Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, terkait Materi Mens Rea Apa?

Pandji Pragiwaksono menghadapi protes dari dua organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah setelah candaannya dalam pertunjukkan spesial "Mens Rea" yang tayang di Netflix. Keduanya melaporkan pandji dengan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, mengatakan materi tersebut telah menghina, menimbulkan kegaduhan dan berpotensi memecah belah masyarakat.

Materi yang disinggung adalah ketika Pandji banyak bercanda tentang politik Indonesia. Dalam pertunjukannya, ia menyebut NU dan Muhammadiyah dalam materi candanya tentang "politik balas budi". Ia menggunakan keputusan kedua organisasi tersebut mengurus tambang sebagai analogi untuk menunjukkan bagaimana pemerintah membuat keputusan yang bisa dijadikan contoh bagi masyarakat.

Namun, dua organisasi kepemudaan ini melaporkan bahwa pernyataan Pandji itu berpotensi memecah belah masyarakat karena menyebutkan NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis lewat keputusan menerima konsesi tambang. Melihat ketidakpuasan dari mereka, para massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NU (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) melakukan unjuk rasa di Kantor Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta Pusat.

Menurut Rizki Abdul Wahid, koordinator aksi tersebut yang juga pelapor atas nama Rizki Abdul Rahmad Wahid, bahwa pertunjukan "Mens Rea" dianggap telah merendahkan nilai-nilai komedi dengan membuat materi yang "sarat polarisasi dan menjurus pada fitnah".

Meskipun ada protes dari kedua organisasi kepemudaan tersebut, namun analisis alat pemantau percakapan warganet Drone Emprit menunjukkan bahwa sendiri "Mens Rea" menuai dukungan yang lebih besar dari para penggemar warga net. Dalam 11 hari sejak tayang di Netflix, "Mens Rea" menciptakan 20 ribu percakapan lintas media sosial dan memperoleh total interaksi lebih dari 117 juta.

Dengan demikian, sentimen positif yang muncul di media sosial sekalipun, terutama melalui platform yang dimiliki oleh para penggemar seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok.
 
Wahhhhhh 🤔 aku jadi nyesit banget denger itu... si Pandji Pragiwaksono benar-benar tidak sadar betapa parahnya kata-katanya, tapi sayangnya banyak orang yang malah terluka karena itu 😕. Tapi aku lihat positifnya, kalau "Mens Rea" bisa menciptakan 117 juta interaksi dan 20 ribu percakapan lintas media sosial, itu berarti banyak orang yang terkesan dengan pertunjukannya, padahal sepertinya ada dua belah pihak yang tidak setuju 🤝. Tapi aku rasa kita harus belajar untuk menerima perbedaan pendapat dan mencari cara untuk menghindar dari konflik dan kegaduhan, agar bisa hidup harmonis dalam masyarakat 🌈
 
Makasih bro, aku sengaja nonton 'Mens Rea' dan rasa gugup banget kalau nyanyian Pandji terus-terusan mengkritik NU dan Muhammadiyah. Aku paham bahwa mereka memiliki kekacauan di masa lalu, tapi siapa tahu di masa depan keduanya akan bisa berubah dan menjadi lebih baik.

Aku rasa alasan dari 2 organisasi kepemudaan itu melaporkan kepadanya adalah karena mungkin mereka masih belum terbiasa dengan gaya humor Pandji. Tapi kalau sih, aku pikir Pandji cukup bijak dalam menyampaikan pesannya. Saya tidak setuju dengan opini Rizki Abdul Wahid tentang nilai-nilai komedi, tapi aku paham bahwa 'Mens Rea' memang memiliki sentimen polarisasi.

Aku suka dengan cara Pandji memecahkan masalah dengan menggunakan humor, tapi aku juga pikir ada kalanya harus lebih hati-hati dalam menyampaikan pesan yang sensitif seperti itu.
 
Makasih kebebasan netizen di Indonesia ini 🙏. Kalau nggak ada sumber, si Pandji Pragiwaksono aja bisa ngikuti trend yang ada di media sosial. Nah, pertanyaannya, siapa yang bilang apa yang sahih? Apa yang penting adalah orang-orang netizen Indonesia ini yang sudah bebas berdiskusi tanpa takut disita pemerintah atau organisasi tertentu. Nah, kalau kalian lihat video "Mens Rea", apakah benar-benar ada di sana fitnah ke dua organisasi kepemudaan tersebut? Tidak ada bukti nyata yang bisa dipastikan bahwa si Pandji Pragiwaksono benar-benar ingin memecah belah masyarakat. Nah, apalagi kalau kalian lihat sentimen positif dari para penggemar "Mens Rea" di media sosial? Mereka bilang apa? 🤔
 
Pandji Pragiwaksono benar-benar bikin kontroversi, tapi nggak salah bahwa dia bisa mengatakan sesuatu yang membuat kita tertawa, tapi juga harusnya tidak melekeh-keleh ke Organisasi-organisasi seperti NU dan Muhammadiyah 🤔. Aku pikir dia harus lebih berhati-hati dalam mengkritik orang lain, karena kadang-kadang kata-kataanya bisa jadi menghina, tapi nggak sengaja 🙏.

Aku rasa organisasi-organisasi seperti NU dan Muhammadiyah benar-benar tidak perlu marah, karena mereka sudah terkenal sebelumnya, dan siapa yang bilang dia salah? 🤷‍♂️. Aku pikir Pandji bisa belajar dari kesalahan ini, untuk lebih berhati-hati dalam mengkritik orang lain.

Tapi aku juga senang melihat bahwa "Mens Rea" masih populer di kalangan penggemar warga net, karena dia bisa membuat kita tertawa dan tidak terlalu serius 🤣. Aku pikir itu yang penting, bukan apakah kita harus marah atau tidak.
 
Pandji itu benar-benar bodoh, sih 🤦‍♂️. Mereka punya kesempatan untuk berbicara tentang hal-hal penting tapi mereka memilih membicarakan politik balas budi aja. Seringkali kita lihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku rasa itu bukan komedi, itu lebih seperti parodi 🤔.
 
Aku tidak biasa komentar apa-apa tapi kalau harus bilang, aku pikir Pandji itu keren banget! Aku suka ketebalan dia dalam berkomedi, bisa bikin aku tertawa. Tapi aku juga paham, siapa tahu ada orang yang merasa terluka dengan sesuatu yang dikatakan olehnya. Keduanya (NU dan Muhammadiyah) benar-benar melaporkan protes mereka, tapi aku rasa apa pun itu, sih, keduanya bisa jujur tentang perasaan mereka. Aku juga ngebaca dari alat pemantau percakapan warganet Drone Emprit, kalau bisa berbagi opini, aku pikir banyak orang yang masih suka menyebutkan "Mens Rea" di media sosial, dan itu bukti bahwa banyak orang suka menontonnya! 🤣
 
Aku penasaran dengan reaksi dari NU dan Muhammadiyah sih, tapi aku pikir mereka lebih berat hati daripada hal ini. Aku yakin "Mens Rea" itu bukan untuk memecah belah masyarakat, tapi lebih buat untuk membuat kita semua tertawa bersama. Tapi, aku setuju dengan para massa aksi bahwa komedi harus dihormati dan tidak boleh menimbulkan kegaduhan.

Aku sendiri masih belum nonton "Mens Rea" itu, tapi aku tahu canda Pandji yang aku dengar dari temen-temen di media sosial itu lucu banget! Tapi, mungkin aku salah dalam memahaminya, aku tidak pernah menonton kontes komedi sebelumnya. Aku lebih suka nonton anime dan film Indonesia sih.

Aku pikir apa yang terjadi adalah, orang-orang yang merasa terluka oleh kata-kata Pandji itu, tapi yang harus diingat adalah, itu hanya canda yang tidak sengaja memecah belah masyarakat. Aku rasa kita semua lebih fokus pada hal-hal positif daripada negatif.
 
Pandji Pragiwaksono memang bisa bikin konten yang lucu dan membuat orang tertawa, tapi aku penasaran kenapa orang-orang jadi kaget dengan sini. Mereka bilang bahwa pernyataannya menghina NU dan Muhammadiyah, tapi aku pikir itu adalah kebebasan berbicara yang bisa memberikan kontribusi pada diskusi tentang politik Indonesia.

Aku juga penasaran kenapa dua organisasi kepemudaan tersebut melaporkan pandji ini padha Polda Metro Jaya. Aku rasa itu lebih seperti contoh tentang bagaimana sistem kepengawasan yang kurang baik di Indonesia, bukan tentang keberadaan Pandji Pragiwaksono sendiri.

Sekarang aku lihat ada unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah di Jakarta Pusat. Aku berharap mereka bisa membicarakan hal ini dengan lebih bijak dan tidak melihat Pandji sebagai musuh, tapi sebagai orang yang ingin memberikan kontribusi pada perdebatan politik kita. 🤔
 
ada aku pikir kalau ini sederhana banget apa aja yang salah sama organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga nggak bisa menangani hal ini sih apa yang membuat mereka bingung kalau ini ada keterangkapan yang negatif tapi sendiri di internet banyak orang yang bikin komentarnya positif sih aku pikir ini gampang saja untuk diatasi kan sementara aku masih lagi ngantuk mohon maaf
 
ya ternyata kayaknya dua organisasi kepemudaan NU & Muhammadiyah benar-benar iri dengan pandji, tapi aku rasa paham juga nih kalau materi dia itu bikin banyak orang tertawa, tapi gak boleh bikin seseorang merasa terluka. aku pikir perlu dibicarakan lebih lanjut bagaimana kita bisa memisahkan komedi dengan hal-hal yang benar-benar serius, supaya tidak ada siapa pun yang merasa terluka atau dipikirkan dengan cara yang tidak seimbang.
 
Pandji Pragiwaksono deh kangenin ngomong politik. Tapi siapa tahu materialnya nge-ironisin aja, tapi juga bisa bikin polarisasi. Saya rasa kalau kita ingin cenderungkan masyarakat, kita harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat kita, jadi nggak ada yang salah dan memecah belah.

Saya liat unjuk rasa itu, kan sanga-singa. Kalau mereka ngerasa dirinya terluka, siapa tahu mungkin mereka juga perlu untuk bercanda lagi dan cari material baru. Tapi kayaknya keduanya harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat kita di media sosial, karena kalau salah, itu bisa bikin masalah besar. 🤔
 
Pandji Pragiwaksono sih bisa jadi nggak sadari kalau bercandaannya udah mengguncang masyarakat 🤯. Aku pikir materi candanya tentang politik Indonesia itu agak tidak tepat, tapi aku juga nyesali ketika aku menonton pertunjukan "Mens Rea" di Netflix. Yang pasti, aku setuju bahwa komedian harus bisa membedakan antara komedi dan fitnah 😒.

Aku pikir organisasi kepemudaan tersebut yang melaporkan ke Polda Metro Jaya sih memiliki hak untuk melakukannya, tapi aku juga penasaran kenapa mereka tidak menunggu waktu dulu agar konflik ini nggak semakin parah 🤔. Dan aku rasa sendiri penggemar "Mens Rea" di media sosial juga harus bertanggung jawab, karena kita bisa berdiskusi dan memberikan pendapat yang positif tentang materi tersebut 😊.

Tapi apa yang aku tahu sih adalah, komedian itu sih sudah membuat konten yang nggak sedikit kontroversial, tapi ternyata masih banyak orang yang suka menontonnya 🎬. Aku pikir itu bukti bahwa komedi itu bisa mengajarkan kita untuk tidak terlalu serius, dan kita harus belajar untuk membaca antara garis 📚.
 
Maksudnya apa sih dari protes ini? Kalau aksi massanya itu banyak orang nggak peduli siapa yang dihina, apakah hanya NU dan Muhammadiyah saja yang bisa menentukan apa yang benar atau salah. Saya pikir 'Mens Rea' itu bagus, mungkin karena pandji Pragiwaksono ini masih nggak lupa cara berkomedi dengan cerdas 🤣. Saya rasa kalau serius-nya aksi massanya itu memang bisa bikin kebuntuan dan menghasilkan sentimen negatif yang besar, tapi siapa tahu kalau 'Mens Rea' ini benar-benar membuat orang nggak bisa ngerti apa yang sebenarnya dibicarakan di dalamnya.
 
aku pikir ini kayak cerita biasa aja, si Pandji nggak ngerti apa yang dia coba lakukan dulu, kayaknya dia cuma ingin ngasih bawaan komedi aja tapi ternyata bikin keresahan di kalangan NU dan Muhammadiyah. tapi aku lihat sendiri dari video "Mens Rea" aja, sih dia nggak terlalu parah, kayaknya ini cuma tentang humor yang berbeda aja, sih.
 
Wow 🤯, mantap sih materi Pandji Pragiwaksono dalam "Mens Rea" ya, banyak yang nonton aja 😂. Tapi aku pikir tidak apa-apa kan, sih dia cuma ngasih opini tentang NU dan Muhammadiyah, tapi tidak jelas kok bagaimana ia inginkan untuk merendahkan mereka 🤔. Menurutku sih lebih baik jika orang suka atau tidak suka dengan pandangannya, daripada memprotes 😊.
 
gak percaya apa lagi yang harus dibicarakan? Nah, apa khasi dari 2 organisasi kepemudaan ini gini nih... mau protes kalau seseorang bernyanyi di Netflix? kayaknya yang harus didakwa adalah si pembuat konten yang jujur bilang bahwa si Pandji buat cerita yang nggak ada masalah sama sekali, tapi 2 organisasi ini gini... keluar nuansa dan punya rencana untuk melawan si Pembawa Acara (Pandji Pragiwaksono) yang hanya ingin bernyanyi di layar. kalo nyanyian bukan masalah, apa lagi yang harus dibilang kebahagiaan?? 🤣🎤
 
kembali
Top