Pandji Pragiwaksono, komika berkenaan dengan kasus candaan adat Toraja yang melibatkan penghinaan terhadap budaya masyarakat Toraja, hari ini (2/2/2026) diperiksa Kombes Rizky saat menjalani pemeriksaan di Bareskrim. Pandji berstatus saksi dalam kasus tersebut dan masih dalam tahap penyidikan.
Pandji mengatakan telah meminta maaf atas materi lawakannya yang dinilai telah menghina adat Toraja, namun ia tetap melanjutkan proses pemeriksaan di Bareskrim. Ia berpaham bahwa humor dan satire harus disebar-sabar dalam konteks tertentu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pandji juga menyebutkan bahwa ia diberi 48 pertanyaan terkait materi stand up comedy-nya, tetapi ia belum tahu siapa pelapor kasus tersebut kepada Kombes Rizky. Ia berharap proses pemeriksaannya dapat selesai dengan cepat agar tidak mengganggu kembali kehidupannya sebagai komika.
Kasus ini melibatkan perdebatan tentang apakah humor dan satire dapat digunakan untuk mengeksplorasi budaya masyarakat Toraja tanpa menghinaanya. Pandji berusaha menjelaskan bahwa humor yang ia buat adalah saran yang positif, bukan penghinaan terhadap adat Toraja.
Namun, masyarakat Toraja telah menyuarakan kekecewaannya dan meminta maaf atas material yang diberikan oleh komika tersebut. Pandji berjanji untuk selalu mengingatkan dirinya tentang budaya dan tradisi masyarakat Toraja agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama.
Pandji mengatakan telah meminta maaf atas materi lawakannya yang dinilai telah menghina adat Toraja, namun ia tetap melanjutkan proses pemeriksaan di Bareskrim. Ia berpaham bahwa humor dan satire harus disebar-sabar dalam konteks tertentu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pandji juga menyebutkan bahwa ia diberi 48 pertanyaan terkait materi stand up comedy-nya, tetapi ia belum tahu siapa pelapor kasus tersebut kepada Kombes Rizky. Ia berharap proses pemeriksaannya dapat selesai dengan cepat agar tidak mengganggu kembali kehidupannya sebagai komika.
Kasus ini melibatkan perdebatan tentang apakah humor dan satire dapat digunakan untuk mengeksplorasi budaya masyarakat Toraja tanpa menghinaanya. Pandji berusaha menjelaskan bahwa humor yang ia buat adalah saran yang positif, bukan penghinaan terhadap adat Toraja.
Namun, masyarakat Toraja telah menyuarakan kekecewaannya dan meminta maaf atas material yang diberikan oleh komika tersebut. Pandji berjanji untuk selalu mengingatkan dirinya tentang budaya dan tradisi masyarakat Toraja agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama.