Nilai TKA Jeblok, Apakah Pengaruhi SNBP 2026? Ini Penjelasannya

Nilai TKA 2025 jelek, apakah itu akan memengaruhi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, melaporkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK pada awal November lalu. Hasilnya, nilai Matematika dalam TKA sangat rendah.

Tapi, bukan sepenuhnya kesalahan murid yang menyebabkannya, menurut Abdul Mu'ti. Mungkin saja ada kesalahan dalam cara mengajarkan mata pelajaran Matematika kepada para murid.

Dalam penilaian SNBP 2026, nilai TKA akan menjadi salah satu komponen nilai untuk dipertimbangkan. Ini berarti siswa dengan nilai TKA yang lebih baik memiliki peluang lebih besar dalam kelolosan daripada peserta dengan nilai TKA yang rendah.
 
Gak bisa disangkal nilai TKA 2025 jelek... tapi apa yang paling penting adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita. Mungkin perlu ada rencana untuk memperbaiki cara mengajar Matematika di sekolah, jadi murid-murid kita bisa lebih siap dalam SNBP 2026...
 
Saya ragu gugat apa itu 'jelek' sebenarnya, siapa nyo yang ngawasi ujian TKA? Mau dikasih nilai 100 atau apa? Saya senang sekali kalau ada penelitian tentang pengajaran Matematika, tapi jangan cuma sekedar angka-angka aja, gimana caranya kita bisa meningkatkan performa siswa di TKA?
 
Maksudnya sih, kalau nilai TKA 2025 kurang bagus, itu akan mempengaruhi keberhasilan SNBP 2026? Saya pikir jangan cuma sekedar nilai yang rendah di TKA, tapi juga harus dipertimbangkan cara pengajaran di sekolah. Mungkin ada kesalahan dalam cara mengajar, bukan hanya murid yang salah.
 
Aku pikir ini gak benar... Nilai TKA 2025 jelek? Mungkin karena pendidikan di Indonesia masih banyak masalah, seperti kurangnya fasilitas dan guru yang kurang qualitas... atau mungkin karena murid nggak bisa belajar dengan baik karena kehidupan sehari-hari yang sibuk... Aku ingat kalau aku di SMA, nilai TKA aku sendiri 80-an, tapi aku nggak pernah membayangkan kalau nilainya akan mempengaruhi kesempatan aku untuk masuk perguruan tinggi... Aku rasa ini bukan tentang kesalahan murid atau guru, tapi tentang sistem pendidikan yang kita miliki... 🤔📚
 
Gak sabar sama anak-anak SMA/SMK, tapi rasa ini: apakah mereka harus terus terjebak di bawah prestasi? TKA 2025 sebenarnya sudah nggak mau buat apa-apa lagi. Nilai Matematika kayak banget rendah! Mungkin ada kesalahan aja pada pengajar, tapi masih jadi masalah ya... Apa itu perubahan nilai SNBP tahun ini akan membuat anak-anak lebih fokus? Atau hanya jadi tekanan tambahan? Gini juga, kalau nilainya terus rendah, gampang-begian kelolosan.
 
Kurangnya kemampuan matematika murid SMA/SMK ini bikin aku pikir, kalau kita mau kompetitif di tingkat internasional nanti bagaimana sih? Jangan biarkan kita selalu di belakang dunia, perlu ada rencana untuk mengatasi kesalahan sistem pendidikan kita. Kita harus lebih fokus pada pengembangan kurikulum yang lebih baik, jangan hanya cuma fokus pada ujian saja. Semua ini bikin aku penasaran, apa itu prioritasnya? Apakah Mendikdasmen dan pemerintah benar-benar ingin memastikan kita kompetitif di tingkat internasional atau hanya lagi meneruskan sistem yang sama?
 
Aku pikir hasil TKA 2025 memang jelek, tapi aku rasa itu bukan hanya akhirnya murid yang kesalahan. Mungkin ada yang salah di sekolah atau di lingkungan belajar mereka, seperti kurikulum yang tidak sesuai atau guru yang tidak baik.

Jika nilai TKA dijadikan komponen untuk SNBP 2026, aku khawatir akan membuat perbedaan besar antara murid-murid yang berpotensi dengan yang tidak. Mungkin ada murid yang cakap tapi tidak bisa lulus TKA karena faktor-faktor yang tidak terkendali. Itu tidak adil dan kurang tepat. Aku harap pemerintah bisa melakukan perubahan agar tidak ada murid yang dipengaruhi oleh nilai TKA yang salah. 🤔
 
Kalau nilai TKA 2025 jelek banget, apakah itu artinya para murid SM/SMK harus khawatir? Nah, sepertinya tidak perlu terlalu khawatir karena Menteri Abdul Mu'ti bilang ada kesalahan dalam cara ajar Matematika di sekolah. Makanya, nilai TKA 2025 jangan menjadi satu-satunya penilaian bagiku, kita juga harus melihat dari sisi ajaran yang tepat di sekolah. Nah, kalau itu benar, saya pikir ada komponen lain yang perlu dipertimbangkan saat SNBP 2026, seperti prestasi ekstrakurikuler atau kegiatan sosial, biar tidak semata-mata jadi nilai satu-satunya.
 
Aku masih sapa sama lho, apa arti nilainya itu? Kira-kira 20-40 ya? Kalau benar, itu sangat rendah kan? Apa sih yang akan dipertimbangkan lagi selain TKA? Aku penasaran banget sama SNBP, aku harap tidak terlalu sulit...
 
Pekan lalu aku coba buat konsep soal untuk SNBP, tapi hasil TKA yang jelek ini mempercepat aku pusing 🤯. Bagaimana bisa nilai Matematika yang itu bisa jadi komponen nilai untuk dipertimbangkan? Aku rasa ini salah strategi. Tidak perlu membuat peserta tertekan lagi, mau tidak mau mereka akan lulus, tapi bagaimana sih prestasi di akhirnya? 🤔. Aku berharap pihak pendidik dan kurikulum bisa revisi agar lebih fokus pada kemampuan sebenarnya siswa. TKA harus menjadi alat bantu yang membantu, bukan kebalikannya 😒.
 
ini masalahnya sih siapa aja bisa ngasih nilai rendah di TKA? tapi rasanya masih ada kesalahan dalam cara ajarannya. apa yang dibutuhkan kira-kira adalah revisi kurikulum Matematika agar murid lebih mudah dipahami, dan mungkin juga ada kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan guru-guru agar mereka bisa memberikan pembelajaran yang lebih baik. tapi jadi nggak ada yang salah dengan siswa-siswi, karena mereka masih banyak yang lulus SNBP 2026 🤔
 
Kurang aja buat kita percaya bahwa pemerintah udah mulai memikirkan soal Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi nanti, tapi apa sih jalan keluarnya? Makin banyaknya ketergantungan pada nilai TKA itu kayak bikin semakin beban siswa. Dan kemudian hasilnya di gunakan untuk menentukan masa depan mereka? Kalo seperti ini, apa lagi yang mesti dibicarakan nanti kalau gampang banget dipikirkan siapa aja yang bakal kelolosan...
 
Aku pikir ini bukan masalah soal anak-anak yang kalah, tapi masalah soal kurikulum kita. Matematika di sekolah cuma akuh cuma akuh aja, tapi apa diajarin benar atau tidak? Kalau mau membuat anak SMA/SMK lebih berbakat, jangan hanya fokus pada nilai, tapi bagaimana cara mengajarkan yang tepat, seperti apa yang dikatakan Menteri Abdul Mu'ti. Siswa dengan nilai TKA yang rendah masih bisa lulus SNBP kalau diajarkannya benar-benar, bukan cuma karena akuh.
 
Siapa bilang hasil TKA itu jelek? Mungkin murid-murid nggak ngerti konsep-konsep Matematika yang dipelajari, tapi itu bukan masalah mereka! Tapi kita yang memutuskan nilai mereka, apa sih?! Makasih kepada pemerintah dan pendidikan kita ini yang mau menggunakan hasil TKA sebagai komponen dalam SNBP. Pasti siswa-siswi dengan nilai TKA tinggi akan lebih percaya diri dan bisa berprestasi di bidang Matematika nanti. Tapi siapa tahu, mungkin itu juga bikin mereka kurang kreatif dan nggak bisa coba-coba lain hal 😏.
 
kembali
Top