Operasi Modifikasi Cuaca di DKI Diperpanjang Sampai 27 Januari
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga tanggal 27 Januari nanti untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan perpanjangan ini dilakukan setelah melihat situasi kondisi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Pramono menyampaikan OMC akan dijalankan secara intensif dengan frekuensi tiga kali sehari. Sedangkan anggaran untuk operasi ini sudah tersedia hingga 30 hari ke depan, sehingga pesawat melakukan modifikasi cuaca setiap hari sudah menerbangkan tiga kali.
Penyebab hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya adalah genangan di beberapa titik. BPBD DKI Jakarta telah mencatat adanya 125 RT dan 14 ruas jalan terdampak banjir, serta terdapat luapan aliran sungai seperti Kali Angke, Kali Krukut, dan lain-lain.
Wilayah yang paling terkena dampak adalah Jakarta Selatan dengan 55 RT, diikuti Jakarta Barat dengan 38 RT, Jakarta Timur dengan 30 RT, dan Jakarta Utara hanya 2 RT. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga tanggal 27 Januari nanti untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan perpanjangan ini dilakukan setelah melihat situasi kondisi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Pramono menyampaikan OMC akan dijalankan secara intensif dengan frekuensi tiga kali sehari. Sedangkan anggaran untuk operasi ini sudah tersedia hingga 30 hari ke depan, sehingga pesawat melakukan modifikasi cuaca setiap hari sudah menerbangkan tiga kali.
Penyebab hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya adalah genangan di beberapa titik. BPBD DKI Jakarta telah mencatat adanya 125 RT dan 14 ruas jalan terdampak banjir, serta terdapat luapan aliran sungai seperti Kali Angke, Kali Krukut, dan lain-lain.
Wilayah yang paling terkena dampak adalah Jakarta Selatan dengan 55 RT, diikuti Jakarta Barat dengan 38 RT, Jakarta Timur dengan 30 RT, dan Jakarta Utara hanya 2 RT. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 15 sentimeter hingga 150 sentimeter.