Komika Pandji Pragiwaksono Membuka Dialog untuk Mengatasi Kesalahpahaman Terkait 'Mens Rea'
Pandji Pragiwaksono, salah satu komika terkenal di Indonesia, membuka ruang dialog dengan para pelapor terkait materi stand-up comedy-nya yang berjudul "Mens Rea". Menurut Pandji, kesalahpahaman dari karyanya bisa dibicarakan dan dia bersedia untuk membuka dialog dengan seluruh pihak.
"Selalu saya membuka ruang untuk dialog. Bahkan, secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya," kata Pandji kepada wartawan.
Pandji sendiri telah melakukan klarifikasi kepada penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan "Mens Rea" tersebut. Penyidik telah melontarkan 63 pertanyaan kepadanya, namun Pandji bersedia untuk menjawabnya dan membuka dialog dengan seluruh pihak.
"Saya bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya," ungkap Pandji.
Pandji juga menyampaikan bahwa dia selalu terbuka untuk membicarakan kesalahpahamannya dan menunjukkan bahwa karyanya dapat dihargai. Dia berharap bahwa dengan membuka dialog, semua pihak dapat saling mengerti dan menyelesaikan masalah tersebut.
"Selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya selalu terbuka kok," ungkap Pandji.
Pandji Pragiwaksono, salah satu komika terkenal di Indonesia, membuka ruang dialog dengan para pelapor terkait materi stand-up comedy-nya yang berjudul "Mens Rea". Menurut Pandji, kesalahpahaman dari karyanya bisa dibicarakan dan dia bersedia untuk membuka dialog dengan seluruh pihak.
"Selalu saya membuka ruang untuk dialog. Bahkan, secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya," kata Pandji kepada wartawan.
Pandji sendiri telah melakukan klarifikasi kepada penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan "Mens Rea" tersebut. Penyidik telah melontarkan 63 pertanyaan kepadanya, namun Pandji bersedia untuk menjawabnya dan membuka dialog dengan seluruh pihak.
"Saya bersedia untuk dialog. Bahkan, saya sama Haris berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya," ungkap Pandji.
Pandji juga menyampaikan bahwa dia selalu terbuka untuk membicarakan kesalahpahamannya dan menunjukkan bahwa karyanya dapat dihargai. Dia berharap bahwa dengan membuka dialog, semua pihak dapat saling mengerti dan menyelesaikan masalah tersebut.
"Selalu bersedia untuk dialog. Bahkan, saya selalu terbuka kok," ungkap Pandji.