Pakar Siber Sorot Buruknya Tata Kelola Data Penumpang di PT KAI

Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi di PT KAI Menjadi Prioritas
Dalam penanganan kasus penyalahgunaan data pribadi oleh karyawan Kereta Api Indonesia (KAI) Services, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyerukan perusahaan untuk menerapkan standar perlindungan data pribadi yang lebih baik. Meskipun KAI sudah menggunakan teknologi check-in berbasis wajah, namun pengelolaan data pribadi di dalamnya masih belum optimal.

Alfons mengkritik bahwa PT KAI harus meningkatkan keamanan data pribadi dengan menerapkan standar ISO 27001, yang merupakan suatu standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi. Pada saat ini, PT KAI masih memiliki keterbatasan dalam mengelola data pribadi penumpangnya.

"Kalau tidak memberikan data, enggak bisa akses layanan. Nah, kamu udah maksa orang memberikan data, lalu memberikan layanan, lalu kamu menyebarkan dan tidak melakukan dengan baik. Itu kamu salah dan kamu wajib memberikan pertanggungjawaban," ucapnya.

Pakar keamanan siber tersebut menyerukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menindak kasus ini dengan serius, salah satunya dengan memberikan hukuman kepada pihak PT KAI berdasarkan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi (PDP).
 
Gini kabarnya, kalau karyawan KAI punya kesalahan saat ngelakukan check-in wajah, orang yang dipilih harus diawasi. Tapi siapa nanti yang bertanggung jawab? Kalau saya, saya pikir ada keragaman pendapat tentang keamanan data pribadi di Indonesia. Beberapa orang mau gunakan teknologi apa pun, tapi kalau tidak dengan benar, itu salah. Jadi, harusnya ada standar yang jelas, bukan hanya sesuatu yang bisa dipakai atau tidak.
 
Maksudnya kalau PT KAI mau jaga keamanan data pribadi penumpangnya, harus serius dulu. Kalau udah meminta data wajah, tapi belum optimize cara penyimpanannya... itu kayak nge- borrow uang tanpa bayar. Nah, hasilnya gak ada yang terjaga! 🤦‍♂️ Mungkin Kementerian Komunikasi dan Digital harus serius banget dulu dengan kasus ini, buat jadi contoh bagaimana cara mengelola data pribadi dengan baik... tapi tidak harus bikin hukuman yang terlalu berat aja, kan? 😊
 
omong omongan gini selalu bikin saya penasaran deh... tapi apa yang paling aku pikir kayaknya adalah kalau kita sudah punya teknologi yang bagus seperti check-in berbasis wajah, maka harus ada aturan yang ketat banget tentang pengelolaan data pribadi. kayaknya PT KAI harus lebih teliti dalam mengelola data pribadi penumpangnya, karena kalau tidak ada perlindungan yang cukup, maka orang bisa jadi kehilangan privasi mereka sendiri.

saya pikir juga perlu ada keterlibatan dari lembaga-lembaga lain seperti Komdigi dan BSSN dalam menuntut PT KAI untuk meningkatkan keamanan data pribadi. kalau tidak, maka kita akan jadi contoh bagi orang lain yang ingin melakukan hal yang sama.
 
Luar aja ya nih... PT KAI masih nggak bisa mengelola data penumpangnya dengan baik. Apalagi kalau ada kasus penyalahgunaan, tentu saja harus ada konsekuensi. Tapi, aku masih ragu apakah hanya hukuman saja tidak cukup, atau perlu juga ada pembaruan sistem mereka dulu. Nah, kalau ini nggak diprioritaskan, mungkin pengguna layanan transportasi di Indonesia akan terus kehilangan kepercayaan terhadap pihak PT KAI.
 
Gue pikir kalau ini juga harus diatasi lebih cepat, gue lihat banyak orang yang kecewa sama kecurangan ini. PT KAI harus lebih teliti dalam mengelola data penumpangnya, tidak boleh hanya sekedar menggunakan teknologi check-in berbasis wajah saja, tapi harus memiliki standar perlindungan data pribadi yang baik 🤔. Gue rasa Kementerian Komunikasi dan Digital harus menindak kasus ini dengan serius, gue juga ingin melihat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga serius dalam menangani kasus ini 💪.
 
Kalau mau ngatur data penumpang dulu, giliran kamu juga ngatur data customer ya? 🤔 Mending sekarang juga ngeluh. PT KAI harus serius dengan keamanan data pribadi, kan? 🚫 Wajar banget kalau diadukan kasus ini.
 
kembali
Top