OJK menetapkan target penghimpunan dana melalui pasar modal Rp250 triliun pada 2026, kata Penjabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari. Pihaknya mengatakan telah mempersiapkan Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal untuk mencapai target tersebut.
Friderica menyebutkan, diperlukan langkah perbaikan iklim pasar modal agar pertumbuhan dapat berjalan lebih sehat. Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal disebut akan melibatkan berbagai pihak dalam pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia.
OJK juga menetapkan outlook sektor jasa keuangan tahun 2026, di mana diperkirakan penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp250 triliun. Selain itu, OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tumbuh 10-12 persen secara tahunan (YOY) dan total permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring mencapai 200 juta permintaan.
Nilai transaksi melalui agregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp27 triliun, kata Friderica.
Friderica menyebutkan, diperlukan langkah perbaikan iklim pasar modal agar pertumbuhan dapat berjalan lebih sehat. Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal disebut akan melibatkan berbagai pihak dalam pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia.
OJK juga menetapkan outlook sektor jasa keuangan tahun 2026, di mana diperkirakan penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp250 triliun. Selain itu, OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tumbuh 10-12 persen secara tahunan (YOY) dan total permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring mencapai 200 juta permintaan.
Nilai transaksi melalui agregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp27 triliun, kata Friderica.