Dalam dunia konstruksi bangunan, kayu telah menjadi pilihan yang populer seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu hal yang membingungkan adalah kekayaan struktur dan sifat kayu, baik secara anatomi maupun mekanik. Oleh karena itu, mari kita bahas apa saja yang terdapat pada struktur kayu.
Kayu memiliki beberapa lapisan penyusun yang membentuk struktur dasarnya. Lapisan-lapisannya adalah kulit luar (outer bark), kambium, kayu gubal, dan kayu teras. Kita harus memahami perbedaan dan fungsi masing-masing lapisan tersebut agar kita dapat menggunakan kayu dengan lebih baik.
Kulit luar adalah lapisan mati yang keras dan berfungsi sebagai pelindung mekanis dari serangan hama, api, dan kekeringan. Sedangkan kambium adalah lapisan tipis jaringan hidup yang aktif membelah. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa kambium memiliki peran penting dalam pertumbuhan pohon.
Kemudian ada kayu gubal dan kayu teras. Kayu gubal adalah bagian kayu yang lebih muda dan berwarna terang, sedangkan kayu teras adalah bagian tengah yang lebih tua dan umumnya berwarna gelap. Berbeda dari itu adalah lingkaran tahun, pola lingkaran konsentris akibat perbedaan pertumbuhan musim hujan dan kemarau.
Di bawah mikroskop, struktur sel kayu menentukan klasifikasi botani dan penggunaannya. Kayu daun jarum (softwood) memiliki struktur sederhana dan seragam, sedangkan kayu daun lebar (hardwood) memiliki struktur yang lebih kompleks.
Selain itu, ada beberapa sifat fisik kayak yang perlu kita ketahui yaitu higroskopicitas, anisotropi, berat jenis, dan sifat mekanik. Higroskopicitas adalah kemampuan kayu untuk menyerap dan melepas uap air, sedangkan anisotropi adalah kemampuan kayu untuk menyusut tidak seragam. Berat jenis adalah indikator utama kualitas kayu, serta sifat mekanik seperti keteguhan tarik, keteguhan tekan, keteguhan geser, dan keteguhan lentur.
Sifat kimia kayak juga perlu kita ketahui yaitu komponen polimer utama yang ada pada kayu, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah memahami kayu berarti memahami keseimbangan antara air dan struktur selnya.
Kayu memiliki beberapa lapisan penyusun yang membentuk struktur dasarnya. Lapisan-lapisannya adalah kulit luar (outer bark), kambium, kayu gubal, dan kayu teras. Kita harus memahami perbedaan dan fungsi masing-masing lapisan tersebut agar kita dapat menggunakan kayu dengan lebih baik.
Kulit luar adalah lapisan mati yang keras dan berfungsi sebagai pelindung mekanis dari serangan hama, api, dan kekeringan. Sedangkan kambium adalah lapisan tipis jaringan hidup yang aktif membelah. Sehingga kita dapat mengatakan bahwa kambium memiliki peran penting dalam pertumbuhan pohon.
Kemudian ada kayu gubal dan kayu teras. Kayu gubal adalah bagian kayu yang lebih muda dan berwarna terang, sedangkan kayu teras adalah bagian tengah yang lebih tua dan umumnya berwarna gelap. Berbeda dari itu adalah lingkaran tahun, pola lingkaran konsentris akibat perbedaan pertumbuhan musim hujan dan kemarau.
Di bawah mikroskop, struktur sel kayu menentukan klasifikasi botani dan penggunaannya. Kayu daun jarum (softwood) memiliki struktur sederhana dan seragam, sedangkan kayu daun lebar (hardwood) memiliki struktur yang lebih kompleks.
Selain itu, ada beberapa sifat fisik kayak yang perlu kita ketahui yaitu higroskopicitas, anisotropi, berat jenis, dan sifat mekanik. Higroskopicitas adalah kemampuan kayu untuk menyerap dan melepas uap air, sedangkan anisotropi adalah kemampuan kayu untuk menyusut tidak seragam. Berat jenis adalah indikator utama kualitas kayu, serta sifat mekanik seperti keteguhan tarik, keteguhan tekan, keteguhan geser, dan keteguhan lentur.
Sifat kimia kayak juga perlu kita ketahui yaitu komponen polimer utama yang ada pada kayu, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah memahami kayu berarti memahami keseimbangan antara air dan struktur selnya.