TKA SMA dan Sederajat Terbatas, Di Kalangan Belajar Mengajar Masih Banyak Keterbatasan!
Pelaksanaan TKA 2025 di Indonesia mengalami masalah teknis yang membuat banyak sekolah gagal mengikuti pelaksanaannya. Sebagian di antaranya menghadapi kesulitan jaringan internet dan listrik.
Saat ini, siswa SMAN 2 Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, mengatakan belum memiliki persiapan yang memadai untuk menghadapi TKA. Siswa ini baru mengetahui bahwa ia harus mengikuti TKA hanya beberapa hari sebelum pelaksanaannya.
Saat berdiskusi dengan Tirto, 19 tahun Yosefina Noyan Estri Inul (Osi) mengatakan, "Kami kesannya sangat mendadak". Sebelumnya, pelaksanaan TKA ada kegiatan lain.
Osi juga menyatakan bahwa dirinya hanya mengetahui tentang konsep soal baru di TKA 2025 beberapa hari sebelumnya. Ia mengatakan bahwa tidak semua materi yang diajarkan oleh guru sudah diterima dalam ujian. Sehingga, saat mengerjakan TKA, Osi masih banyak kesulitan.
"Ada sebagian materi yang belum didapatkan oleh guru, tapi ada sebagian yang telah. Jadi, saya masih banyak kesulitan," kata Osi.
Selain itu, di sekolahnya ada masalah listrik karena itu membuat pelaksanaan TKA terganggu. Saat listrik mati, jawaban para peserta tidak dapat ditransfer ke sistem jaringan peladen Kemenristekdikti.
Saat berdiskusi dengan Tirto, Osi mengatakan bahwa ia dan temannya harus mengikuti TKA susulan karena tidak bisa menyelesaikan soal saat listrik mati.
"Kami tunggu listriknya menyala sejak itu," kata Osi.
Pelaksanaan TKA 2025 di Indonesia mengalami masalah teknis yang membuat banyak sekolah gagal mengikuti pelaksanaannya. Sebagian di antaranya menghadapi kesulitan jaringan internet dan listrik.
Saat ini, siswa SMAN 2 Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, mengatakan belum memiliki persiapan yang memadai untuk menghadapi TKA. Siswa ini baru mengetahui bahwa ia harus mengikuti TKA hanya beberapa hari sebelum pelaksanaannya.
Saat berdiskusi dengan Tirto, 19 tahun Yosefina Noyan Estri Inul (Osi) mengatakan, "Kami kesannya sangat mendadak". Sebelumnya, pelaksanaan TKA ada kegiatan lain.
Osi juga menyatakan bahwa dirinya hanya mengetahui tentang konsep soal baru di TKA 2025 beberapa hari sebelumnya. Ia mengatakan bahwa tidak semua materi yang diajarkan oleh guru sudah diterima dalam ujian. Sehingga, saat mengerjakan TKA, Osi masih banyak kesulitan.
"Ada sebagian materi yang belum didapatkan oleh guru, tapi ada sebagian yang telah. Jadi, saya masih banyak kesulitan," kata Osi.
Selain itu, di sekolahnya ada masalah listrik karena itu membuat pelaksanaan TKA terganggu. Saat listrik mati, jawaban para peserta tidak dapat ditransfer ke sistem jaringan peladen Kemenristekdikti.
Saat berdiskusi dengan Tirto, Osi mengatakan bahwa ia dan temannya harus mengikuti TKA susulan karena tidak bisa menyelesaikan soal saat listrik mati.
"Kami tunggu listriknya menyala sejak itu," kata Osi.