Keluarga siswa Sekolah Rakyat (SR) mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, lantaran memiliki kondisi ekonomi yang sangat rentan. Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, keluarga siswa SR diberikan berbagai bentuk bantuan untuk meningkatkan kemampuan ekonominya.
Kemenangan ini dilakukan karena Kementerian Sosial menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber informasi untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi keluarga siswa SR. Dari pemetaan tersebut, keluarga siswa kemudian menerima bantuan sosial lengkap, termasuk jaminan kesehatan nasional bagi mereka yang rumahnya tidak layak huni.
Selain itu, keluarga siswa juga diarahkan untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi, yaitu menjadi anggota Koperasi Merah Putih untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Program ini bertujuan agar dampak Sekolah Rakyat tidak berhenti pada anak-anak saja, tetapi juga dirasakan oleh keluarga.
Keluarga siswa SR sebagian besar bekerja sebagai buruh atau pekerja informal dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sementara itu, 65 persen dari mereka memiliki tanggungan keluarga lebih dari empat orang.
Kemenangan ini dilakukan karena Kementerian Sosial menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber informasi untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi keluarga siswa SR. Dari pemetaan tersebut, keluarga siswa kemudian menerima bantuan sosial lengkap, termasuk jaminan kesehatan nasional bagi mereka yang rumahnya tidak layak huni.
Selain itu, keluarga siswa juga diarahkan untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi, yaitu menjadi anggota Koperasi Merah Putih untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Program ini bertujuan agar dampak Sekolah Rakyat tidak berhenti pada anak-anak saja, tetapi juga dirasakan oleh keluarga.
Keluarga siswa SR sebagian besar bekerja sebagai buruh atau pekerja informal dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sementara itu, 65 persen dari mereka memiliki tanggungan keluarga lebih dari empat orang.