Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap menghadapi kemungkinan kekosongan pimpinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah pengunduran diri Iman Rachman, Direktur Utama (Diroes) perusahaan tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengatakan bahwa otoritas itu memahami keputusan Iman Rachman untuk meninggalkan jabatannya.
"OJK tidak mengkhawatirkan operasional BEI akan terganggu oleh pengunduran diri Iman Rachman. OJK telah siap dan bersedia untuk menghadapi hal ini," kata Inarno dalam konferensi pers di BEI, Jumat lalu. Menurutnya, pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama BEI akan segera ditunjuk untuk memastikan kontinuitas pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, OJK menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sejumlah agenda reformasi pasar modal. Tiga fokus utama yang akan diimplementasikan adalah penerapan ketentuan disclosure bagi pemegang saham di bawah 5 persen; pelaksanaan aturan free float 15 persen; dan mengawal dan menyelesaikan berbagai kekhawatiran yang disampaikan oleh lembaga investasi global, MSCI.
"OJK akan melanjutkan penyelesaian agenda reformasi pasar modal dengan target selesai sebelum Mei nanti," ujar Inarno.
"OJK tidak mengkhawatirkan operasional BEI akan terganggu oleh pengunduran diri Iman Rachman. OJK telah siap dan bersedia untuk menghadapi hal ini," kata Inarno dalam konferensi pers di BEI, Jumat lalu. Menurutnya, pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama BEI akan segera ditunjuk untuk memastikan kontinuitas pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, OJK menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sejumlah agenda reformasi pasar modal. Tiga fokus utama yang akan diimplementasikan adalah penerapan ketentuan disclosure bagi pemegang saham di bawah 5 persen; pelaksanaan aturan free float 15 persen; dan mengawal dan menyelesaikan berbagai kekhawatiran yang disampaikan oleh lembaga investasi global, MSCI.
"OJK akan melanjutkan penyelesaian agenda reformasi pasar modal dengan target selesai sebelum Mei nanti," ujar Inarno.