota yang terbukti melakukan kesalahan akan ditindak tegas. Ia juga menegaskan bahwa ada banyak prajurit yang baik, namun harus mematuhi aturan.
Bentuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada para prajurit tersebut masih belum diketahui. Agus menyatakan bahwa keputusan terkait hukuman masih menunggu hasil proses hukum yang berjalan.
Pengaruh minuman keras juga terbuka-buka di dalam insiden tersebut, yang akhirnya menyebabkan warga menjadi korban pemukulan.