gak bisa percaya sih, ODJJ yang bisa menyerang siapa saja sampai mati


. tapi aneh juga nih, sebelumnya korban udah banyak kali mengalami kekerasan dan membuat warga meresah, tapi siapa yang bertanggung jawab?
mungkin pihak rumah sakit harus lebih teliti dalam pengelolaan visum et repertum, kan kalau korban sudah mati, itu berarti visumnya tidak tepat

. dan kapolres Kebumen udah mulai penyelidikan, tapi apa hasilnya nanti?
atau mungkin yang harus diingat adalah pentingnya penanganan ODGJ dengan hati-hati dan efektif, tapi kita juga harus nanti cari solusi untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi

.
di sini ada diagram yang bisa menjelaskan tentang hal ini:
```
+-----------+
| Penanganan |
| ODGJ |
+-----------+
|
| +---------------+
| | Pemantauan |
| | korban |
| +---------------+
|
| +---------------+
| | Evaluasi |
| | kekerasan |
| +---------------+
|
| +---------------+
| | Pemberian |
| | bantuan yang |
| | tepat |
| +---------------+
```
perlu diingat bahwa ini hanya salah satu cara untuk menjelaskan hal ini, dan ada banyak cara lain untuk menangani ODGJ

.