Malam Nisfu Syaban: Kenapa Umat Islam Menghidupkannya?
Nanti malam adalah malam Nisfu Syaban, dimulai setelah maghrib, 2 Februari 2026. Malam ini merupakan peringatan penting bagi umat Muslim untuk melakukan ibadah khusus. Kenapa umat Islam menghidupkan malam ini? Sejarah dan makna dari malam ini akan kita bahas secara detail berikut.
Mengenai Nisfu Syaban, sebagian ulama percaya bahwa menghidupkan malam ini hukumnya adalah sunnah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda: "Syaban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadan. Di bulan itu amal manusia diangkat ke langit oleh Allah dan aku menyukai saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai).
Mengenai keutamaan Nisfu Syaban, Nabi SAW juga bersabda: "Allah Ta'ala memberikan perhatian-Nya kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Syaban. Dan Allah Ta'ala mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain." (HR At-Thabrani dari Muadz bin Jabbal radhiallahu 'anhu).
Malam Nisfu Syaban boleh dilakukan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. Kita boleh mengisinya dengan puasa, salat, zikir, dan ibadah lainnya. Itulah yang dilakukan para ulama dalam menghidupkan malam Nisfu Syaban.
Malam ini ada beberapa amalan khusus yang boleh kita lakukan seperti:
* Salat Maghrib berjamaah dan membaca zikir setelah salat.
* Salat Ba'diyah Maghrib
* Membaca Rotibul Haddad
* Membaca Surah Yasin 3 Kali setelah Maghrib dan berdoa sesuai hajat.
* Salat Isya' berjamaah dan membaca zikir setelah salat.
* Salat Ba'diyah Isya'
* Di saat sepertiga akhir malam, lakukan salat-salat sunnah seperti: Salat Witir 3-11 rakaat (diusahakan dilaksanakan di akhir salat sunnah/waktu akhir sebelum masuknya Shubuh), Salat Hajat, Salat Istikharah, Salat Tasbih.
Nanti malam adalah malam Nisfu Syaban, dimulai setelah maghrib, 2 Februari 2026. Malam ini merupakan peringatan penting bagi umat Muslim untuk melakukan ibadah khusus. Kenapa umat Islam menghidupkan malam ini? Sejarah dan makna dari malam ini akan kita bahas secara detail berikut.
Mengenai Nisfu Syaban, sebagian ulama percaya bahwa menghidupkan malam ini hukumnya adalah sunnah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda: "Syaban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadan. Di bulan itu amal manusia diangkat ke langit oleh Allah dan aku menyukai saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai).
Mengenai keutamaan Nisfu Syaban, Nabi SAW juga bersabda: "Allah Ta'ala memberikan perhatian-Nya kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Syaban. Dan Allah Ta'ala mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang saling berdengki satu sama lain." (HR At-Thabrani dari Muadz bin Jabbal radhiallahu 'anhu).
Malam Nisfu Syaban boleh dilakukan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. Kita boleh mengisinya dengan puasa, salat, zikir, dan ibadah lainnya. Itulah yang dilakukan para ulama dalam menghidupkan malam Nisfu Syaban.
Malam ini ada beberapa amalan khusus yang boleh kita lakukan seperti:
* Salat Maghrib berjamaah dan membaca zikir setelah salat.
* Salat Ba'diyah Maghrib
* Membaca Rotibul Haddad
* Membaca Surah Yasin 3 Kali setelah Maghrib dan berdoa sesuai hajat.
* Salat Isya' berjamaah dan membaca zikir setelah salat.
* Salat Ba'diyah Isya'
* Di saat sepertiga akhir malam, lakukan salat-salat sunnah seperti: Salat Witir 3-11 rakaat (diusahakan dilaksanakan di akhir salat sunnah/waktu akhir sebelum masuknya Shubuh), Salat Hajat, Salat Istikharah, Salat Tasbih.