Novak Djokovic kembali menunjukkan kemampuan superlatifnya dalam semifinal Australian Open, mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set yang berlangsung lebih dari empat jam, yaitu pukul 2 pagi. Dengan kemenangan ini, Djokovic berhasil melangkah ke final Australian Open untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024.
Djokovic yang berusia 38 tahun itu menolak untuk menyerah, menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya dalam pertandingan yang sangat menegangkan. Ia mengatakan bahwa tingkat intensitas dan kualitas tenisnya sangat tinggi dan harus ditempuh dengan cara yang tepat.
Djokovic juga menunjukkan ketabahan dan keberanian, meskipun ia tertinggal 1-2 di set pertama. Ia kemudian bangkit dan berhasil mengalahkan Sinner dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Djokovic menolak untuk memuji diri sendiri, tetapi mengatakan bahwa ia merasa sangat senang dan bahagia. Ia juga menunjukkan apresiasi terhadap Sinner yang menjadi rivalnya di final Australian Open.
Pada Minggu (1/2), Djokovic akan bertemu dengan Carlos Alcaraz dalam final Australian Open. Djokovic mengatakan bahwa ia ingin memenuhi kualitas dan intensitas pertandingan Alcaraz-Zverev yang sangat tinggi.
Djokovic telah mencapai gelar Grand Slam ke-25 dalam karirnya, dan gelar ini akan memperpanjang catatannya sebagai petenis putra tertua di tenis modern atau Open yang mencapai final Australian Open. Ia juga menjadi petenis putra tertua di tenis modern atau Open yang mencapai semifinal Australian Open kelima.
Djokovic telah meraih kemenangan 104 kali dalam Grand Slam, dan ia saat ini berada di urutan keempat dunia menurut indeks menang/kalah ATP.
Djokovic yang berusia 38 tahun itu menolak untuk menyerah, menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya dalam pertandingan yang sangat menegangkan. Ia mengatakan bahwa tingkat intensitas dan kualitas tenisnya sangat tinggi dan harus ditempuh dengan cara yang tepat.
Djokovic juga menunjukkan ketabahan dan keberanian, meskipun ia tertinggal 1-2 di set pertama. Ia kemudian bangkit dan berhasil mengalahkan Sinner dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Djokovic menolak untuk memuji diri sendiri, tetapi mengatakan bahwa ia merasa sangat senang dan bahagia. Ia juga menunjukkan apresiasi terhadap Sinner yang menjadi rivalnya di final Australian Open.
Pada Minggu (1/2), Djokovic akan bertemu dengan Carlos Alcaraz dalam final Australian Open. Djokovic mengatakan bahwa ia ingin memenuhi kualitas dan intensitas pertandingan Alcaraz-Zverev yang sangat tinggi.
Djokovic telah mencapai gelar Grand Slam ke-25 dalam karirnya, dan gelar ini akan memperpanjang catatannya sebagai petenis putra tertua di tenis modern atau Open yang mencapai final Australian Open. Ia juga menjadi petenis putra tertua di tenis modern atau Open yang mencapai semifinal Australian Open kelima.
Djokovic telah meraih kemenangan 104 kali dalam Grand Slam, dan ia saat ini berada di urutan keempat dunia menurut indeks menang/kalah ATP.