OJK Reformasi Aturan Free Float, Ini Detail Lengkapnya

Pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) telah mengumumkan reformasi struktural yang komprehensif sebagai tanggapan atas suspensi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Reforms ini bertujuan untuk memulihkan kepercayaan investor global dan mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Market.

Pemerintah telah menetapkan standar likuiditas baru yang diselaraskan secara penuh dengan kebijakan fiskal pemerintah melalui Kementerian Keuangan. OJK juga akan merevisi penyajian data kepemilikan saham dengan mengecualikan kepemilikan korporasi dan kategori "Others" dari perhitungan free float.

Selain itu, OJK juga akan mewajibkan pembukaan data pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) bagi kepemilikan di bawah 5%. Langkah ini bertujuan memverifikasi bahwa pemegang saham ritel adalah publik murni, bukan nominee atau pihak terafiliasi.

Mandatori Free Float 15% adalah salah satu kebijakan yang ditetapkan OJK untuk meningkatkan likuiditas di pasar saham. Emiten yang gagal memenuhi ketentuan ini akan dikenakan sanksi delisting, yang didahului kewajiban pembelian kembali (buyback) saham publik.

Harmonisasi kebijakan dengan regulasi yang lebih dulu diterbitkan oleh Kementerian Keuangan juga merupakan aspek penting dari reforms ini. OJK akan menyelaraskan definisi likuiditas di bursa dengan mandat investasi yang diatur negara pada PMK tersebut.

Risiko ekonomi dan komitmen antara pemerintah dan regulator juga digarisbawahi oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Ia memaparkan analisis risiko makroekonomi jika Indonesia gagal meyakinkan MSCI, yang dapat menyebabkan arus modal keluar sebesar US$ 25 miliar hingga US$ 50 miliar.

OJK dijadwalkan kembali menggelar pertemuan bilateral dengan MSCI pada Senin, 2 Februari 2026. Agenda utama pertemuan adalah pemaparan teknis mengenai integrasi data free float dan kepastian hukum terkait implementasi aturan baru ini.

Dengan reforms ini, OJK berharap dapat memulihkan kepercayaan investor global dan mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Market.
 
hebat banget ya! reformasi struktural ini benar-benar perlu diambil serius agar Indonesia tidak terus tertinggal di pasar saham internasional πŸ€”. lihat aja bagaimana MSCI susup ini berdampak besar pada arus modal keluar ke Indonesia, itu benar-benar mengkhawatirkan πŸ’Έ. tapi kalau reformasi ini bisa success, maka itu akan sangat baik bagi ekonomi kita 🌟. perlu diharapkan juga agar OJK bisa mendorong pertumbuhan bisnis mikro dan kecil di Indonesia, sehingga mereka bisa masuk pasar saham dan merasakan manfaat dari reformasi ini 😊
 
Wow 🀩, reformasi struktural ini pasti penting banget untuk memperbaiki reputasi pasar saham Indonesia di mata investor global! Interest πŸ’‘, bagaimana penangananan dari MSCI nanti?
 
iya banget, aku malah bingung apa itu MSCI itu πŸ€”. apa yang bedanya dengan indeks lainnya? dan apa artinya jika Indonesia tidak bisa meyakinkannya? aku ingat lagi kalau pas lalu tahun, ada cerita tentang orang kaya Indonesia yang punya rekening di Swiss, tapi gak pernah keluar. apakah itu sesuatu yang related dengan hal ini? πŸ€‘
 
aku rasa pemerintah Indonesia gak salah dengan membuat reformasi ini πŸ€”. mungkin suspen indeks msci sebenarnya disebabkan karena kemudahan yang terlalu besar bagi investor asing, jadi pemerintah gak boleh membiarkan itu terjadi lagi. tapi sayangnya masih ada risiko ekonomi yang bisa membuat kinerja pasar saham turun πŸ“‰.

aku rasa langkah-langkah ini sudah cukup untuk meningkatkan kepercayaan investor global, kayak mengenai standar likuiditas baru dan mandatori free float 15% 😊. tapi perlu diingat bahwa harmonisasi dengan regulasi yang lebih dulu juga sangat penting agar tidak ada kesalahan atau kesan tidak adil terhadap investor.

dan sepertinya OJK sudah berusaha keras untuk menghindari risiko ekonomi dengan membuat langkah-langkah yang tepat 🀝. sayangnya masih ada kemungkinan bahwa Indonesia gagal meyakinkan MSCI, tapi aku rasa pemerintah dan regulator sudah cukup berhati-hati dalam membuat rencana ini πŸ‘.
 
Gak paham sih mengapa giliran gini lagi nih πŸ€”. Kemarin udah terjadi suspensi indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan sekarang udah ada reforms yang komprehensif, tapi apa jadi itu? πŸ˜’ Pemerintahnya masih ingin mempertahankan status Indonesia di kategori Emerging Market dengan cepat nih. Yang penting adalah pemerintah bisa meningkatkan likuiditas di pasar saham dan memverifikasi bahwa pemegang saham ritel adalah publik murni aja, tapi siapa yang benar-benar punya sahamnya? πŸ€‘
 
Gue pikir reformasi itu agak ngasih-bagai ya... kalau tidak ada lagi suspensi indeks MSCI, gue rasa investor global udah terlalu percaya... apa yang salah dengan itu? tapi nanti kalau reformasi itu benar-benar memulihkan kepercayaan investor dan Indonesia jadi Emerging Market lagi, maka gue setuju ya... tapi kan suspeknya kalau pemerintah nggak tahu apa-apa dan harus dipinjam pinjaman uang asing lagi...
 
Pokoknya reforms ini seru banget πŸ€”. Saya setuju bahwa pemeliharaan likuiditas di pasar saham penting untuk meningkatkan kepercayaan investor, tapi saya kurang yakin kalau standar baru OJK ini cukup efektif. Saya masih ragu-ragu apakah ini bisa membantu mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Market. Mungkin perlu ada langkah tambahan untuk memastikan semua aspek yang dipertimbangkan, seperti birokrasi dan efisiensi kebijakan πŸ•’οΈ.
 
aku rasa reformasi struktural yang diterapkan oleh pemerintah tidak cukup untuk menyelesaikan masalah likuiditas di pasar saham πŸ€”. kalau memang mau meningkatkan kepercayaan investor global, aku pikir perlu dilakukan langkah-langkah lebih lanjut seperti menambahkan standar yang lebih ketat untuk emiten yang ingin bergabung dalam Emerging Market πŸ“ˆ. salah satu contohnya adalah menetapkan standar minimum untuk kualitas laporan keuangan atau standar minimum untuk transparansi operasional di bursa saham. itu akan membuat investor global merasa lebih yakin bahwa emiten yang mereka investasi memenuhi standar tertentu πŸš€.
 
Maksudnya kalau gini kita bisa nyaman ngobrol di pasar saham ya? Tapi gini kan perlu dipertimbangkan juga, siapa yang bilang kalau emisi yang mau dilisting harus nyoba menabung dulu? Mungkin ada cara lain agar tidak terjadi hal semacam itu. Yang jelas kalau kepercayaan investor global bisa dipulihkan kalau pemerintah dan OJK serius dalam mengatasi masalah ini 😊
 
Saya pikir reformasi struktur yang dilakukan pemerintah ini agak wajar. Mereka mengatur standar likuiditas baru dan menyelaraskan dengan kebijakan fiskal, jadi tidak terlalu berisiko buat investor global kan? Dan kalau kategori "Others" dari perhitungan free float dihilangkan, itu bagus banget karena akan lebih transparan. Saya juga suka kalau pemerintah menetapkan mandatori Free Float 15% itu, jadi arus modal tidak keluar dengan banyak. Tapi saya masih ragu-ragu tentang kepastian hukum dan integrasi data free float yang dilakukan OJK dengar agak ribet.
 
aku sengaja tidak nonton live streaming rencana pemerintah untuk mengatasi suspensi indeks msci, tapi aku already know apa yang harus dikerjakan. reformasi struktural ini seperti bumbu masakan yang penting, tapi tanpa itu maka saham kita akan jadi masalah sama investor global. aku rasa 15% mandatori free float ini adalah langkah yang tepat, karena itu akan meningkatkan likuiditas di pasar saham. tapi apa yang harus dihati adalah bagaimana cara mengerjakan langkah ini tanpa membuat investor tergelincir.
 
πŸ€£πŸ“ˆ Bisa dipastikan, kalau giliran Jepang gak bisa menangani MSCI, pasti kita yang menjadi targetnya πŸ€¦β€β™‚οΈπŸ’Έ.

πŸ˜‚ Dan, kalau ingin tahu asal usul MSCI, coba cari cerita di balik aset-aset itu... πŸ€‘πŸ“š
 
πŸ™Œ Kalau nanti kita punya uang dari MSCI, itu akan gampang aja buat pemerintah banget! Tapi serius, reforms ini benar-benar penting untuk meningkatkan kepercayaan investor global. Kita tidak ingin kembali seperti tahun 90-an, ya... πŸ€¦β€β™‚οΈ
Pemerintah seharusnya harus lebih transparan dan jujur dalam mengelola keuangan negara kita. Jika kita punya uang dari MSCI, itu tidak berarti kita bisa melupakan masalah ekonomi yang masih ada di sini. Kita harus fokus pada meningkatkan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Saya juga penasaran dengan bagaimana OJK akan mewajibkan pembukaan data pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner) bagi kepemilikan di bawah 5%. Itu itu penting banget untuk mencegah korupsi dan eksploitasi saham. 😊
Jika kita gagal meyakinkan MSCI, itu akan berdampak besar pada ekonomi kita. Kita harus fokus pada meningkatkan kepercayaan investor global dan mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Market. 🌟
 
Kalau MSCI suskip, itu gampang banget kita punya masalah likuiditas di pasar saham πŸ˜…. Tapi kalau serius, apa yang diharapkan dari reforms ini adalah makin jelas data kepemilikan saham dan tidak ada lagi nominee atau pihak terafiliasi yang membuat investasi tidak jujur 🀝. Dan mandatori free float 15% itu benar-benar penting buat meningkatkan likuiditas di pasar πŸ’Έ. Tapi, kalau kementerian keuangan juga harus bisa mengelola data dengan baik sih, jadi tidak ada lagi kesalahan informasi yang membuat investor curiga 😐.
 
akhirnya pemerintah jadi serious banget dalam menghadapi masalah pasar saham πŸ€”. suspen indeks msci itu nggak bisa dijawab apa lagi kalau tidak ada reformasi struktural yang signifikan πŸ˜…. reforms ini juga baik banget karena standar likuiditas baru dan pembukaan data pemilik manfaat akhir bisa membantu meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor πŸ“ˆ. tapi ari masih ragu-ragu kalau pemerintah nggak bakal memenuhi target free float 15% ya 😬.
 
Hari ini apa lagi kabarnya? Suspen indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuat kerugian kita jadi lebih parah lagi πŸ€•. Bayangkan saja, arus modal keluar sebesar US$ 25-50 miliar karena kita belum bisa meyakinki mereka dengan reformasi struktural ini... Wajar lah, kan? Selama ini kita terus berjalan di jalur kebawah, dan sekarang harus menangani kerugian ekonomi yang parah. Saksikan aja bagaimana reformasi ini akan mengubah nasib kita πŸ€‘.
 
πŸ€”πŸ˜¬ Maksudnya siapa yang sengaja suspensi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Indonesia? πŸ™„ Banyaknya suspensi indeks seperti ini harus diatasi dengan lebih cepat. Reforms ini juga penting, tapi apa artinya kalau gak ada konsistensi dalam implementasinya? πŸ’ΈπŸ“ˆ Semoga OJK bisa memastikan bahwa reforms ini tidak hanya berjalan lancar, tapi juga efektif untuk meningkatkan kepercayaan investor global 😊.
 
aku pikir reformasi struktural yang dilakukan oleh OJK gampang-baik, tapi aku khawatir akhirnya gak ada perubahan yang signifikan pada pasar saham. apa arti dari reforms ini kalau investor global masih ragu-ragu? dan siapa nih yang akan dikecualikan karena kepemilikan korporasi dan kategori "Others"? aku rasa kebijakan mandatori free float 15% itu bisa memberikan dampak positif, tapi gak pasti emiten yang gagal memenuhi ketentuan ini akan mau kembali saham publik. dan apa arti dari harmonisasi kebijakan dengan regulasi yang lebih dulu? serius, OJK harus fokus pada hal-hal yang sebenarnya. πŸ€”
 
Eh, reformasi struktural ini bakal bikin apa sih? πŸ€” Meningkatkan likuiditas di pasar saham ya, tapi bagaimana caranya? Semua tentang standar likuiditas baru dan pembukaan data pemilik manfaat akhir, tapi gini punya kekhawatiran aku. Apakah ini bakal membuat investasi menjadi lebih sulit atau tidak? 🀯
 
kembali
Top