OJK siapkan 8 rencana aksi untuk mempercepat reformasi integritas di pasar modal Indonesia. Menurut Pj. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, delapan rencana aksi tersebut menjadi bentuk komitmen OJK dalam memperkuat kredibilitas dan daya tarik investasi pasar modal nasional.
Tiga klaster utama yang akan dijalankan oleh OJK adalah peningkatan likuiditas pasar modal melalui kebijakan free float, peningkatan transparansi pasar modal, serta penguatan basis data investor. Dalam kebijakan ini, batas minimum kepemilikan saham publik emiten akan dinaikkan menjadi 15 persen, sejalan dengan standar global.
Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya penegakan peraturan dan sanksi serta penguatan tata kelola emiten melalui peningkatan standar kelembagaan. Penguahan ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sekaligus investability pasar modal Indonesia.
Dalam sinergi dan pendalaman pasar, reformasi diarahkan pada upaya pendalaman pasar secara terintegrasi dengan akselerasi yang dilakukan secara terkoordinasi dari sisi permintaan, penawaran, dan infrastruktur.
Tiga klaster utama yang akan dijalankan oleh OJK adalah peningkatan likuiditas pasar modal melalui kebijakan free float, peningkatan transparansi pasar modal, serta penguatan basis data investor. Dalam kebijakan ini, batas minimum kepemilikan saham publik emiten akan dinaikkan menjadi 15 persen, sejalan dengan standar global.
Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya penegakan peraturan dan sanksi serta penguatan tata kelola emiten melalui peningkatan standar kelembagaan. Penguahan ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sekaligus investability pasar modal Indonesia.
Dalam sinergi dan pendalaman pasar, reformasi diarahkan pada upaya pendalaman pasar secara terintegrasi dengan akselerasi yang dilakukan secara terkoordinasi dari sisi permintaan, penawaran, dan infrastruktur.