Pihak Hong Kong, melalui konglomerasi CK Hutchison Holdings, telah mengajukan gugatan kepada pemerintah Panama karena tindakan yang dianggap tidak adil. Perusahaan ini berpendapat bahwa putusan Mahkamah Agung Panama untuk membatalkan kontrak anak usahanya untuk mengoperasikan dua pelabuhan strategis di Terusan Panama adalah tidak sejalan dengan kesepakatan yang telah ditandatangani hampir tiga dekade silam.
Pihak CK Hutchison menegaskan bahwa mereka akan menempuh semua jalur hukum yang tersedia, baik nasional maupun internasional, untuk memperjuangkan hak-haknya. Mereka juga menilai bahwa putusan tersebut tidak sah dan akan diuji dalam pengadilan internasional.
Proses arbitrase ini diperkirakan dapat berlangsung lama, karena kompleksitas kontrak serta sensitivitas politik yang melibatkan Amerika Serikat dan China. Analis berpendapat bahwa proses hukum ini menunjukkan meningkatnya keterkaitan antara perdagangan internasional, geopolitik, dan hukum.
Gugatan ini juga memicu reaksi keras dari Beijing, di mana pemerintah China memperingatkan Panama akan membayar "harga mahal" atas keputusan yang disebutnya "absurd" dan "memalukan". Namun, sejumlah anggota parlemen AS menyambut putusan tersebut sebagai kemenangan strategis di tengah persaingan pengaruh antara Washington dan Beijing.
Pihak Panama tetap optimis bahwa aktivitas pelabuhan tetap berjalan, meskipun anak usaha Maersk APM Terminals Panama memutuskan untuk mengelola terminal Balboa dan Cristobal sementara waktu.
Pihak CK Hutchison menegaskan bahwa mereka akan menempuh semua jalur hukum yang tersedia, baik nasional maupun internasional, untuk memperjuangkan hak-haknya. Mereka juga menilai bahwa putusan tersebut tidak sah dan akan diuji dalam pengadilan internasional.
Proses arbitrase ini diperkirakan dapat berlangsung lama, karena kompleksitas kontrak serta sensitivitas politik yang melibatkan Amerika Serikat dan China. Analis berpendapat bahwa proses hukum ini menunjukkan meningkatnya keterkaitan antara perdagangan internasional, geopolitik, dan hukum.
Gugatan ini juga memicu reaksi keras dari Beijing, di mana pemerintah China memperingatkan Panama akan membayar "harga mahal" atas keputusan yang disebutnya "absurd" dan "memalukan". Namun, sejumlah anggota parlemen AS menyambut putusan tersebut sebagai kemenangan strategis di tengah persaingan pengaruh antara Washington dan Beijing.
Pihak Panama tetap optimis bahwa aktivitas pelabuhan tetap berjalan, meskipun anak usaha Maersk APM Terminals Panama memutuskan untuk mengelola terminal Balboa dan Cristobal sementara waktu.