Pelawak tunggal Pandji Pragiwaksono diiringi perdebatan panas terkait dengan apa yang dianggap sebagai "materi" yang dilansir dari pertunjukannya di dalam kontes komedi tunggal "Mens Rea". Banyak warganet menilai bahwa "Mens Rea" itu bukan sekadar tontonan, tapi juga merupakan peristiwa sosial-politik.
Sebagai pelopor dari dua organisasi kepemudaan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Angkatan Muda NU-Muhammadiyah melaporkan Pandji di pertunjukannya karena dugaan pencemaran nama baiknya ke Polda Metro Jaya. Pelaporan itu kemudian dibawa dalam bentuk surat laporan nomor STTLP/B/166/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, yang tertanggal 8 Januari 2026 pukul 00:36 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima Tirto.id, mengenai apa itu "Mens Rea" sendiri merupakan tur pertunjukan komedi tunggal yang dibuat Pandji pada 2025 lalu. Dalam pertunjukannya, Pandji banyak bercanda tentang politik Indonesia.
Puncak pertunjukan "Mens Rea" digelar di Indonesia Arena, Jakarta pada 30 Agustus 2025. Pertunjukan spesial komedi tunggal ke-10 Pandji itu kemudian tayang di Netflix pada 27 Desember 2025 lalu.
Dalam pertunjukannya, Pandji Pragiwaksono memang sempat sedikit membahas tentang NU dan Muhammadiyah dalam materinya. Kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu disebut Pandji dalam materi candaannya tentang "politik balas budi".
Materi yang dibawa oleh pelapor, Rizki Abdul Rahmad Wahid dari Angkatan Muda NU-Muhammadiyah, melaporkan bahwa pandji menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis lewat keputusan menerima konsesi tambang. Menurut pelapor itu, adanya analisi seperti itu dinilai telah membuat kegaduhan serta berpotensi memecah belah masyarakat.
Pertunjukan Pandji Pragiwaksono juga diprotes kedua organisasi kepemudaan NU dan Muhammadiyah dalam unjuk rasa yang digelar di Kantor Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta Pusat pada Rabu (7/1/2026).
Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NU (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) memprotes tayangan "Mens Rea" di Netflix. Mereka menuntut agar tayangan tersebut dievaluasi.
Kedua organisasi ini menduga bahwa dalam pertunjukan "Mens Rea", Pandji Pragiwaksono menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis lewat keputusan menerima konsesi tambang. Dalam unjuk rasa, peserta dari AMNU dan AMM menuntut agar tayangan tersebut dievaluasi.
Sebagai pelopor dari dua organisasi kepemudaan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Angkatan Muda NU-Muhammadiyah melaporkan Pandji di pertunjukannya karena dugaan pencemaran nama baiknya ke Polda Metro Jaya. Pelaporan itu kemudian dibawa dalam bentuk surat laporan nomor STTLP/B/166/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, yang tertanggal 8 Januari 2026 pukul 00:36 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima Tirto.id, mengenai apa itu "Mens Rea" sendiri merupakan tur pertunjukan komedi tunggal yang dibuat Pandji pada 2025 lalu. Dalam pertunjukannya, Pandji banyak bercanda tentang politik Indonesia.
Puncak pertunjukan "Mens Rea" digelar di Indonesia Arena, Jakarta pada 30 Agustus 2025. Pertunjukan spesial komedi tunggal ke-10 Pandji itu kemudian tayang di Netflix pada 27 Desember 2025 lalu.
Dalam pertunjukannya, Pandji Pragiwaksono memang sempat sedikit membahas tentang NU dan Muhammadiyah dalam materinya. Kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu disebut Pandji dalam materi candaannya tentang "politik balas budi".
Materi yang dibawa oleh pelapor, Rizki Abdul Rahmad Wahid dari Angkatan Muda NU-Muhammadiyah, melaporkan bahwa pandji menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis lewat keputusan menerima konsesi tambang. Menurut pelapor itu, adanya analisi seperti itu dinilai telah membuat kegaduhan serta berpotensi memecah belah masyarakat.
Pertunjukan Pandji Pragiwaksono juga diprotes kedua organisasi kepemudaan NU dan Muhammadiyah dalam unjuk rasa yang digelar di Kantor Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta Pusat pada Rabu (7/1/2026).
Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NU (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) memprotes tayangan "Mens Rea" di Netflix. Mereka menuntut agar tayangan tersebut dievaluasi.
Kedua organisasi ini menduga bahwa dalam pertunjukan "Mens Rea", Pandji Pragiwaksono menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis lewat keputusan menerima konsesi tambang. Dalam unjuk rasa, peserta dari AMNU dan AMM menuntut agar tayangan tersebut dievaluasi.