Kasus Pemerasan K3, Partai Politik dengan Huruf 'K' Terlibat. Eks Wamenaker, Noel mengungkapkan partai politik yang ada huruf 'K' terlibat dalam kasus dugaan pemerasan perizinan kesehatan keselamatan kerja (K3) Kemenaker. Namun, ia enggan membeberkan apakah partai tersebut berada di dalam atau luar parlemen.
Menurut Noel, ada Ormas yang terlibat dalam kasus tersebut. Ia memberikan petunjuk bahwa Ormas tersebut tidak berafiliasi dengan keagamaan. Yang penting, ujar Noel, adalah adanya clue-nya dan bahwa partai politik tersebut memiliki huruf 'K'.
Noel berjanji pernyataannya akan disampaikannya dalam kesaksian di pengadilan. Ia mengatakan bahwa kesempatannya saat bersaksi dalam pengadilan akan menjadi momentum untuk mengungkap fakta di balik kasus yang menjeratnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nama partai politik tersebut sebagai bentuk pembelaannya atas segala tuduhan KPK terhadap dirinya. Noel tidak mau narasi-narasi kotor dan keji yang dilakukan KPK, melainkan ingin menyerukan untuk bunuh dulu karakternya sebelum menangkap dan menangani.
Kasus ini menjerat sejumlah pejabat Kemnaker dan Ormas yang terlibat dalam kasus tersebut. Uang Rp6,522,360,000 (Rp6,5 miliar) diberikan oleh Komisaris PT Kreasi Edukasi Manajemen Indonesia dan Direktur PT KEM Indonesia kepada Noel.
Menurut Noel, ada Ormas yang terlibat dalam kasus tersebut. Ia memberikan petunjuk bahwa Ormas tersebut tidak berafiliasi dengan keagamaan. Yang penting, ujar Noel, adalah adanya clue-nya dan bahwa partai politik tersebut memiliki huruf 'K'.
Noel berjanji pernyataannya akan disampaikannya dalam kesaksian di pengadilan. Ia mengatakan bahwa kesempatannya saat bersaksi dalam pengadilan akan menjadi momentum untuk mengungkap fakta di balik kasus yang menjeratnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nama partai politik tersebut sebagai bentuk pembelaannya atas segala tuduhan KPK terhadap dirinya. Noel tidak mau narasi-narasi kotor dan keji yang dilakukan KPK, melainkan ingin menyerukan untuk bunuh dulu karakternya sebelum menangkap dan menangani.
Kasus ini menjerat sejumlah pejabat Kemnaker dan Ormas yang terlibat dalam kasus tersebut. Uang Rp6,522,360,000 (Rp6,5 miliar) diberikan oleh Komisaris PT Kreasi Edukasi Manajemen Indonesia dan Direktur PT KEM Indonesia kepada Noel.