Nilai tukar rupiah telah mengalami peningkatan drastis, mencapai level Rp16.785 per dolar AS pada perdagangan Senin (2/2/2026). Ini merupakan perubahan signifikan dari level Rp16.869 yang diraih pada penutupan hari sebelumnya, Minggu (1/2/2026).
Pergerakan mata uang kawasan Asia juga terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang (JPY) mengalami kenaikan 0,08 persen, sementara dolar Hongkong (HKD) melemah 0,01 persen. Dolar Singapura (SGD) tetap stabil, sedangkan dolar Taiwan (TWD) mengalami peningkatan 0,13 persen.
Mata uang yang kuat juga terpantau meningkat, seperti Won Korea (KRW) dengan kenaikan 13,17 persen. Pada sisi lain, peso Filipina (PHP) melemah 0,02 persen, sedangkan rupee India (INR) mengalami peningkatan kecil 0,03 persen.
Mata uang negara-negara Eropa juga terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar. Euro (EUR), pound sterling (GBP), dan franc Swiss (CHF) tetap stagnan, sedangkan krona Swedia (SEK) dan kron Denmark (DKK) melemah 0,01 persen.
Dengan demikian, nilai tukar rupiah telah meningkat drastis pada perdagangan Senin ini, menunjukkan keterlibatan investor dalam perdagangan mata uang.
Pergerakan mata uang kawasan Asia juga terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang (JPY) mengalami kenaikan 0,08 persen, sementara dolar Hongkong (HKD) melemah 0,01 persen. Dolar Singapura (SGD) tetap stabil, sedangkan dolar Taiwan (TWD) mengalami peningkatan 0,13 persen.
Mata uang yang kuat juga terpantau meningkat, seperti Won Korea (KRW) dengan kenaikan 13,17 persen. Pada sisi lain, peso Filipina (PHP) melemah 0,02 persen, sedangkan rupee India (INR) mengalami peningkatan kecil 0,03 persen.
Mata uang negara-negara Eropa juga terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar. Euro (EUR), pound sterling (GBP), dan franc Swiss (CHF) tetap stagnan, sedangkan krona Swedia (SEK) dan kron Denmark (DKK) melemah 0,01 persen.
Dengan demikian, nilai tukar rupiah telah meningkat drastis pada perdagangan Senin ini, menunjukkan keterlibatan investor dalam perdagangan mata uang.