OJK Serahkan Tersangka Manipulasi Saham SWAT ke Jaksa, Nilai Kerugian Transaksi Capai Rp230 Miliar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyerahkan tersangka beserta barang bukti dalam perkara tindak pidana pasar modal berupa transaksi semu atau menyesatkan atas perdagangan saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT). Penyidik OJK telah melaksanakan pelimpahan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum dan berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21).

Tersangka diduga melakukan transaksi saham SWAT dengan menggunakan rekening efek pihak nominee melalui sembilan perusahaan efek. Aksi ini menciptakan gambaran semu mengenai harga saham SWAT di Pasar Reguler. Transaksi melalui rekening efek pihak nominee tersebut mengakibatkan pertemuan transaksi sebanyak 60.121 kali atau sekitar 10,0 persen.

Volume transaksi mencapai 639.778.200 saham atau 14,7 persen, serta nilai transaksi sebesar Rp 230,8 miliar atau 13,3 persen. Perkara tindak pidana pasar modal tersebut terjadi pada bulan Juni hingga Juli 2018.

Atas perbuatan tersebut, Penyidik OJK menyimpulkan telah terjadi tindak pidana pasar modal sebagaimana diatur dalam Pasal 91 dan/atau Pasal 92 juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 15 miliar.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyampaikan bahwa penyidik OJK telah melaksanakan Tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Boyolali pada Selasa, 13 Januari 2026.

Dalam penanganan tindak pidana di sektor jasa keuangan, OJK senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Kepolisian. Tujuannya untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"OJK menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum secara tegas dan berkelanjutan terhadap setiap pelanggaran di sektor jasa keuangan," ujar Ismail.
 
aku rasa ini sangat parah! siapa tau ada yang tertipu dengan permainan semu itu 🤑 ojk harusnya lebih proaktif dalam menangkap penyebab masalah, bukan hanya sekedar penyerahan tersangka dan barang bukti. apa kata kalau mereka juga melacak siapa saja yang terlibat di balik kejahatan ini? 💡 mungkin bisa menghemat waktu dan biaya nanti 🕒
 
ini sih kasusnya, ternyata ada yang serius-seriusan menyesatkan pasar modal, tapi apa karenanya? hanya karena ada satu kasus saja, apakah itu sudah cukup untuk dipadukan di bawah kepolisian? sepertinya aja polisi hanya mau menggigit napas sih. sebenarnya ada yang serius-seriusan, tapi tidak ada yang tulus-tususnya untuk maktubkannya 😒
 
Bisanya kita lihat perusahaan yang melakukan transaksi saham dengan cara yang jujur, tapi gini ada perusahaan yang jalan-jalan dengan menggunakan rekening efek pihak nominee, apa beda sama? Aku rasa ini salah dari pihak perusahaan, kalau tidak jelas siapa yang bergerak, mau kita percaya kepada transaksi tersebut ya. Selain itu, aku juga khawatir terhadap volume transaksi yang besar, apakah ada yang memeriksa siapa yang membeli dan dijualnya saham itu? Aku rasa ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. 💡🤑
 
🤔 Kita nggak bisa tidak terkejut sama kasus ini, ya! Ternyata ada orang yang suka menyesatkan investor dengan cara transaksi saham yang berkelinci- kelinci 🐹. Mereka punya rekening efek pihak nominee dan semua itu diatur dalam sembilan perusahaan efek 😬. Itu bisa jadi strategi untuk membuat harga saham semacamnya 📈.

Aku pikir ini perlu kita coba analisis dari sisi yang lain, ya. Jika benar-benar ada konspirasi seperti itu, maka itu berarti ada kekurangan dalam sistem pengawasan yang ada di OJK 💼. Kita harus bisa memastikan bahwa tidak ada orang yang bisa mengelabui system ini 🤦‍♂️.

Dan aku juga ingin tahu, apa yang sebenarnya dicoba dilakukan oleh OJK dengan penyidik dan Jaksa Penuntut Umum? Apakah mereka benar-benar mencari kebenaran di balik kasus ini 🔍? Kita harus terus memantau agar tidak ada kesempatan bagi orang-orang yang mau melakukan tindak pidana untuk melawan hukum 🚫.
 
ini cerita yang bikin saya nostalgic, kenang-kenang masa lalu ketika harga saham masih miring banget. sekarang ini semuanya sudah makin serius, penyidik OJK sampai-sampai penyerahan tersangka dan barang bukti, apa lagi dengan tekanan hukum yang semakin kuat. di masa lalu kalau ada kontroversi seperti ini, rupanya semua terjadi begitu cepat, sekarang udah makin serius. saya rasa semuanya bikin saya ingin menonton film "Sudah Waktu" lagi, kenangan-kenangan yang bikin saya merasa seperti di masa lama juga sudah semakin jauh.
 
🤔 Ada kalanya aku pikir OJK ini seperti permainan video, tapi ternyata ada orang yang benar-benar bisa menjadi "villain" dalam permainan itu 😅. Transaksi semu yang dilakukan oleh tersangka ini sangatlah memalukan dan harus dihukum dengan tegas 🔥. Aku harap penyidik OJK berhasil menyelesaikan kasus ini dan memberikan hukuman yang tepat kepada pelaku. 💼

Saya juga penasaran, bagaimana cara agar investor tidak terjebak dalam permainan seperti ini? 🤝 Mungkin dengan meningkatkan kesadaran investor tentang bahaya transaksi semu? atau mungkin dengan meningkatkan kemampuan OJK dalam menangani kasus-kasus seperti ini? 🚀

Aku rasa penyelidikan yang dilakukan oleh OJK sangatlah penting, karena hanya dengan pengetahuan yang cukup, kita bisa menghindari permainan semu seperti ini 🤓. Dan akhirnya, tujuan dari semua itu adalah untuk memastikan bahwa pasar modal berjalan secara stabil dan transparan 💡.
 
kembali
Top