Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa hari lalu, neraca perdagangan RI mengalami surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS pada bulan Desember 2025. Hal ini kembali menunjukkan tren neraca perdagangan yang telah berlangsung sejak tahun 2020, ketika Indonesia sudah mencatat surplus dalam kerja sama dagangnya.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono, surplus pada bulan Desember tersebut didukung oleh beberapa komoditas. Salah satunya adalah komoditas nonmigas yang mengakumulasi surplus sebesar 4,6 miliar dolar AS. Selain itu, juga ada beberapa komoditas lain seperti lemak dan minyak hewan, bahan bakar mineral, besi dan baja, yang turut berkontribusi dalam mencapai neraca perdagangan barang tersebut.
Sementara, pada periode sama, neraca perdagangan komiditas migas tercatat memiliki defisit sebesar 2,09 miliar dolar AS. Defisit ini didukung oleh beberapa komoditas seperti minyak mentah dan hasil minyak.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono, surplus pada bulan Desember tersebut didukung oleh beberapa komoditas. Salah satunya adalah komoditas nonmigas yang mengakumulasi surplus sebesar 4,6 miliar dolar AS. Selain itu, juga ada beberapa komoditas lain seperti lemak dan minyak hewan, bahan bakar mineral, besi dan baja, yang turut berkontribusi dalam mencapai neraca perdagangan barang tersebut.
Sementara, pada periode sama, neraca perdagangan komiditas migas tercatat memiliki defisit sebesar 2,09 miliar dolar AS. Defisit ini didukung oleh beberapa komoditas seperti minyak mentah dan hasil minyak.