Oiya, gini kejadiannya... Aku pikir semuanya sudah transparan banget ya, tapi sebenarnya ada yang tidak jelas. Kalau diaplikasikan ke realitas, apakah uang itu bukan hanya untuk menerima korupsi? Tapi, apa salahnya kalau ada beberapa orang yang menerima uang itu karena mereka memiliki hubungan dengan pihak DJBC? Saya pikir ini salah paham tentang sistem korupsi di Indonesia. Kalau kita benar-benar ingin mengatasi masalah korupsi, maka kita harus lebih bijak dalam menanganinya.