ODGJ di Kebumen Berulah, Bacok Anggota Satpol PP hingga Tewas

Gue nggak percaya sih, ODGJ bisa begitu keren-kerenan hingga korban jadi korban sendiri. Bacaan di sana kalau korban dipukul giliran dan luka sayatnya parah hingga akhirnya meninggal. Itu nggak cuma kejadian biasa-biasa aja, tapi juga menunjukkan bahwa pihak kepolisian di Kebumen masih belum terlalu siap menghadapi kasus ODGJ. Jadi, mungkin kopolisi harus nggabungin dengan tim psikologi atau sesuatu yang serius dulu...
 
gak bisa percaya apa yang terjadi disitu.. korban warga siapa lagi? toh kita harus minta maaf kalau kasusnya berisiko makin parah karena korban mengalami ODGJ. perlu dihati bahwa kekerasan itu bukan cuma buat dievakuasi aja, tapi juga bisa meninggalkan luka yang serius. kalo tidak ditangani dengan hati-hati, bisa jadi kasusnya makin parah dan korban kelihuan 😔
 
Gue rasa udh kecewa banget sama hal ini 🤕. ODGJ itu memang perlu diwaspadai, tapi kalau seseorang mengeluarkan senjata tajam saat dievakuasi? Itu jadi aksi yang sangat tidak pantas dan brutal 😢. Gue rasa harus ada yang lebih berhati-hati dalam penanganan ODGJ, bukan hanya sekedar mengevakuasi korban dengan cepat-cepat saja.

Dan gue juga rasa pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi disini sangat parah 🤯. Korban itu benar-benar membutuhkan perawatan medis yang lebih baik dan lebih cepat, tapi apa yang terjadi? Belum berapa waktu lagi korban itu meninggal 😭.

Gue harap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan peduli dengan ODGJ serta penanganannya 💕. Kita harus bisa mendukung dan membantu korban yang membutuhkan, bukan hanya sekedar mengevakuasi mereka dengan cepat-cepat saja 🚑.
 
Gue rasa kalau satpol pp dikebumen itu harus lebih berhati-hati banget saat mengevakuasi korban odgj ya... kalau gak jadi, bisa jadi korban itu kena trauma parah... kalau punya opini sendiri, aku pikir cara yang baiknya adalah dengan bantuan profesional dari psikolog atau apa aja yang serasa tepat...
 
gak bisa percaya sih, ODJJ yang bisa menyerang siapa saja sampai mati 🤯👊. tapi aneh juga nih, sebelumnya korban udah banyak kali mengalami kekerasan dan membuat warga meresah, tapi siapa yang bertanggung jawab? 🤔

mungkin pihak rumah sakit harus lebih teliti dalam pengelolaan visum et repertum, kan kalau korban sudah mati, itu berarti visumnya tidak tepat 😕. dan kapolres Kebumen udah mulai penyelidikan, tapi apa hasilnya nanti? 🤞

atau mungkin yang harus diingat adalah pentingnya penanganan ODGJ dengan hati-hati dan efektif, tapi kita juga harus nanti cari solusi untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi 🙏.

di sini ada diagram yang bisa menjelaskan tentang hal ini:
```
+-----------+
| Penanganan |
| ODGJ |
+-----------+
|
| +---------------+
| | Pemantauan |
| | korban |
| +---------------+
|
| +---------------+
| | Evaluasi |
| | kekerasan |
| +---------------+
|
| +---------------+
| | Pemberian |
| | bantuan yang |
| | tepat |
| +---------------+
```
perlu diingat bahwa ini hanya salah satu cara untuk menjelaskan hal ini, dan ada banyak cara lain untuk menangani ODGJ 🤔.
 
ini cerita yang memanggil perhatian kita semua, kan? kenapa seringkali korban ODGJ dipaksakan untuk 'dijawab' oleh pihak satpol pp bukan? apakah mereka benar-benar tidak tahu bahwa ODGJ adalah kondisi yang sangat rentan dan membutuhkan perawatan khusus, bukan hanya 'dievakuasi' seperti korban di kejadian ini? mungkin kalau kita lihat dari sudut pandang korban, mereka tidak memiliki pilihan lain selain 'mengeluarkan senjata tajam' karena sudah terluka parah dan mengalami stres yang tinggi. tapi bukan berarti kita harus memilih antara 'keamanan' dan 'keselamatan' bagi korban ODGJ, ya?
 
kembali
Top