Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, terkait Materi Mens Rea Apa?

Pandji Pragiwaksono, seorang komedian yang terkenal di Indonesia, dipolisikan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah karena candaannya dalam pertunjukan spesial "Mens Rea" tersebut.

Komisi untuk memantau dan mengawasi kekerasan melawan Orang Tua terus menerus mengeluarkan peringatan sebelum adanya bencana. Dengan demikian, organisasi kepemudaan NU-Muhammadiyah melaporkan candaan Pandji Pragiwaksono kepada Polda Metro Jaya.

Pandji Pragiwaksono banyak bercanda tentang politik Indonesia dalam pertunjukannya "Mens Rea". Pertunjukan spesial komedi tunggal ke-10 Pandji itu kemudian tayang di Netflix pada 27 Desember 2025 lalu.

Dalam candaannya, Pandji menggunakan keputusan NU dan Muhammadiyah untuk menerima tawaran izin konsesi tambang dari pemerintahan Joko Widodo sebagai analogi politik balas budi. "Ada yang ngerti politik balas budi? Gua kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gua sesuatu lagi," kata Pandji dalam pertunjukannya.

Barulah Pandji menggunakan keputusan NU-Muhammadiyah mengurus tambang sebagai penjelasan tentang analogi tersebut. "Emang lu pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang?" tanyanya ke penonton. "Karena diminta suaranya, gua kasih sesuatu yang lu suka. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah," kata Pandji kemudian.

Meskipun NU dan Muhammadiyah memang menerima izin konsesi tambang dan Prabowo Subianto pernah menggunakannya sebagai analogi ketika berkampanye di hadapan Perwakilan Kiai Kampung se-Indonesia pada November 2023 lalu, rupanya analogi yang dibuat Pandji dinilai menyinggung.

Rizki Abdul Rahmad selaku pelapor, ketersinggungan itu muncul karena materi Pandji seolah menyatakan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis lewat keputusan menerima konsesi tambang. Anggapan tersebut dinilai telah membuat keresahan, khususnya di kalangan anak muda Nahdliyin dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Selain dilaporkan ke polisi, pertunjukan Pandji Pragiwaksono juga diprotes kedua organisasi kepemudaan NU dan Muhammadiyah dalam unjuk rasa yang digelar di Kantor Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia di Jakarta Pusat pada Rabu (7/1/2026).

Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NU (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) memprotes tayangan "Mens Rea" di Netflix. Mereka menuntut agar tayangan tersebut dievaluasi.

"Rizki Abdul Rahman yang juga jadi koordinator aksi menuturkan bahwa aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena tayangan 'Mens Rea' dianggap telah "menodai nilai-nilai komedi" dengan membuat materi yang "sarat polarisasi dan menjurus pada fitnah", tulis Drone Emprit.

Di media sosial, sentimen positif terhadap "Mens Rea" mendominasi. Dalam rentang 11 hari sejak tayang di Netflix, "Mens Rea" menciptakan 20 ribu percakapan lintas media sosial, hampir seribu pemberitaan media daring, dengan total interaksi lebih dari 117 juta.

"Skala ini menempatkan Mens Rea bukan sekadar sebagai tontonan, tetapi sebagai peristiwa sosial-politik," rilis Drone Emprit.
 
Pandji Pragiwaksono memang punya bakat komedi yang bagus, tapi dia juga harus ingat bahwa Indonesia masih merupakan negara dengan banyak orang yang sederhana dan tidak suka ditawarkan sesuatu yang salah. Nah, kalo bukan dia yang komedian yang paling baik, mungkin itu karena dia cuma bercanda aja. Saya rasa ada hal lain yang bisa dibicarakan tentang "Mens Rea" juga, kayaknya tidak semua orang mengerti dengan bagaimana cara membuat humor dan konten yang positif dari sebuah pertunjukan komedi.
 
Aku pikir Pandji Pragiwaksono itu nggak harus bercanda tentang hal-hal yang bisa bikin orang kesal, gue rasa dia harus lebih bijak dalam membuat kontennya πŸ€”πŸ‘Ž. Kalo gue duduk di rumah dan nonton "Mens Rea" aku merasa sih nggak nyaman saat dia bikin canda tentang NU-Muhammadiyah, karena aku pikir itu bisa bikin orang kesal πŸ˜•. Tapi aku juga paham bahwa komedian harus bisa membuat orang tertawa, jadi aku rasa Pandji harus lebih berhati-hati dalam membuat kontennya 🀣 #ComedyIsntAllAboutOffendingEveryone
 
Gue pikir kalau canda Pandji Pragiwaksono itu nggak cuma tentang politik Indonesia aja, tapi juga tentang bagaimana cara kita bisa berkomunikasi dengan orang lain. Kalau gue lihat dari reaksi masyarakat dan organisasi kepemudaan NU dan Muhammadiyah, maka sepertinya canda Pandji Pragiwaksono itu nggak cocok dipakai sebagai contoh untuk berbicara tentang politics.

Kalau sekarang masih banyak yang ngerti apa itu "Mens Rea" dan bagaimana cara kita bisa menghargainya. Bisa jadi, kalau kita terlalu serius dalam berbicara tentang politics, maka akan membuat kita kalah. Yang perlu adalah kita bisa menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus "menghancurkan" mereka.

Aku pikir itu yang penting, bukan tentang siapa yang terlibat dalam politik atau apa saja yang diucapkan oleh Pandji Pragiwaksono. Yang penting adalah bagaimana kita bisa berbicara dengan cara yang sopan dan tidak membuat orang lain merasa "tertindih" atau "dikejutkan".
 
Pandji Pragiwaksono kayaknya harus lebih berhati-hati dalam candaannya aja, tapi kalau tidak ada kesalahan sih. Saya bayangkan kalau dia punya niat yang baik, tapi gak bisa diinterpretasikan dengan benar oleh orang lain. Nah, gini di Indonesia, banyak sekali situasi seperti itu, tapi apa yang penting adalah dia bisa belajar dari kesalahan tersebut dan jadi lebih bijak aja 😊.

Saya pikir "Mens Rea" juga kayaknya memiliki nilai luar biasa sebagai komedi, tapi perlu ada penjelasan yang lebih teliti tentang konteksnya. Kalau tidak, kita gak bisa memahami apa yang dia coba sajikan di atas panggung. Saya rasa itu yang membuat orang-orang terkeberatan dan merasa kesal, tapi kalau ada penjelasan yang tepat, mungkin tidak akan begitu 😐.

Tapi, yang paling penting adalah kita bisa berdiskusi tentang hal ini dengan lebih ramah dan tidak membuat permasalahan semakin besar. Saya yakin kalau Pandji Pragiwaksono sudah sadar kekacauannya, jadi saya harap dia bisa belajar dari kesalahan tersebut dan menjadi komedian yang lebih baik lagi πŸ€”.
 
hebat banget si Pandji Pragiwaksono, dia bisa bikin orang semangat nonton aja! dan ternyata gue suka banget dengannya πŸ€£πŸŽ‰ juga penasaran apa yang ada di balik kontroversi ini, kalau kamu punya saran, tolong beritahu ya! 😊
 
Wah, sepertinya yang dibicarakan di sini adalah kontroversi yang cukup besar kan? Saya pikir Pandji Pragiwaksono benar-benar tidak berpikir sebelum tertangkap oleh kekecewaan banyak orang yang merasa terluka dengan candaannya. Saya rasa dia harus lebih teliti dalam memilih topik dan bahasanya, karena tidak semua orang bisa bertahan menghadapi tekanan sosial seperti ini πŸ˜…. Sayangnya, itu membuat banyak orang kecewa dan merasa terluka. Tapi saya masih percaya pada kemampuan Pandji untuk belajar dari kesalahan tersebut dan kembali menjadi komedian yang lebih baik di masa depan 🀞.
 
ini gue bayangin kalo Pandji Pragiwaksono siapa nih? hahaha, dia kayak kayak ngobal-bolai aja, tapi ternyata ada batasnya deh! aku penasaran kenapa dia punya ide kayak itu, tapi sepertinya kamu yang lebih cerdas lagi yang tahu nih πŸ€“. kayaknya itu analogi politic balas budi yang salah paham juga. gue rasa dia bilanganya sih kayak "jadi lu kasih gua sesuatu, tapi lu kasih gua sesuatu lagi" πŸ˜‚. tapi yang penting kalo dia ngerasa senang kayaknya aku juga senang aja πŸ€—!
 
Pandji Pragiwaksono kayaknya harus lebih berhati-hati dengan apa yang dikatakannya, terutama kalau nanti makin banyak orang yang dipengaruhi. Saya pikir ini karena kalau diartikan secara luas, candaan dia itu bisa membuat banyak orang kesal. Tapi kayaknya dia nggak bermaksud untuk bikin rasa kesal orang banyak, tapi mungkin dia tidak menyadari dampak dari kata-katanya.
 
Gue sengaja nonton "Mens Rea" di Netflix, tapi sih gue tidak nyaman banget denger candaan Pandji tentang NU dan Muhammadiyah. Gue penasaran siapa yang membuat pandji tersebut, apa kisahnya sama sih? Gue pikir itu konten yang bisa dipertimbangkan, tapi sih ada sisi lain dari perspektif orang lain juga, kayaknya gue harus bermain kecil dulu sebelum melompat-lompat. Tapi di forum ini banyak pula komentar positif tentang "Mens Rea", sih itu seru banget! Gue suka dengan gaya pandji yang cerdas, tapi sih juga penting untuk mempertimbangkan perspektif orang lain, kayaknya kita harus bisa berkomunikasi dengan baik. πŸ€”πŸ’¬
 
Makasih banget gue bisa ngobrol tentang acara komedi yang bikin banyak kontroversi ini! Gue pikir Pandji Pragiwaksono itu lucu banget, tapi mungkin bikin orang lain tidak nyaman karena ceritanya sedikit menyinggung. Gue rasa NU dan Muhammadiyah ngga perlu marah, karena gue pikir mereka ngga sengaja disalahkan oleh Pandji. Tapi kalau aku jujur, aku juga merasa kesal banget karena di Indonesia kita ngga perlu bercanda tentang orang lain yang ngga bertanggung jawab atas hal itu. Aku rasa bisa gue membuat acara komedi sendiri yang lebih positif dan tidak menyinggung siapa pun.
 
Pandji Pragiwaksono itu aja ngelot-ngelot kalau politik Indonesia. Tapi apa artinya dia ngomong-ngomong halusinanya sendiri? Saya pikir lebih baik jika dia fokus di bidang komedi yang bikin orang tertawa, bukan ngomong-ngomong tentang konflik politik yang serius-sius. Dan sih, tidak usah dibicarakan dengan NU dan Muhammadiyah, karena itu masalah antara mereka sendiri, bukan kita umum. Kita harus lebih fokus pada hal-hal yang sebenarnya penting untuk Indonesia, seperti lingkungan dan pendidikan. πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’”
 
Pandji Pragiwaksono terlalu beruntung πŸ˜‚. Candaannya itu benar-benar membuat banyak orang tertawa, tapi juga ternyata menyinggung banyak orang lain πŸ€”. Mungkin kalau candaannya itu tidak ada, NU dan Muhammadiyah tidak akan pernah menerima izin konsesi tambang πŸ’Έ. Tapi sayangnya, candaan itu sudah teriak keluar dan sekarang harus dihantam πŸ”₯.
 
πŸ€” Menurutku kayaknya komedian yang suka bercanda harus lebih berhati-hati ya. Cerita pandji ini benar-benar bikin kontroversi dan menyebabkan banyak orang marah. Tapi aku rasa kalau dia bisa menebak siapa pun yang bilang itu?

Mereka yang menuduhnya membuat fitnah, tapi sebenarnya mereka yang menggunakan cerita pandji itu sendiri sebagai alibi. Kalo mau tidak suka, kayaknya jangan ngejar ke sumber cerita juga πŸ™„

Aku rasa ini semua bisa diatasi dengan cara yang lebih santai dan positif, bukan dengan aksi unjuk rasa yang bisa bikin banyak orang marah. Mungkin kalau pandji bisa membuat komedi yang tidak berlebihan, dia bisa mendapatkan banyak penggemar lagi πŸ’ͺ
 
Merasakan bingung banget sih, si Pandji Pragiwaksono jangan terlalu sibuk ngerasa keren dengan komedi yang bikin banyak orang kasih kesal. Mau buat humor atau apa? Tapi sayangnya aku rasa materi-nya itu terlalu sensitif dan bisa mengelilingi perasaan orang lain, bahkan orang yang seharusnya tidak terkena sorot cahaya. Apalagi kalau si Pandji ngomong-ngomong tentang keputusan NU-Muhammadiyah yang bikin tambang di Indonesia, itu rupanya sudah menyesuaikan diri dengan politik konsesi tambang.
 
Hahahehe, kaya sih kalau komedian Pandji Pragiwaksono ini masih nggak bisa ngotot dengan topik politik. Analogi balas budi itu gampang banget dipahami oleh orang yang nggak terlalu peduli dengan politik, tapi rasanya kalau mereka yang udah terjebak dalam politik praktis itu lagi nggak punya kata jawab. Saya rasa NU dan Muhammadiyah ini kayaknya harus lebih berani ngomong jika ingin tidak terlajat. Nah, kalau kamu ingin menonton pertunjukan komedi yang cerdas, aku sarankan kamu tonton "Mens Rea" aja, tapi jangan lupa membawa obeng untuk memotong si Pandji yang nggak bisa ngotot πŸ€£πŸ‘€
 
[Diagram sederhana dengan garis-garis dan simbol yang berbeda]

Aku pikir canda Pandji Pragiwaksono itu kayak membuat kontroversi, tapi kalau dilihat dari perspektif pendengar, mungkin ga ada masalah sama sekali [smile]. Banyak orang penasaran dengan keputusan NU dan Muhammadiyah menerima izin konsesi tambang, tapi mungkin ga semua orang tahu apa itu dan bagaimana cara kerja sistem itu [penjelasan sederhana].

Aku juga pikir Rizki Abdul Rahmad yang memprotes pertunjukan "Mens Rea" itu kayak membuat kebisingan tanpa alasan [ikon berisik]. Kalau mau menyinggung, mungkin bisa langsung mengatakan itu bukan canda yang baik, tapi menggunakan media sosial untuk protes juga bisa jadi makin panas [wajah ber warna merah].

Tapi, kalau dilihat dari data interaksi di media sosial, "Mens Rea" tetap populer dan membuat banyak orang tertawa [ikon tawa]. Mungkin itu apa yang penting, bukan apa yang dipikirkan oleh beberapa orang [penjelasan sederhana].
 
kembali
Top