Rusia Tembakkan Rudal Pembawa Nuklir ke Gerbang NATO, Ukraina Dijuluki sebagai Target Utama
Serangan rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan Rusia ke Ukraina barat adalah serangan paling berbahaya dalam perang di Eropa sejak Perang Dingin. Menurut Kremlin, rudal ini merupakan respons atas serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Putin bulan lalu.
Namun, serangan tersebut tidak disetujui oleh Ukraina dan Amerika Serikat, yang menyatakan insiden tersebut tidak pernah terjadi. Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha menilai serangan ini sebagai "ancaman serius bagi keamanan" dan meliput bahwa sasaran rudal berada sangat dekat dengan negara-negara Uni Eropa.
Serangan rudal tersebut menyebabkan empat orang tewas di Kyiv, memutus aliran listrik di ibu kota, serta merusak gedung Kedutaan Besar Qatar. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga menekankan bahwa sasaran serangan berada sangat dekat dengan negara-negara Uni Eropa.
Penggunaan rudal balistik jarak menengah adalah tantangan yang sama bagi Warsawa, Bucharest, Budapest, dan banyak ibu kota lainnya. Semua orang harus memahaminya dengan cara yang sama dan menanggapinya dengan tingkat keseriusan yang sama.
Serangan rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan Rusia ke Ukraina barat adalah serangan paling berbahaya dalam perang di Eropa sejak Perang Dingin. Menurut Kremlin, rudal ini merupakan respons atas serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Putin bulan lalu.
Namun, serangan tersebut tidak disetujui oleh Ukraina dan Amerika Serikat, yang menyatakan insiden tersebut tidak pernah terjadi. Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha menilai serangan ini sebagai "ancaman serius bagi keamanan" dan meliput bahwa sasaran rudal berada sangat dekat dengan negara-negara Uni Eropa.
Serangan rudal tersebut menyebabkan empat orang tewas di Kyiv, memutus aliran listrik di ibu kota, serta merusak gedung Kedutaan Besar Qatar. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga menekankan bahwa sasaran serangan berada sangat dekat dengan negara-negara Uni Eropa.
Penggunaan rudal balistik jarak menengah adalah tantangan yang sama bagi Warsawa, Bucharest, Budapest, dan banyak ibu kota lainnya. Semua orang harus memahaminya dengan cara yang sama dan menanggapinya dengan tingkat keseriusan yang sama.