Pabrikan pesawat ATR Prancis mengakui bahwa terjadi insiden pada pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang membawa 10 orang, di mana 7 orang merupakan kru dan 3 orang adalah penumpang. Pesawat tersebut hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan saat melakukan penerbangan Yogyakarta-Makassar.
Pabrikan itu menyatakan telah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut dan mengekspresikan kesedihan mendalam kepada seluruh individu yang terkena dampak. ATR menyatakan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dan transparan dalam mendukung upaya pengungkapan penyebab insiden.
Pabrikan pesawat ini mengutip bahwa proses investigasi di sini masih berlangsung, dan mereka akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menemukan penyebab kecelakaan. ATR juga menyatakan komitmen untuk mendukung pengungkapan secara menyeluruh tentang insiden ini.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjabarkan bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak tersebut mengangkut total 10 orang, termasuk tiga penumpang yang merupakan pegawai KKP. Menteri Sakti Wahyu Trenggono juga membenarkan bahwa tiga penumpang tersebut melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.
Insiden ini mengejutkan masyarakat, terutama karena pesawat tersebut adalah salah satu yang paling modern dan aman. ATR adalah produsen pesawat regional terbesar di dunia untuk segmen di bawah 90 kursi melalui seri ATR 42 dan ATR 72, dengan pesawat-pesawat mereka dioperasikan oleh sekitar 200 maskapai di lebih dari 100 negara.
Pabrikan itu menyatakan telah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut dan mengekspresikan kesedihan mendalam kepada seluruh individu yang terkena dampak. ATR menyatakan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dan transparan dalam mendukung upaya pengungkapan penyebab insiden.
Pabrikan pesawat ini mengutip bahwa proses investigasi di sini masih berlangsung, dan mereka akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menemukan penyebab kecelakaan. ATR juga menyatakan komitmen untuk mendukung pengungkapan secara menyeluruh tentang insiden ini.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjabarkan bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak tersebut mengangkut total 10 orang, termasuk tiga penumpang yang merupakan pegawai KKP. Menteri Sakti Wahyu Trenggono juga membenarkan bahwa tiga penumpang tersebut melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.
Insiden ini mengejutkan masyarakat, terutama karena pesawat tersebut adalah salah satu yang paling modern dan aman. ATR adalah produsen pesawat regional terbesar di dunia untuk segmen di bawah 90 kursi melalui seri ATR 42 dan ATR 72, dengan pesawat-pesawat mereka dioperasikan oleh sekitar 200 maskapai di lebih dari 100 negara.