OJK Tegaskan Target Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 250 Triliun di 2026
Dalam upaya merealisasikan target itu, OJK akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal. Menurut Pj Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, OJK menargetkan penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 250 triliun di tahun 2026.
Dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), Friderica menyatakan bahwa target tersebut merupakan outlook sektor jasa keuangan tahun 2026. "Di pasar modal penghimpunan dana, ditargetkan sebesar Rp250 triliun di tahun 2026," kata Friderica.
OJK juga akan membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal dalam upaya mengejar targetnya. Pembentukan satgas itu telah dikoordinasikan dengan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan pemangku kebijakan jasa keuangan lain.
Friderica juga menyatakan bahwa diperlukan langkah perbaikan iklim pasar modal agar pertumbuhan dapat berjalan lebih sehat. Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal disebut akan melibatkan berbagai pihak dalam pasar modal, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia.
Dalam satgas itu, OJK disebut akan melakukan sejumlah aksi percepatan reformasi integritas pasar modal. Selain itu, OJK juga menargetkan outlook kredit perbankan tumbuh 10-12 persen secara tahunan (YOY).
Dalam upaya merealisasikan target itu, OJK akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal. Menurut Pj Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, OJK menargetkan penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 250 triliun di tahun 2026.
Dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), Friderica menyatakan bahwa target tersebut merupakan outlook sektor jasa keuangan tahun 2026. "Di pasar modal penghimpunan dana, ditargetkan sebesar Rp250 triliun di tahun 2026," kata Friderica.
OJK juga akan membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal dalam upaya mengejar targetnya. Pembentukan satgas itu telah dikoordinasikan dengan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan pemangku kebijakan jasa keuangan lain.
Friderica juga menyatakan bahwa diperlukan langkah perbaikan iklim pasar modal agar pertumbuhan dapat berjalan lebih sehat. Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal disebut akan melibatkan berbagai pihak dalam pasar modal, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia.
Dalam satgas itu, OJK disebut akan melakukan sejumlah aksi percepatan reformasi integritas pasar modal. Selain itu, OJK juga menargetkan outlook kredit perbankan tumbuh 10-12 persen secara tahunan (YOY).