Banyak siswa SMA/MA/SMK di Indonesia, terutama yang tinggal di daerah perkotaan dan perkampungan, masih bingung tentang mekanisme seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru 2026 (SNPMB). Apa saja yang harus dilakukan agar sukses di SNBP 2026? Bagaimana cara mendaftar ke universitas ternama seperti UI, ITB, dan UNDIP? Berikut adalah panduan lengkap tentang bagaimana cara mendaftarkan diri ke SNBP-SNPMB 2026.
Pertama-tama, siswa kelas 12 yang memiliki lulusan SMA/MA/SMK memerlukan akun SNPMB untuk mengisi data diri secara mandiri di portal SNPMB. Lalu, setelah akun diisi selesai, mereka juga harus mendaftarkan diri ke PDSS (Pangkalan Data Siswa dan Sekolah) dari sekolah mereka.
Saat ini diakui bahwa, banyak hal yang menghambat siswa SMA/MA/SMK Indonesia untuk sukses di SNBP. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang mekanisme seleksi yang dilakukan oleh PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Oleh karena itu, berikut adalah tata cara yang harus diperhatikan oleh para siswa agar bisa sukses di SNBP 2026.
Baca juga: Pendaftaran SNBP-SNPMB 2026.
Kuota sekolah untuk SNBP-SNPMB 2026
Saat ini, kemenegdas mengumumkan bahwa jumlah kuota yang dimiliki oleh sekolah adalah sebagai berikut:
- Sekolah dengan Akreditasi A mendapatkan 40 persen
- Sekolah dengan akreditasi B mendapatkan 25 persen
- Sekolah dengan akreditasi C mendapatkan 5 persen.
Sementara itu, apabila suatu sekolah menggunakan e-rapor secara aktif akan mendapatkan tambahan 5 persen kuota.
Bersamaan dengan terbuka di hari Selasa, 3 Februari 2026, PTN juga mengumumkan nilai rapor mata pelajaran, dua mata pelajaran pendukung pilihan prodi, prestasi, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan SNBP-SNPMB.
Berdasarkan peraturan terbaru, TKA sudah diupload ke data induk Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sejak 5 Januari 2026 pukul 15.00 WIB.
Pada peringkat ini, nilai TKA yang mengakibatkan diri siswa dianggap tidak memiliki kualifikasi atau mengalami penolakan untuk masuk ke PTN adalah 20 persen dan kurang.
Saat ini masih banyak hal yang mempengaruhi kesuksesan para siswa SMA/MA/SMK Indonesia agar bisa mendapatkan spot di universitas ternama. Salah satunya adalah karena belum ada pemahaman yang jelas tentang mekanisme seleksi yang akan di lakukan oleh PTN.
Pertama-tama, siswa kelas 12 yang memiliki lulusan SMA/MA/SMK memerlukan akun SNPMB untuk mengisi data diri secara mandiri di portal SNPMB. Lalu, setelah akun diisi selesai, mereka juga harus mendaftarkan diri ke PDSS (Pangkalan Data Siswa dan Sekolah) dari sekolah mereka.
Saat ini diakui bahwa, banyak hal yang menghambat siswa SMA/MA/SMK Indonesia untuk sukses di SNBP. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang mekanisme seleksi yang dilakukan oleh PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Oleh karena itu, berikut adalah tata cara yang harus diperhatikan oleh para siswa agar bisa sukses di SNBP 2026.
Baca juga: Pendaftaran SNBP-SNPMB 2026.
Kuota sekolah untuk SNBP-SNPMB 2026
Saat ini, kemenegdas mengumumkan bahwa jumlah kuota yang dimiliki oleh sekolah adalah sebagai berikut:
- Sekolah dengan Akreditasi A mendapatkan 40 persen
- Sekolah dengan akreditasi B mendapatkan 25 persen
- Sekolah dengan akreditasi C mendapatkan 5 persen.
Sementara itu, apabila suatu sekolah menggunakan e-rapor secara aktif akan mendapatkan tambahan 5 persen kuota.
Bersamaan dengan terbuka di hari Selasa, 3 Februari 2026, PTN juga mengumumkan nilai rapor mata pelajaran, dua mata pelajaran pendukung pilihan prodi, prestasi, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan SNBP-SNPMB.
Berdasarkan peraturan terbaru, TKA sudah diupload ke data induk Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sejak 5 Januari 2026 pukul 15.00 WIB.
Pada peringkat ini, nilai TKA yang mengakibatkan diri siswa dianggap tidak memiliki kualifikasi atau mengalami penolakan untuk masuk ke PTN adalah 20 persen dan kurang.
Saat ini masih banyak hal yang mempengaruhi kesuksesan para siswa SMA/MA/SMK Indonesia agar bisa mendapatkan spot di universitas ternama. Salah satunya adalah karena belum ada pemahaman yang jelas tentang mekanisme seleksi yang akan di lakukan oleh PTN.