OJK Catat Kerugian Imbas Love Scam Capai Rp49 Miliar pada 2025

Indonesia Anti-Scam Center (IASC) telah mencatat kerugian akibat penipuan dengan modus 'cinta palsu' atau 'love scam' mencapai Rp49,198 miliar sepanjang 2025. Menurut data yang dikumpulkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ribuan laporan korban penipuan ini telah diterima.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa kerugian tersebut berasal dari ribuan laporan korban 'cinta palsu' yang diterima IASC. Dengan total kerugian yang cukup besar, yaitu sebesar Rp49,198 miliar.

Menurut dia, modus 'love scam' menjadi tren kejahatan finansial digital yang jumlahnya meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Sindikat-sindikat ini beroperasi secara global dan menargetkan korban di berbagai negara melalui platform daring.

Korban 'cinta palsu' kemudian dimanipulasi secara emosional hingga merasa memiliki hubungan dengan seseorang yang sebenarnya tidak ada. Dalam kondisi tersebut, korban lantas mengirimkan sejumlah uang kepada sindikat pelaku. Selain dampak uang, kerugian ini juga termasuk dampak psikologis karena terkena manipulasi secara emosional.

OJK meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan internet karena modus penipuan terus berkembang dan semakin beragam. Dalam pelaksanaannya, Satgas Pasti memanfaatkan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan memberikan pesan-pesan anti-skam yang disebarkan melalui sosial media.

Dengan demikian, OJK dan IASC berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya 'love scam' dan membantu mengurangi jumlah korban penipuan ini.
 
Saya paham gak sabarnya kalau orang-orang di Indonesia terkena 'cinta palsu' 😩. Modus ini seringkali memanfaatkan perasaan cinta atau rasa kasih sayang untuk menipu korban. Saya pikir ini sangatlah tidak kreatif, tapi aku setuju dengan OJK dan IASC yang mau berbicara tentang masalah ini. Semua orang harus waspada ketika online, gak bisa diprediksi siapa yang akan menjadi penipu 🤣. Mereka seringkali menggunakan platform media sosial untuk menjangkau korban. Aku rasa kita semua harus lebih hati-hati saat browsing online, especially di platform yang banyak digunakan oleh orang-orang yang belum lama bergabung. Saya harap OJK dan IASC bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ini 🤞
 
Pak, aku pikir 49 triliun rupiah untuk kerugian 'cinta palsu' itu sangat banyak lah 😳. Bagaimana kalau kita fokus banget pada edukasi tentang digital literacy? Mungkin kalau kita bisa membuat orang-orang lebih peduli dengan keamanan online, kerugian seperti ini tidak akan terjadi ya? Selain itu, perlu diwaspadai juga oleh otoritas kita sendiri. Kalau mereka gak fokus, maka kerugian ini akan semakin besar 🤦‍♂️.
 
Gak percaya aja sekarang punya 'cinta palsu' yang bisa jadi 49 triliun. Apa sih kalau korban jadi gila karena kena manipulasi emosional? Kalau kita malah nggak berhati-hati lagi, gak bakal ada korban lagi di Indonesia. Mereka bilang global, tapi aku rasa masih banyak banget yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Misalnya aja, kalau sistem media sosial sudah bisa deteksi apakah orang itu asli atau tidak. Tapi sih, mungkin kita malah jadi korban lagi karena takut kena manipulasi.
 
Oh iya, rasanya kayaknya kita harus lebih waspada ketika menggunakan internet ya 🤔. Modus 'cinta palsu' memang menjadi kejahatan finansial digital yang cukup serius di tahun ini. Jangan pernah terburu-buru kirim uang kepada orang asing yang terlihat manis dan romantis itu 😱. Pastikan kamu sudah lakukan research atau verify identitasnya terlebih dahulu ya. Semoga kita semua bisa menghindari korban dari modus 'cinta palsu' ini 🙏.
 
Wahhh, rasanya masih banyak yang jatuh ke dalam trampa modus cinta palsu 🤦‍♀️! Mereka terlalu percaya diri dan tidak sabar-sabar untuk terjebak. Tapi kita harus waspada, guys!!! Jangan jatuh dalam kemungkinan yang salah, pastikan kamu sudah lakukan research banget sebelum memilih orang itu 😂. IASC dan OJK benar-benar berusaha keras untuk mencegah hal ini, kita harus mendukung mereka ya! 🤝
 
🤔 Masih bisa dipercaya kalau ada orang yang mau coba 'cinta palsu' di internet, kan? 🙄 Rasanya kerugian dari modus ini sangat besar, bahkan sudah mencapai Rp49,198 miliar! 💸 Itu jumlah yang cukup besar, makanya harus lebih berhati-hati dalam menggunakan internet, terutama kita yang pengguna internet banyak. 📊

Aku pikir salah satu cara untuk mengurangi korban 'cinta palsu' adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ini. Kita harus lebih bijak dalam memilih orang yang kita hubungi di internet, jangan terburu-buru ya! 😊 OJK dan IASC sudah berusaha sangat keras untuk mengurangi jumlah korban, tapi kita harus juga berkontribusi dengan cara yang sederhana, seperti tidak memberikan uang kepada orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. 🙏

Dan aku pikir modus 'love scam' ini sebenarnya sudah menjadi tren kejahatan finansial digital, itu beda kan? 🔥 Jadi kita harus lebih berhati-hati dan waspada saat menggunakan internet, karena tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadi penipuan. 💡
 
Wahhh...Rp49,198 miliar? Gini kayaknya sangat banyak banget! Maksudnya, kerugian karena cinta palsu itu bisa dibawa pulang apa aja? Udah lama kubaca berita tentang ini, tapi kabarnya masih belum ada yang efektif untuk mengatasi masalah ini...Mungkin kita perlu lebih waspada saat kita berinteraksi di online, ya? Atau mungkin kita bisa belajar dari kesalahan orang lain? Tapi aku sori, aku masih bingung apa itu "sindikat-sindikat" itu...Apakah kayakanya seperti kelompok kecil yang bekerja sama?
 
Maaf ya, nggak bisa dipungut dana apa lagi sama dengan kerugian Rp49 triliun karena kuyup aja ke aplikasi dating 😂. Sama-sama, harus hati-hati deh, jangan terburu-buru memilih teman online juga. Kalau suka ngobrol bareng online, pastikan punya orang yang dipercaya di sisi lain. Lalu, cek juga profile temanmu, apakah ada tanda-tanda palsu aja 🤥.
 
Makasih laporan yang terang-terangan tentang kerugian akibat 'cinta palsu'. Saya pikir memang harus berhati-hati saat online, banyaknya penipu yang mau 'manipulasi' kita. Tapi juga jangan sampai kita terlalu parah, karena seringkali korban pun tidak sadar dirinya sendiri 🤦‍♀️. Gak bisa dipungut tahu siapa-siapa yang benar-benar korban dan siapa yang penipu. Perlu pencegahan yang tepat dari OJK, agar kita semua bisa terlindungi dari 'love scam'. Saya senang bahwa IASC dan OJK berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ini. Semoga saja korban bisa sembuh dan tidak jadi korban lagi 🤞
 
Aku pikir kalau kita semua lebih sadar akan kerugian yang bisa terjadi dari modus cinta palsu, maka kita bisa menghindarkannya. Maksudnya, jika kita sudah tahu cara-cara mereka manipulasi orang, kita bisa melindungi diri sendiri dan keluarga kita. Kita harus selalu berhati-hati saat mengirimkan uang atau informasi pribadi ke orang yang tidak kita kenal. Saya rasa itu kunci untuk mengatasi masalah ini! 😊
 
kembali
Top